MALANG, Tugumalang.id – Yayasan Pendidikan Intan Mutia kini dikenal sebagai penyelenggara berbagai olimpiade pendidikan bergengsi melalui wadah seperti Kompetisi Matematika dan Sains Indonesia (KMSI), Jenius Science Olympiad (JSO), dan Intan Mutia Competition (IMC).
Dinahkodai oleh Mochammad Ali Yasin, S.E selaku Ketua Yayasan Pendidikan Intan Mutia, lembaga ini menorehkan reputasi sebagai pionir olimpiade pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan kepercayaan sebagai fondasi utama.
Filosofi “Jujur itu Juara”, menjadikan setiap kompetisi bukan sekadar ajang adu kecerdasan. Tetapi juga pembentukan karakter unggul, integritas, dan semangat sportivitas bagi ribuan pelajar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Jesselyn Michelle Setiobudi, Siswa Asal Malang Sabet Banyak Prestasi di Olimpiade Matematika Nasional Maupun Internasional

“Karena kepercayaan berasal dari pelayanan, mungkin satu-satunya untuk pelaksanaan olimpiade pendidikan yang mempunyai jargon jujur itu juara,” kata Ali Yasin kepada Tugumalang.id, Senin (18/8/2025).
“Kenapa saya bilang jujur itu juara, karena biasanya lembaga lain ketika melaksanakan, tidak mau memberikan lembar jawaban ketika ada orang tua minta. Mereka tidak mau menunjukkan hasil yang dikerjakan anak-anak. Kalau kami, alhamdulillah apapun hasilnya kami tunjukkan,” terangnya.
Menurut Ali Yasin, hal itu penting agar orang tua bisa mengetahui kemampuan putra putrinya. Sehingga ketika ada orang tua yang meminta hasil pekerjaan putra putri mereka ketika mengikuti event KMSI, IMC, maupun JSO, hasilnya akan langsung diberikan kepada orang tua.
Baca Juga: Tatap Masa Depan Industri Teknologi, Universitas Brawijaya Gelar Olimpiade Vokasi Indonesia 2025
“Ini salah satu komitmen kami di Intan Mutia, bahwa tidak ada yang ditutup-tutupi. Jadi ketika mereka (orang tua peserta) minta lembar jawaban, akan kita foto dan kirimkan ke orang tua,” jelas pria yang juga aktif di organisasi Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) tersebut.
Filosofi Kejujuran, Kepercayaan, dan Konsistensi
Bagi Ali Yasin, perkembangan pesat Yayasan Pendidikan Intan Mutia sebagai penyelenggara olimpiade pendidikan yang kredibel, bahkan telah terakurasi dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Semua berkat konsistensi dalam membangun sistem kompetisi yang terpercaya, profesional, serta mengedepankan nilai kejujuran.
Melalui KMSI, IMC, dan JSO, ia membuktikan bahwa pengelolaan lembaga olimpiade pendidikan bukan sekedar urusan teknis. Melainkan juga soal membangun budaya percaya dan jujur dari level peserta sampai penyelenggara.
Komunikasi dengan pihak orang tua peserta, menurut Ali Yasin penting untuk membangun nilai kejujuran dan juga menjaga kepercayaan terhadap Yayasan Pendidikan Intan Mutia.
“Kalau hanya lembar jawaban yang kita share, sementara lembar soal tidak rasanya juga enggak fair juga. Jadi soal juga kita berikan, ada soal dan jawaban sehingga kami ada koneksi dengan orang tua,”
jelas Ali Yasin.
Salah satu yang menjadi keunggulan atau ciri khas Yayasan Pendidikan Intan Mutia dengan lembaga penyelenggara olimpiade lainnya. Mereka memberi kesempatan kepada orang tua peserta untuk sharing dan juga konsultasi dengan guru atau mentornya.
“Memang kami berikan soal dan jawaban, agar mereka dapat bertanya ke guru dan juga mentornya. Itu yang menjadi kelebihan kami dibandingkan lembaga lain,” ujarnya.
Pada tahun 2024, event Intan Mutia mencatat lebih dari 44.000 peserta dari 17 provinsi dan 112 kota maupun kabupaten. Rangkaian event tersebut mencakup KMSI sebanyak 26.818 peserta dan JSO sebanyak 17.763. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya cabang Intan Mutia di seluruh wilayah Indonesia.
Tidak Hanya Pendidikan Tetapi Juga Kepedulian Sosial
Gelaran event yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Intan Mutia, bagi Ali Yasin bukan sekedar wadah mengasah kemampuan dan pengetahuan siswa. Tetapi juga sebagai sarana berbagi kepada masyarakat sekitar di setiap event yang digelar.
Sebagaimana keinginan Ali Yasin ketika mendirikan Yayasan Pendidikan Intan Mutia, tidak hanya berkontribusi di bidang pendidikan tetapi juga sosial. Hal itu ia wujudkan dengan membantu anak yatim, yatim piatu, dan kaum dhuafa di kota atau kabupaten diselenggarakannya event olimpiade Intan Mutia.
Yayasan Pendidikan Intan Mutia juga membebaskan biaya pendaftaran dari babak penyisihan hingga grand final bagi peserta dari kalangan keluarga tidak mampu.
“Anak-anak yatim piatu dan dhuafa, kita bebaskan biaya pendaftaran dari penyisihan sampai grand final. Dari hasil pendaftaran yang masuk, kita potong untuk anak yatim, yatim piatu, dan kaum dhuafa di daerah setempat,” ungkap Ali Yasin.
“Jadi setiap fee, sebesar lima persen kita donasikan. Jadi tidak semuanya dikirim ke pusat, jadi ibadah saya ada 114 kota. Silahkan dikasihkan kepada yang membutuhkan, baik muslim atau di luar muslim silahkan, terbuka kepada siapapun yang membutuhkan,” tutupnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























