Malang, Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Workshop Pemetaan Rencana Tata Ruang Tingkat Menengah 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas daerah di bidang penataan ruang. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Workshop Lembaga Pengembangan Kerjasama dan Usaha (LPKU) ITN Malang pada 17–18 dan 21–22 Juli 2025.
Workshop ini diikuti oleh perwakilan perangkat daerah yang menangani urusan penataan ruang dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Workshop Pemetaan Rencana Tata Ruang Tingkat Dasar yang telah sukses diselenggarakan pada April 2025.
Tujuan utama workshop ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam penyusunan rencana tata ruang, khususnya di sektor perkotaan. Dengan peningkatan kapasitas ini, diharapkan kualitas dokumen tata ruang di daerah akan semakin baik dan mampu menjawab tantangan pembangunan wilayah yang berkelanjutan di Jawa Timur.
ITN Malang Tunjukkan Komitmen melalui Kolaborasi Strategis

Rektor ITN Malang, Dr. Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama antara ITN Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, ITN Malang memiliki rekam jejak panjang dalam mendampingi pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Timur hingga Papua, khususnya dalam bidang pemetaan dan penataan ruang wilayah.
“Ini adalah bentuk komitmen ITN Malang untuk mendukung pembangunan daerah dan penataan ruang melalui pendampingan teknis kepada aparatur pemerintah. Kami mengapresiasi kerja sama ini dan berharap sinergi ini terus berlanjut ke sektor-sektor lain,” ujarnya.
Baca juga: ITN Malang dan Pemkab Mahulu Paparkan Enam Kajian Strategis untuk Pembangunan Daerah
Ia juga menambahkan bahwa ITN Malang telah diakui secara nasional maupun internasional sebagai institusi teknologi yang unggul dalam menghubungkan teori dengan praktik lapangan. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui LPKU, ITN Malang memiliki beberapa Center of Excellence (CoE) yang menjadi motor penggerak kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Salah satunya adalah di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT), di mana Kampus 2 ITN Malang telah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi mandiri.
Keunggulan ITN Malang dalam Teknologi dan Tata Ruang
Tak hanya itu, ITN juga memiliki pengalaman luas dalam penyusunan rencana tata ruang, pengembangan kawasan urban, wilayah pesisir, hingga pengelolaan lingkungan.
“Secara khusus, kajian tata ruang wilayah adalah salah satu kekuatan utama kami yang telah banyak menjalin kerja sama dengan pemerintah kota, kabupaten, hingga provinsi di seluruh Indonesia,” kata Awan.
Ke depan, ITN Malang berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi yang sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menciptakan tata ruang yang berkelanjutan. Mengingat permasalahan tata ruang yang semakin kompleks setiap tahunnya.
RDTR sebagai Fondasi Tata Ruang yang Adil dan Adaptif
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur yang diwakili Plt Kabid Penataan Ruang, Ir. Siti Mahmudah, ST, menyampaikan bahwa workshop pemetaan tata ruang ini merupakan bagian upaya memperkuat kapasitas daerah dalam menyusun tata ruang yang lebih presisi, lebih adaptif dan sesuai dengan dinamika perkembangan wilayah.
Ia menekankan bahwa penataan ruang bukan hanya soal menggambar peta atau mengikuti studi formal. Namun sebagai proses pemikiran strategis yang memadukan visi pembangunan dengan kondisi nyata di lapangan. Lalu menerjemahkannya menjadi kebijakan tata ruang yang adil.
Untuk itu, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) memegang peran sangat penting sebagai dasar legal dan teknis bagi keputusan pembangunan. Mulai dari izin usaha, investasi, pengendalian pemanfaatan ruang hingga pelestarian lingkungan.
“Tanpa RDTR yang baik, pembangunan bisa salah arah, tumpang tindih,” ucapnya.
Praktik Langsung dan Materi Aplikatif dalam Workshop
Dalam workshop ini, peserta diajak untuk menggali lebih dalam aspek teknis penyusunan peta tata ruang RDTR. Materi yang disampaikan cukup strategis dan aplikatif, mencakup sesi praktik langsung mulai dari input data hingga tahap akhir, dirancang agar workshop tidak hanya menghasilkan pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis.
“Kami berterima kasih kepada tim ITN Malang sebagai mitra kami. Semoga kerja sama antara pemerintah daerah dan akademisi terus berlanjut tidak hanya dalam workshop, tetapi juga riset, pendampingan teknis, dan inovasi tata ruang,” tuturnya.
ITN Malang Fokus Dukung Pembangunan SDM Daerah
Kepala LPKU ITN Malang, Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., menambahkan bahwa workshop ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara Pemprov Jawa Timur dan ITN Malang.
“Tiap tahun kami konsisten ada implementasi dari kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jatim, baik dalam bentuk penyusunan kajian dokumen perencanaan maupun pelaksanaan pelatihan dan workshop,” katanya.
Baca juga: 25 Personel TNI Poltekad Kota Batu Rampungkan Praktikum di Laboratorium Teknik Mesin S-1 ITN Malang
Workshop kali ini melibatkan dosen dan alumni ITN Malang sebagai mentor. Dibagi menjadi dua sesi terpisah dan berfokus pada pemetaan tata ruang dan praktik.
Ardy berharap SDM di ITN Malang dapat terus mendukung pembangunan SDM di daerah yang bekerja sama dengan ITN.
“Kami juga berencana melaksanakan pelatihan-pelatihan yang kami fasilitasi sendiri sesuai dengan kompetensi peserta,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























