Malang, Tugumalang.id-Serangan siber jenis Distributed Denial of Service (DDoS) sering menjadi ancaman serius bagi layanan digital karena mampu membanjiri server dengan trafik sangat besar hingga membuat layanan tidak dapat diakses.
Dalam serangan ini, ribuan hingga jutaan permintaan dikirim secara bersamaan dari perangkat yang telah dikendalikan penyerang, membuat server kewalahan dan akhirnya mengalami down. Kondisi seperti ini sering menimbulkan gejala berupa lambatnya akses, munculnya pesan error, hingga matinya layanan secara total.

Di tengah maraknya isu serangan siber, Cloudflare, perusahaan jaringan yang menyediakan perlindungan DDoS dan layanan pengiriman konten internet, mengalami gangguan besar yang melumpuhkan sejumlah situs global.
Gangguan pada Selasa pagi (18/11/2025) –Selasa petang WIB– itu membuat pengguna tidak dapat mengakses X, ChatGPT, hingga situs pelacakan gangguan DownDetector. Beberapa situs bahkan memunculkan pesan kesalahan, “Silakan buka blokir challenges.cloudflare.com untuk melanjutkan.”
Baca juga: Gangguan Cloudflare Global, Sejumlah Situs di Indonesia Sempat Sulit Diakses
Gangguan yang dimulai sekitar pukul 06.20 ET tersebut berkaitan dengan “berkas konfigurasi yang dibuat secara otomatis untuk mengelola lalu lintas ancaman.” Juru bicara Cloudflare, Jackie Dutton, mengatakan bahwa berkas tersebut tumbuh melebihi ukuran yang diharapkan hingga memicu kerusakan pada sistem perangkat lunak yang menangani lalu lintas sejumlah layanan Cloudflare.

Dutton juga menegaskan tidak ada bukti adanya serangan atau aktivitas berbahaya lainnya.
Pembaruan status Cloudflare pada pukul 09.42 ET menyebutkan bahwa perbaikan telah diterapkan dan insiden diyakini sudah teratasi. Perusahaan tetap memantau layanan untuk memastikan semua sistem kembali normal.
CTO Cloudflare, Dane Knecht, dalam unggahannya di X, menyatakan bahwa layanan tersebut “mengecewakan” para pelanggan dan internet secara luas. Ia menjelaskan bahwa bug laten dalam layanan mitigasi bot mengalami kegagalan setelah perubahan konfigurasi rutin yang dilakukan, serta menegaskan bahwa insiden ini bukan serangan.
Gangguan Cloudflare juga berdampak pada sejumlah layanan online lainnya, termasuk Indeed, Grindr, Uber, Canva, Spotify, NJ Transit, League of Legends, dan Archive of Our Own. Beberapa media digital seperti Axios, The Information, dan Politico turut mengalami kendala akses.
Insiden ini terjadi kurang dari sebulan setelah Amazon Web Services sempat mengalami crash besar yang melumpuhkan berbagai layanan seperti Fortnite, Alexa, dan Snapchat, disusul masalah di Microsoft Azure yang membuat Xbox offline selama berjam-jam.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko
























