Tugumalang.id – Dies Maulidiyah ke-64 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berlangsung meriah pada Jumat (10/10/2025).
Dies Maulidiyah tahun ini menjadi refleksi untuk menatap masa depan dan bertransfirmasi menuju kampus berdampak.
Dies Maulidiyah kali ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesehatan Mental Dunia. Sebanyak 340 mahasiswa dan dosen melakukan long march dan mengkampanyekan kesehatan mental di 64 titik baik di kampus 1, 2 dan 3 hingga pelaksanaan program konseling gratis.
Baca Juga: Mundur dari Dosen UIN Malang, Kiai Mim Masih Terima Gaji Sebagai ASN
Kick off Dies Maulidiyah UIN Malang dimulai dengan penanaman tanaman sebagai simbol menuju green campus. Kemudian pelepasan balon ke udara sebagai simbol menebar afirmasi baik.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si menekankan bahwa UIN Malang siap bertransformasi menuju kampus yang benar-benar mampu memberikan dampak kemanfaatan bagi masyarakat sekitar, Indonesia dan dunia internasional.

Menurutnya, UIN Malang harus bertransformasi kelembagaan sebagai kampus Islam terbaik di kancah nasional dan internasional. Hal ini untuk menatap tantangan besar masa depan.
Baca Juga: Mundur dari Dosen UIN Malang, Kiai Mim Masih Terima Gaji Sebagai ASN
“Kemudian menuju reputasi internasional. Nanti sampai 2029, kami akan mengunggulkan akreditasikan semua prodi hingga akreditasi internasional,” ucapnya.

UIN Malang menurutnya juga telah menegaskan komitmen menciptakan lulusan berkualitas, berakhlak dan berdaya saing hingga mampu menaklukkan kompetisi dunia kerja.
Ia juga menekankan bahwa UIN Malang dan lulusannya akan terus berkomitmen dalam memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

“UIN Malang peduli dengan isu isu lingkungan, kemanusiaan, sosial dan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa,” ucapnya.
Ia juga mengajak warga UIN Malang untuk bekerjasama dalam mewujudkan green campus agar kedepan benar benar bisa memberikan dampak dalam isu lingkungan internasional.
Di dalam isu kemanusiaan, UIN Malang siap menerjunkan para pakarnya. Misalnya mendampingi pesantren terkait manajemen konstruksi sebagai antisipasi tragedi Ponpes Al Khoziny Sidorarjo.
Sebagai informasi, Dies Maulidiyah ke-64 UIN Malang juga diwarnai dengan kegiatan perlombaan olahraga, konferensi internasional, seminar ilmiah hingga kegiatan penguatan spiritual.
Rencananya, juga akan ada kegiatan UIN Goes to Pesantren, peringatan Hari Santri hingga peluncuran digitalisasi tata kelola UIN Malang melalui aplikasi Single Sign On (SSO) sebagai langkah mewujudkan smart university.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: M Sholeh


















