Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Ekosistem Lamun di Malang Selatan Kritis, Riset UB Ungkap Dampaknya bagi Dugong dan Karbon Biru

Redaksi by Redaksi
September 19, 2025 6:05 pm
in Pendidikan
Lamun di Malang Selatan

Ilustrasi Pengukuran Lamun dengan Line Intercept Transect (Pantai Waru-waru, Kabupaten Malang. Foto: Dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Hasil riset Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) Malang mengungkapkan kondisi ekosistem lamun di pesisir Jawa Timur, termasuk wilayah Malang Selatan, berada dalam kondisi terancam. Penutupannya tercatat kurang dari 30 persen.

Temuan ini dipresentasikan dalam agenda Diseminasi Perkembangan Perancangan Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu (RZ KSNT) Cadangan Karbon Biru yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa waktu lalu.

READ ALSO

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Metode Riset Lamun di Malang Selatan

Perwakilan peneliti, Citra Satrya Utama Dewi, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa penelitian dilakukan melalui program Seagrass Watch dengan metode Line Intercept Transect (LIT). Teknik ini menggunakan rol meter yang ditarik tegak lurus dari bibir pantai ke arah laut. Setiap 10 meter, peneliti menempatkan transek kuadrat untuk menghitung persentase tutupan lamun.

“Meski tutupan lamun di Malang Selatan kurang dari 30 persen, namun masih memiliki kemampuan menyimpan karbon. Jika kerusakannya disebabkan faktor alam, ekosistem lamun bisa pulih. Namun jika karena pembangunan, potensi pemulihannya jauh lebih kecil,” jelas Citra.

Baca juga: FDA Sebut Udang Indonesia Berbahaya, Dosen UB: Masih Layak Dikonsumsi

Lamun, Penyimpan Karbon Biru yang Terabaikan

Lamun sering luput dari perhatian karena jarang dimanfaatkan secara ekonomis oleh manusia. Padahal, lamun berperan penting bagi ekosistem laut, terutama sebagai penyerap karbon biru (blue carbon).

“Dari temuan kami, banyak lamun hilang akibat reklamasi dan pembangunan. Hilangnya lamun akan berdampak langsung pada keberlanjutan populasi dugong, yang membutuhkan sekitar 30 kilogram lamun per hari sebagai sumber makanan utamanya,” tambahnya.

Selain itu, lamun terdiri dari dua bagian utama:

  • Above ground: daun dan batang.

  • Below ground: rimpang dan akar yang tersimpan di dalam sedimen.

Bagian below ground inilah yang menjadi penyimpan karbon terbesar dalam ekosistem lamun.

Peran Lamun bagi Ekosistem Laut

Lamun
Tim Peneliti FPIK Sedang Melakukan Pengukuran Lamun. Foto: Dok.

Tak hanya menyerap karbon, lamun juga berperan penting menjaga kelangsungan hidup terumbu karang. Lamun mampu menyaring lumpur dan partikel halus sehingga aliran air ke area karang tetap jernih dan tidak kelebihan nutrien.

Jika lamun hilang, pertumbuhan alga akan sulit dikendalikan. Akibatnya, permukaan terumbu karang bisa tertutup alga, yang berpotensi merusak ekosistem laut secara keseluruhan.

Dalam diseminasi hasil penelitian tersebut, materi yang dipaparkan mencakup dua riset utama, yaitu pertama, studi Blue Carbon di Lamongan dan Pulau Tabuhan (2023) bersama dengan DKP Jawa Timur, yang memetakan jenis, sebaran, biomassa, dan stok karbon lamun sebagai baseline potensi karbon biru pesisir utara Jawa Timur.

Sedangkan, publikasi kedua membahas potensi stok Blue Carbon di Pesisir Malang (2024). Di sana, terdapat lima jenis lamun, yaitu: Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Syringodium isotifolium, and Thalassia hemprichii.

Di daerah Malang Selatan, ada lima pantai yang menjadi site monitoring, yaitu pantai: Bale Kambang, Kondang Merak, Gatra, Pantai Waru-waru, dan Sendang Biru.

Lamun atau dikenal juga sebagai seagrass, berbeda dengan rumput laut (seaweed). Ia menuturkan bahwa lamun adalah satu-satunya produsen primer di laut dangkal yang mempunyai peluang menyimpan karbon di laut (blue carbon).

Untuk itu, ia mendorong semua pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat, untuk lebih memperhatikan ekosistem lamun melalui kebijakan perlindungan dan restorasi. Langkah ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Goals (SDGs): ke-13 (Penangan Perubahan Iklim), ke-14 (Ekosistem Lautan), dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: ekosistem lamunekosistem lamun di malang terancam punahFPIK UBpesisir malang selatansea grassUB Malanguniversitas brawijaya

Related Posts

Reuni Akbar UIN Malang tahun 2026 dilanjutkan dan pelantikan katan alumin. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Kamis, 15 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang tegaskan komitmen pembangunan zona integritas. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Pendidikan

Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Kamis, 15 Okt 2026
Tujuh ilmuwan Universitas Brawijaya masuk daftar Top dua persen Researchers tahun 2026 atau peneliti terbaik dunia. Foto: Dok. UB
Pendidikan

7 Ilmuwan UB Masuk Daftar Peneliti Terbaik Dunia 2026

Rabu, 14 Okt 2026
ITN Malang English Festival 2026, Siswa BSS Borong Juara
Advertorial

ITN Malang English Festival 2026, Siswa BSS Borong Juara

Rabu, 14 Okt 2026
Seminar Green Tech ITN Malang
Advertorial

Seminar Green Tech ITN Malang Diserbu 230 Peserta

Rabu, 14 Okt 2026
Universitas Negeri Malang dan MGBK SMK Malang Raya Perkuat Kompetensi Guru BK
Advertorial

Universitas Negeri Malang dan MGBK SMK Malang Raya Perkuat Kompetensi Guru BK

Rabu, 14 Okt 2026
Next Post
Polresta Malang Kota

Mabes Polri Audit Polresta Malang Kota Usai Demo Ricuh 29 Agustus

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.