Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Waspada Cuaca Ekstrem 2026 Rentan Penyakit, Dosen UMM Tekankan Pencegahan Dini

Redaksi by Redaksi
Januari 6, 2026 4:33 pm
in News
Ilustrasi penyakit di cuaca ekstrem. Foto: Google

Ilustrasi penyakit di cuaca ekstrem. Foto: Google

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Cuaca ekstrem diprediksi terjadi di awal 2026 dinilai tak hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Dalam cuaca ekstrem, perubahan suhu, curah hujan tinggi, dan peningkatan kelembapan memengaruhi kerentanan tubuh terhadap penyakit.

Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ns. Zaqqi Ubaidillah, M.Kep., Sp.Kep.MB., menyebut kondisi tersebut sebagai stresor lingkungan yang meningkatkan gangguan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan, terutama pada kelompok rentan.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

“Ketika tubuh terus terpapar, tubuh akan mengalami stres lingkungan dan tidak mampu beradaptasi secara optimal, maka kerentanan terhadap penyakit akan meningkat. Karena itu, respons kesehatan harus bersifat promotif dan preventif, bukan sekadar reaktif ketika sakit sudah terjadi,” ujar Zaqqi.

Baca Juga: Belasan Pohon Tumbang di Malang Raya Akibat Cuaca Ekstrem di Hari Minggu

Ia menambahkan, cuaca ekstrem dapat memicu stres fisiologis kronik yang berdampak pada penurunan daya tahan tubuh. Suhu dingin dan kelembapan tinggi berpotensi melemahkan pertahanan mukosa saluran pernapasan, sementara suhu panas ekstrem meningkatkan kehilangan cairan dan elektrolit.

Kondisi ini dapat menimbulkan kelelahan fisiologis, gangguan termoregulasi, penurunan toleransi aktivitas, hingga meningkatnya risiko infeksi.

Penurunan daya tahan tubuh sebenarnya bukan semata-mata disebabkan oleh cuaca, tetapi karena tubuh gagal mempertahankan homeostasis secara optimal.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Kabupaten Malang, Empat Rumah Warga Rusak Dihantam Angin Kencang

”Ketika keseimbangan ini terganggu dalam waktu lama, maka tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit,” jelasnya.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, pendekatan keperawatan menekankan pencegahan primer melalui perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, pemenuhan nutrisi seimbang, serta kecukupan cairan tubuh.

Asupan protein, vitamin, dan mineral berperan penting dalam mendukung sistem imun, sementara suplemen hanya bersifat pendukung dan tidak dapat menggantikan pola makan sehat.

Kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan karena dalam cuaca ekstrem tubuh cenderung kehilangan cairan lebih cepat meski rasa haus tidak selalu muncul.

“Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan secara konsisten, memastikan keamanan makanan dan air minum, menjaga asupan gizi, serta memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2,5 liter per hari untuk orang dewasa merupakan bentuk pencegahan yang sangat efektif. Upaya ini jauh lebih baik dibandingkan menunggu sakit lalu berobat,” kata Zaqqi.

Zaqqi juga menyoroti kerentanan kelompok anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta pekerja lapangan yang memiliki kapasitas adaptasi fisiologis dan psikososial lebih rendah.

Perlindungan terhadap kelompok ini membutuhkan dukungan keluarga dan komunitas melalui pengawasan kesehatan, pengaturan aktivitas harian, pemenuhan nutrisi, serta lingkungan yang aman dan mendukung. Selain itu, kesehatan mental dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan tubuh.

“Stres dan kecemasan akibat cuaca ekstrem dapat meningkatkan hormon stres yang berdampak pada penurunan imunitas. Karena itu, menjaga kesehatan mental adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kesehatan fisik. Ketahanan kesehatan tidak dibangun saat krisis, tetapi melalui kebiasaan hidup sehat yang konsisten dan adaptif terhadap perubahan lingkungan,” pungkasnya.

Ia berharap masyarakat semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan kesehatan menghadapi cuaca ekstrem, tidak hanya dengan kewaspadaan individu, tetapi juga melalui penguatan peran keluarga, komunitas, dan fasilitas layanan kesehatan.

Menurutnya, sinergi antara edukasi kesehatan yang berkelanjutan, kebijakan yang responsif, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menekan dampak kesehatan akibat perubahan iklim.

Dengan upaya preventif yang konsisten dan berbasis ilmu pengetahuan, ia optimistis masyarakat dapat tetap menjaga ketahanan kesehatan dan kualitas hidup meski di tengah tantangan cuaca ekstrem yang semakin kompleks.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Cuaca ekstrempenyakit cuaca ekstremummUniversitas Muhammadiyah Malang

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin merilis angka inflasi Kota Malang. Salah satu penyebabnya harga emas. (Foto/dok. BPS)

Lonjakan Harga Emas Picu Inflasi di Kota Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.