Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Bukan Sekadar Nakal: Memahami Oppositional Defiant Disorder (ODD) pada Anak

Redaksi by Redaksi
Agustus 10, 2025 9:54 am
in Tugu Sehat
Oppositional Defiant Disorder

Ilustrasi/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pernahkah Anda menjumpai anak yang mudah marah, gemar membantah, dan seakan selalu menolak mengikuti aturan? Banyak orang menganggapnya sebagai fase “nakal” yang akan berlalu dengan sendirinya. Namun, perilaku tersebut bisa saja menjadi tanda Oppositional Defiant Disorder (ODD) atau gangguan menentang dan pembangkangan.

Baca juga: 36 Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Malang

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Artikel ini merangkum penjelasan dari jurnal ilmiah karya Ghosh, Ray, dan Basu (2017) berjudul Oppositional Defiant Disorder: Current Insight, yang diterbitkan dalam Psychology Research and Behavior Management. Pembahasan meliputi pengertian ODD, gejala, penyebab, dampak, hingga strategi penanganan berdasarkan bukti ilmiah.

Apa Itu Oppositional Defiant Disorder (ODD)?

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5), ODD adalah gangguan perilaku yang ditandai pola marah berulang, mudah tersinggung, membantah figur otoritas, serta perilaku dendam yang konsisten selama minimal enam bulan.

Gejala ODD terbagi menjadi tiga kelompok utama:

  1. Mood Marah/Iritabel

    • Mudah tersinggung atau cepat marah.

    • Kehilangan kesabaran dalam situasi sehari-hari.

    • Melampiaskan emosi melalui kata-kata kasar atau perilaku fisik seperti membanting barang.

  2. Perilaku Menentang/Argumentatif

    • Sering membantah perintah orang dewasa.

    • Menolak mematuhi aturan.

    • Menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri.

  3. Perilaku Dendam atau Membalas

    • Menyimpan kemarahan dan membalas perlakuan orang lain, baik secara langsung maupun terselubung.

    • Muncul setidaknya dua kali dalam enam bulan.

Meski mirip dengan Conduct Disorder (CD), ODD adalah gangguan yang berbeda. Tidak semua anak dengan ODD akan berkembang menjadi CD, sehingga deteksi dini sangat penting untuk mencegah masalah perilaku yang lebih berat.

Dampak ODD terhadap Kehidupan Anak

Penelitian Ghosh menegaskan bahwa dampak ODD tidak hanya memengaruhi perilaku sehari-hari, tetapi juga hubungan sosial dan prestasi akademik. Beberapa di antaranya:

  • Sulit menjalin pertemanan positif karena cenderung memprovokasi atau mendominasi.

  • Konflik berkepanjangan dengan guru dan orang tua akibat sikap membantah.

  • Isolasi sosial karena penolakan dari teman sebaya (peer rejection).

Jika tidak diintervensi, ODD dapat memicu kegagalan akademik dan meningkatkan risiko gangguan mood atau kecemasan pada masa remaja.

Penyebab ODD: Faktor Genetik dan Lingkungan

ODD biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor biologis dan lingkungan. Ghosh et al. (2017) mencatat bahwa sekitar 60% kasus ODD dipengaruhi faktor genetik.

Faktor lingkungan yang berperan antara lain:

  • Pola asuh yang tidak konsisten.

  • Lingkungan rumah penuh konflik.

  • Paparan kekerasan atau stres berat.

  • Tinggal di lingkungan sosial yang penuh tekanan.

Kombinasi kerentanan genetik dan lingkungan buruk dapat memperbesar risiko anak mengalami ODD. Sebaliknya, pengasuhan positif dan dukungan sosial dapat menjadi pelindung yang kuat.

Cara Menangani ODD: Strategi yang Terbukti Efektif

Kabar baiknya, ODD bisa ditangani dengan pendekatan berbasis bukti (evidence-based). Beberapa strategi yang direkomendasikan antara lain:

  1. Parent Management Training (PMT)

    Melatih orang tua memberikan respon konsisten dan positif, memberi pujian saat perilaku baik, serta memberikan konsekuensi adil saat anak melanggar aturan.

  2. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

    Membantu anak mengubah pola pikir negatif, mengelola emosi, dan meningkatkan keterampilan sosial.

  3. Terapi Keluarga Strategis

    Memperbaiki pola komunikasi dan peran dalam keluarga untuk menciptakan suasana rumah yang harmonis.

  4. Pendekatan Berbasis Sekolah

    Melibatkan guru dalam memberikan penguatan positif dan strategi kelas yang mendukung perubahan perilaku anak.

Kesimpulan

Oppositional Defiant Disorder bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan gangguan perilaku yang memerlukan perhatian khusus. Dengan deteksi dini, pendekatan konsisten dari orang tua dan guru, serta terapi berbasis bukti, anak dengan ODD tetap memiliki peluang besar untuk berkembang sehat secara emosional dan sosial.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis : Risma Elina (Magang)
redaktur: jatmiko

Tags: Anak-anakkenakalan anakOppositional Defiant Disorder

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Acara warga Merjosari Kota Malang dalam memperingati HUT RI ke-80. Foto/dok

Sambut HUT RI ke-80, Warga Merjosari Kota Malang Senam dan Main Game Bareng

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.