MALANG, Tugumalang.id – Muhammad Hilmy Ash Shiddiqy tak pernah menyangka keterlibatannya di dunia organisasi justru mengantarkannya meraih pengakuan di bidang literasi. Pemuda asal Dusun Wates, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi ini menerima penghargaan Pemuda Penggerak Literasi 2025 dari Bupati Malang pada Oktober 2025 lalu.
Di masa kecilnya, Hilmy bukan sosok yang akrab dengan buku. Dunia literasi pun bukan sesuatu yang pernah ia bayangkan akan digeluti. Namun, pengalaman berorganisasi sejak masa kuliah perlahan menumbuhkan kecintaannya pada menulis dan membaca.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Hilmy berhasil menulis dua buku. Buku pertama berjudul Jiwa Kompetitif Sang Organisatoris telah dirilis beberapa bulan lalu, sementara buku kedua, Wejangan Sang Kyai, saat ini masih dalam proses penerbitan.

Baca juga: Wabup Malang Serahkan Penghargaan pada Puluhan Anak Muda di Hari Sumpah Pemuda 2025
Buku Pertama: Perjalanan Hidup dan Kepemimpinan
Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Daerah Kabupaten Malang periode 2024-2025 ini mengungkapkan, proses menulis buku bermula dari keinginannya mendokumentasikan perjalanan hidup dan kepemimpinan yang telah ia lalui.
Tujuan utamanya sederhana, yakni merekam pengalaman sebagai kenang-kenangan sekaligus pelajaran hidup. Dari proses itulah lahir buku Jiwa Kompetitif Sang Organisatoris.
Buku tersebut merekam perjalanan Hilmy sejak pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, lengkap dengan dinamika yang membentuk karakternya.
“Saya dulu waktu masih duduk di bangku SD sering menerima bullying dari teman-teman,” kenang Hilmy.
Baca juga: Hakordia 2025, Bupati Malang Ingatkan ASN Waspadai Korupsi Akibat Salah Prosedur Anggaran
Dalam bukunya, ia memaparkan masa sekolah dasar yang diwarnai prestasi sekaligus perundungan, masa SMP ketika prestasi akademiknya menurun, hingga fase SMA yang menjadi titik balik kehidupannya melalui dunia organisasi.
“Saat SMP, prestasi saya sempat merosot. Orang tua saya membanding-bandingkan saya dengan anak lain yang lebih berprestasi. Saya sempat kecewa, kenapa kok dibanding-bandingkan,” ujar pria kelahiran 17 Agustus 2001 itu.
Memasuki bangku SMA, Hilmy mulai aktif mengikuti berbagai organisasi. Ia terlibat dalam kegiatan pramuka dan dipercaya menjabat sebagai ketua OSIS. Dari sanalah, ia mulai mencatatkan sejumlah prestasi nonakademik.
Buku Jiwa Kompetitif Sang Organisatoris tak hanya memuat kisah personal, tetapi juga membahas kepemimpinan, keorganisasian, serta pelajaran hidup yang dirangkumnya dari pengalaman dan bacaan.
Buku Kedua: Mengulas Manajemen Kepemimpinan Pendidikan
Saat ini, Hilmy tengah menempuh pendidikan magister di Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Kepanjen, jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebelumnya, ia juga menyelesaikan studi sarjana di universitas dan jurusan yang sama.
Latar belakang pendidikan tersebut mendorong Hilmy menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Dari kegelisahan itulah lahir buku Wejangan Sang Kyai.
Buku yang masih dalam proses penerbitan ini mengulas manajemen kepemimpinan dalam lembaga pendidikan, merangkum wejangan para kyai tentang hakikat menjadi pendidik.
Bagi Hilmy, keberhasilan seorang guru tidak semata diukur dari kecerdasan murid atau capaian material, melainkan dari keberhasilan mencerdaskan generasi.
“Buku ini meluruskan seharusnya pendidikan itu seperti apa,” kata Hilmy.
Beri Wadah Kader Muda untuk Berprestasi dan Menulis
Selain menulis, Hilmy juga menggagas Rembuk Denjaka, sebuah wadah pengembangan bagi kader muda di wilayah Malang Selatan. Melalui forum ini, ia memfasilitasi pembelajaran seputar kepenulisan, penerbitan buku, kepemimpinan, keorganisasian, networking, hingga lobi.
Para kader muda difasilitasi kelas berembuk dengan materi yang relevan untuk pengembangan karakter. Hilmy berkomitmen menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya guna memperluas wawasan generasi muda.
“Saat ini kami masih fokus di Malang Selatan. Kalau ditakdirkan besar, inginnya bisa meluas, tak hanya di Malang Selatan,” ujar Hilmy.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























