Saturday, July 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sastra & Budaya

Mengenal Buku-Buku Soe Hok Gie, Catatan Kritis Intelektual Muda

Redaksi by Redaksi
December 25, 2025 12:08 pm
in Sastra & Budaya
buku Soe Hok Gie

Cover tiga buku Soe Hok Gie yang berjudul Catatan Seorang Demonstran, Zaman Peralihan dan Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan. Foto / Gemini.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Soe Hok Gie adalah sosok intelektual muda yang dikenal karena keberanian berpikir kritis dan sikap moralnya yang tegas. Ia lahir di Jakarta pada 17 Desember 1942 dan dikenal luas sebagai mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang vokal mengkritik kekuasaan pada era 1960-an.

Gie aktif menulis esai, catatan harian, dan artikel opini yang tajam terhadap ketidakadilan, kemunafikan politik, serta pembungkaman suara publik. Pemikirannya kerap berdiri di luar arus utama. Ia menolak tunduk pada tekanan kekuasaan, baik pada masa Demokrasi Terpimpin maupun awal Orde Baru. Catatan hariannya kemudian dibukukan dan menjadi bacaan penting lintas generasi.

READ ALSO

Rekomendasi 3 Novel Alternate Universe dengan Cerita Lintas Dimensi

Banyak Keberkahan, 4 Amalan di Hari Jumat Sebagaimana Anjuran Rasulullah SAW

Selain dikenal sebagai aktivis, Soe Hok Gie juga pecinta alam sejati. Gunung dan hutan baginya adalah ruang kejujuran, tempat manusia bisa berdamai dengan nurani. Ia wafat pada 16 Desember 1969 di Gunung Semeru, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27, akibat menghirup gas beracun di kawah Mahameru.

Soe Hok Gie merupakan adik kandung dari Arief Budiman (Almarhum, 2020), seorang sosiolog dan pemikir publik terkemuka. Keduanya tumbuh dalam lingkungan keluarga Tionghoa-Indonesia yang menjunjung tinggi pendidikan, kebebasan berpikir, dan keberanian intelektual. Jika Arief Budiman dikenal lewat jalur akademik dan pemikiran sosial, Soe Hok Gie dikenang sebagai suara moral jalanan dan nurani mahasiswa pada masanya.

Hingga kini, nama Soe Hok Gie tetap hidup sebagai simbol idealisme, keberanian bersuara, dan kejujuran intelektual di tengah kekuasaan.

Gagasan dan kegelisahannya tidak hanya hadir melalui aksi demonstrasi, tetapi juga terekam secara mendalam dalam sejumlah karya tulis. Hingga kini, buku-buku Soe Hok Gie tetap relevan dibaca sebagai refleksi sejarah, kritik sosial, sekaligus cermin idealisme generasi muda.

Melalui karya-karyanya, Soe Hok Gie menghadirkan potret pergulatan pemikiran, keberanian bersikap, serta refleksi tajam atas dinamika bangsa di masa transisi politik Indonesia.

Buku-buku karya Soe Hok Gie

1.  Catatan Seorang Demonstran

Buku Catatan Seorang Demonstran merupakan karya paling dikenal dari Soe Hok Gie. Pertama kali diterbitkan oleh LP3ES pada 1983, buku ini berisi kumpulan catatan harian, artikel, dan refleksi pribadi yang ditulis sejak awal 1960-an hingga menjelang wafatnya pada 1969.

Dalam buku ini, Soe Hok Gie menuliskan pengalamannya sebagai mahasiswa dan aktivis yang terlibat langsung dalam gerakan demonstrasi. Kritik terhadap kekuasaan, kegelisahan moral, hingga pencarian makna hidup disampaikan dengan bahasa lugas dan jujur.

Karya ini tidak hanya menjadi dokumen penting sejarah gerakan mahasiswa, tetapi juga menjadi cermin idealisme seorang intelektual muda yang berani bersuara.

2.  Di Bawah Lentera Merah

Di Bawah Lentera Merah diterbitkan oleh LP3ES pada 1987. Buku ini memuat tulisan-tulisan Soe Hok Gie yang merekam pengamatannya terhadap Tiongkok dan ideologi komunisme dalam konteks Asia.

Dalam karya ini, Soe Hok Gie tampil sebagai pengamat kritis. Ia menempatkan komunisme sebagai objek kajian pemikiran, bukan sebagai doktrin yang dibela. Analisis yang disajikan menunjukkan keluasan wawasan serta sikap intelektual yang rasional dalam membaca ideologi dan realitas sosial.

3. Zaman Peralihan

Buku Zaman Peralihan diterbitkan oleh LP3ES pada 1990. Isinya berupa kumpulan tulisan yang merekam situasi Indonesia pada masa peralihan kekuasaan dari Orde Lama menuju Orde Baru.

Melalui buku ini, Soe Hok Gie menyuarakan harapan sekaligus kekhawatiran atas perubahan politik yang terjadi. Ia menekankan pentingnya peran kaum intelektual dan mahasiswa dalam mengawal demokrasi, serta mengingatkan agar kekuasaan baru tidak mengulangi kesalahan lama.

4. Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan diterbitkan oleh LP3ES pada 1995. Buku ini berisi esai-esai sosial dan politik yang menyoroti posisi manusia, khususnya kaum intelektual dan aktivis, dalam menghadapi pilihan-pilihan moral di tengah perubahan zaman.

Soe Hok Gie mengajak pembaca untuk tidak bersikap pasif atau netral terhadap ketidakadilan. Baginya, keberanian mengambil sikap merupakan bagian penting dari tanggung jawab moral seorang intelektual.

Buku-buku karya Soe Hok Gie menjadi bagian penting dalam khazanah literasi Indonesia. Lebih dari sekadar catatan sejarah, karya-karya tersebut merekam kegelisahan, keberanian berpikir, serta komitmen moral seorang anak muda dalam membaca dan merespons zamannya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Muhammad Jazuli (magang)
redaktur: jatmiko

Tags: AktivisbukuindonesiaIntelektualkegelisahanliterasiPemikiransejarahSoe Hok Gie

Related Posts

Novel Alternate Universe
Sastra & Budaya

Rekomendasi 3 Novel Alternate Universe dengan Cerita Lintas Dimensi

Thursday, 25 Jun 2026
Amalan Hari Jumat sebagaimana anjuran Rasulullah SAW yang diyakini akan membawa keberkahan bagi setiap umat Muslim. /Foto: Pinterest/Herman Adriansyah
Sastra & Budaya

Banyak Keberkahan, 4 Amalan di Hari Jumat Sebagaimana Anjuran Rasulullah SAW

Friday, 17 Apr 2026
5 Novel Chicklit
Sastra & Budaya

5 Novel Chicklit yang Centil Karya Sophie Kinsella

Saturday, 28 Mar 2026
KKPK vs Fantasteen
Sastra & Budaya

KKPK vs Fantasteen, Ini Perbedaan Dua Seri Novel untuk Penulis Muda

Wednesday, 25 Mar 2026
Cerita anak
Sastra & Budaya

Bukan Sekadar Cerita Anak, KKPK Menjadi Pintu Masuk Literasi dan Kreativitas Generasi Muda

Thursday, 19 Mar 2026
Bung Hatta
Sastra & Budaya

Warisan Pemikiran Bung Hatta dalam Karya-Karya Monumental

Sunday, 14 Dec 2025
Next Post
Napi lapas malang

Rayakan Natal 2025, 54 Napi Lapas Malang Dapat Remisi Khusus

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.