Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Mengapa Mahasiswa Rantau Rentan Bunuh Diri?

Redaksi by Redaksi
Januari 29, 2026 3:35 pm
in News
Ilustrasi bunuh diri. Foto: Unsplash

Ilustrasi bunuh diri. Foto: Unsplash

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Rentetan kasus percobaan bunuh diri di kalangan mahasiswa di Malang, Jawa Timur kembali menjadi sorotan publik. Beberapa kasus bahkan terjadi di lokasi yang sama dan dialami oleh mahasiswa perantau.

Hal ini memunculkan kegelisahan sekaligus keprihatinan mendalam terhadap kondisi psikologis mahasiswa saat ini. Peristiwa tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai kejadian individual, melainkan sebagai gambaran persoalan kesehatan mental yang lebih kompleks, khususnya yang dialami mahasiswa rantau.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Kepala Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Cahyaning Suryaningrum, M.Si., Psi. menjelaskan bahwa dalam situasi ini, mahasiswa rantau secara alamiah memiliki kerentanan terkait masalah adaptasi.

Baca Juga: Bunuh Diri Bukan Solusi: Ini Layanan Bantuan Kesehatan Mental Gratis di Malang

Perpindahan dari lingkungan rumah ke tanah perantauan menuntut kemampuan adaptasi yang tidak ringan. Jika tidak dibarengi dengan dukungan sosial yang kuat, kerentanan ini dapat memicu berbagai masalah psikologis.

“Mahasiswa rantau itu rentan karena mereka tidak tinggal bersama orang tua atau di lingkungan yang biasa mereka tempati. Mereka berisiko mengalami problem psikologis ketika dukungan sosial atau kemampuan adaptasinya rendah,” jelas Naning, Kamis (29/1/2026).

Menariknya, meski tekanan akademik kerap dituding sebagai biang keladi, Naning mengungkapkan fakta lain yang ia temukan di ruang konseling.

Banyak kasus yang ditangani justru berakar dari rapuhnya ketahanan keluarga. Masalah pendidikan atau skripsi sering kali hanya menjadi “pemicu” dari tumpukan beban emosional yang telah dibawa mahasiswa dari rumah.

Baca Juga: Pihak RSUB Malang Bungkam Soal Dugaan Karyawan Bunuh Diri

Menurutnya, bekal utama seorang mahasiswa bukan hanya kecerdasan intelektual, melainkan mental yang terlatih untuk berjuang dan menghadapi ketidakenakan hidup. Tanpa ‘senjata’ berupa ketahanan mental (resiliensi), mahasiswa cenderung terjebak dalam cara berpikir yang sempit ketika menghadapi persoalan.

“Pada dasarnya, tekanan akademik merupakan hal yang wajar dan tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Tekanan dalam taraf wajar justru penting agar mahasiswa belajar menjadi lebih fokus. Namun, yang menjadi landasan utama adalah sejauh mana seseorang telah dibekali ketahanan mental, memahami makna berjuang, serta terbiasa menghadapi proses jatuh bangun dalam kehidupan,” tambahnya.

Fenomena pemilihan lokasi yang sama dalam percobaan bunuh diri juga menjadi perhatian. Menurut Naning, hal tersebut berkaitan dengan kondisi psikologis individu yang sudah berada dalam situasi terdesak dan berpikir sempit.

Paparan cerita atau pemberitaan sebelumnya dapat membentuk gambaran tertentu di benak mahasiswa yang rapuh, sehingga lokasi tersebut dianggap sebagai pilihan. Pada titik ini, peran lingkungan menjadi sangat krusial.

BK UMM menekankan pendekatan konseling yang berorientasi pada pemberdayaan. Mahasiswa tidak sekadar dibantu memahami masalahnya, tetapi juga diajak mengenali kekuatan diri serta sumber persoalan yang dihadapi.

“Kami berharap mahasiswa dapat menyadari bahwa mereka memiliki kapasitas dan potensi untuk menghadapi serta keluar dari permasalahannya. Dengan demikian, pendampingan konselor berfungsi sebagai penguat, bukan sebagai satu-satunya tumpuan,” tegas Naning.

Naning menekankan pentingnya coping mechanism yang sehat, yakni cara individu melepaskan emosi negatif sebelum menumpuk dan meledak (blow up).

Hal-hal sederhana seperti berolahraga, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas yang disukai, misalnya sekadar menikmati makanan favorit dapat menjadi saluran emosi yang efektif jika dilakukan dengan penuh penghayatan.

Selain peran profesional, lingkungan terdekat seperti teman kos dan teman sebaya menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan.

Mendengarkan tanpa menghakimi, menjaga kerahasiaan, serta menghindari sikap menyepelekan atau menertawakan masalah teman merupakan langkah sederhana, tetapi berdampak besar. Kesalahan kecil seperti membocorkan cerita pribadi justru dapat memperparah kondisi psikologis seseorang.

Melalui pendekatan preventif dan promotif, BK UMM berharap mahasiswa mampu mengenali kondisi psikologisnya sejak dini. Sebab, pada akhirnya, setiap masalah selalu memiliki jalan keluar meskipun tidak selalu ideal selama pikiran tidak dibiarkan tertutup oleh kabut keputusasaan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: bunuh dirikota malangmahasiswapsikologi

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Wali Kota Batu, Nurochman saat menerima audiensi DKKB membahas pembentukan Perda Pemajuan Kebudayaan. Foto: Prokopim KWB

Cara Pemkot Batu Merawat Identitas Daerah Lewat Realisasi Perda Pemajuan Kebudayaan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.