Tugumalang.id – Memupuk kemandirian anak di usia remaja sudah menjadi problem utama yang dihadapi banyak orang tua. Problem itu masih dihadapkan pada beragam tantangan, mulai aspek psikologis, dominasi penggunaan gawai hingga kepekaan jiwa tanggung jawab.
Namun, sekolah asrama di Kota Batu, Al Hikmah International Islamic Boarding School (Al Hikmah IIBS) punya solusi berbasis pendidikan holistik untuk memupuk kemandirian anak melalui program boarding school. Metode ini sangat berbeda dari metode yang dilakukan sekolah pada umumnya.
Baca Juga: Polda Jatim Tangkap Mahasiswa yang Peras Kadis Pendidikan Jatim di Kafe Surabaya
Kepala SMP Al Hikmah IIBS Batu, Moch. Salahuddin Thalut mengklaim jika program boarding school di Al Hikmah IIBS telah terstruktur dan matang dengan tujuan utama mempercepat proses pendewasaan siswa, baik secara mental, emosional, maupun spiritual.

Salahuddin menegaskan jika program boarding di Al Hikmah IIBS tak hanya menyasar aspek akademik, tapi juga mendidik siswa agar menjadi pribadi yang tangguh, mandiri dan dewasa secara spiritual. ”Anak-anak belajar mandiri, mampu mengelola waktu dan mengatur diri sendiri.
”Dalam membentuk karakter itu, perlu lingkungan yang baik, sistem pendidikan yang terukur dengan pendekatan pendidikan holistik berbasis nilai-nilai Islam,” jelasnya, Kamis (31/7/2025).
Baca Juga: SMK PGRI 3 Malang Jadi Percontohan Pendidikan Vokasi Menuju Indonesia Emas 2045
Alih-alih menerapkan metode pendidikan yang ketat, para siswa di sana justru diberi keleluasaan untuk mengelola dan mengatur waktu belajar mereka.
Dalam hal ini, para musyrif atau guru hanya berperan sebagai semacam coach atau konsultan. Intinya, siswa bagi mereka tidak ditempatkan sebagai objek kurikulum, melainkan subjek.
”Jadi di sini sifatnya self managed learning, siswa bisa menentukan sendiri mau belajar aljabar atau agoritma dulu atau apa. Kami hanya mengarahkan dan menjaga alur belajar sesuai modul aplikasi kami,” terangnya.
Dalam situasi rutinitas harian seperti itu, pihaknya yakim siswa dapat membentuk kedisiplinannya dan pengelolaan waktunya sendiri secara bertahap. Di dalamnya juga mereka melewati fase pemecahan masalah hingga berempati terhadap sesama.
Selain itu, program boarding di Al Hikmah IIBS Batu juga mengedepankan pendampingan emosional yang intensif, dengan komunikasi yang sehat dan kolaboratif antara musyrif (pembina asrama), guru, dan orang tua.
Pendekatan pembinaan yang digunakan tidak lagi berbasis stick and carrot (reward and punishment), namun berbasis pada pendekatan dialogis yang membangun kesadaran, memperkuat nilai, serta menjalin hubungan yang hangat dan saling percaya antara pembina dan siswa.
Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya dibimbing dalam aspek perilaku, tetapi juga diajak memahami makna di balik setiap keputusan dan konsekuensi, sehingga pembentukan karakter berlangsung secara reflektif dan bermakna.
”Fungsi para musyrif di sini selain guru atau ustadz, mereka juga menjadi tempat curhat (guru BK) juga guru agama sekaligus,” ujarnya.
Di sisi lain, anak-anak tetap mendapat pengawasan dan pendampingan ketat. Setiap rumah asrama dihuni 20 hingga 24 siswa, dengan pendampingan dari 2 musyrif. Mereka juga berasal dari satu kelas yang sama, sehingga suasana kekeluargaan dan kebersamaan lebih mudah tercipta.
“Setiap rumah asrama terdiri dari 6 kamar dan 1 kamar diisi 4 anak. Dengan komposisi ini, suasana jadi lebih kondusif dan terkendali,” imbuhnya.
Tak hanya unggul di sisi akademik dan karakter, Al Hikmah IIBS juga memperhatikan pengembangan minat dan bakat siswa. Program unggulan seperti self-managed learning, pembiasaan Bahasa Inggris, tahsin, tahfidz dan tarjim menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian siswa.
Sekolah juga terbilang fleksibel menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. Jika ada minimal 10 siswa dengan minat yang sama, pihak sekolah akan menghadirkan guru khusus.
“Ini sesuai dengan visi kami unggul secara akademik maupun non-akademik. Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas, tapi juga percaya diri dengan potensi mereka,” ungkapnya.
Sementara di tahun ajaran 2026/2027 ini, Al Hikmah IIBS Batu membuka pendaftaran untuk jenjang SMP dan SMA, dengan kuota terbatas sebanyak 125 siswa. Jumlah itu kata Salahuddin memang sengaja dibatasi karena bertujuan membangun budaya belajar yang berkualitas dan terkontrol.
”Jika jumlah siswa terlalu banyak, saya kira akan sulit untuk menjaga kualitas pembinaan dan budaya belajar yang baik,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























