BEKASI, Tugumalang.id – KID-ABA Autism & ADHD Center Indonesia kembali menghadirkan kegiatan edukatif berbasis ilmiah dalam bentuk diseminasi hasil penelitian disertasi.
Bertajuk Efektivitas Metode Smart ABA sebagai pengembangan ABA untuk Mengajar dan Melatih Kemampuan Bicara dan Membaca pada Autisi, kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (13/7/2025) secara daring melalui Zoom.
Tujuan dari kegiatan edukatif tersebut, untuk menyebarluaskan hasil penelitian doktoral, Dr. dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPd.I dari Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I Jakarta.
Di mana dari hasil penelitian yang dilakukan Rudy, membuktikan secara ilmiah bahwa metode Smart ABA efektif dan efisien dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan membaca pada anak dengan autisme.
Baca Juga: Animo Masyarakat Tinggi di Event Batam Autism Conference 2025: Soroti Lonjakan Kasus Autisme
Kegiatan ini diikuti oleh 287 peserta dari kalangan orang tua, dokter, psikolog, guru, terapis, mahasiswa, dan pemerhati autisme dari berbagai daerah.
Dr. Rudy Sutadi: Membangun Terapi Autisme Berbasis Bukti
Diseminasi ini menampilkan Dr. dr Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPd.I, sebagai narasumber utama. Ia adalah lulusan Program Doktor Psikologi Pendidikan Universitas Persada Indonesia (UPI) YAI Jakarta tahun 2025.
Dr Rudy begitu dia biasa dipanggil merupakan profesional Indonesia pertama yang mempelajari ABA untuk Autisme ke Amerika Serikat pada tahun 1997, langsung dari Prof Lovaas, dan beberapa tempat lainnya di Amerika dan Australia.
Kemudian bersama Arneliza Anwar dia mengembangkan ABA menjadi Smart ABA untuk Autisme, yang pengembangannya lebih dari 22 teknik atau prosedur mengajar anak autisi, sehingga lebih memudahkan terapis dan profesional bidang terapi autisme.
Baca Juga: Menuju Pendidikan Ramah Autisme: JEAC25 Siap Digelar Mei 2025
Rudy juga dikenal sebagai Bapak ABA Indonesia serta Konsultan Smart ABA dan Smart BIT. Tercatat 80 kali Rudy memberikan training dan seminar tentang Autisme dan ABA konvensional, dan 175 kali untuk Smart ABA.
Keahlian dr. Rudy di bidang terapi Autisme, menggarisbawahi pentingnya kontribusi ilmiah berbasis bukti dan praktik nyata yang dilakukan oleh praktisi seperti dr Rudy, khususnya dalam menjawab kebutuhan intervensi yang terukur serta efektif dan efisien pada Autisi.
Ilmiah dan Berdampak Nyata
Dalam diseminasi ini, Dr. dr. Rudy Sutadi menjelaskan bahwa Smart ABA adalah pengembangan dari metode ABA klasik (Applied Behavior Analysis), yang dikembangkan secara sistematis berdasarkan pengalaman lapangan dan bukti ilmiah selama lebih dari 28 tahun.
Penelitian doktoralnya menggunakan pendekatan Single Subject Research dengan desain eksperimental, melibatkan lima subjek anak autisi yang dilaksanakan oleh terapis Smart ABA yang berkompeten yang telah menjalani training dan magang secara berjenjang dan bertahap.
Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa dengan Smart ABA, Autisi (Penyandang Autisme) mampu mencapai kemampuan berbicara dalam kalimat dan membaca kata dan kalimat dalam waktu 2–3 bulan, jauh lebih cepat dibandingkan dengan terapi ABA konvensional yang membutuhkan waktu 4 sampai 12 kalinya (bertahun-tahun).
“Hasil ini diperoleh melalui pembelajaran sistematis yang diawali dari pelatihan attending skills yang menjadi fondasi belajar, seperti duduk tenang, kontak mata, dan kepatuhan terhadap instruksi,” jelas Dr. dr. Rudy
Bersamaan dengan melatih konsep tiru melalui program imitasi gerakan motorik kasar, setelah itu imitasi gerakan motorik halus, kemudian imitasi gerakan mulut (dalam hal ini, buka mulut), selanjutnya berbicara dan membaca.
Penelitian Disertasi Dr. dr. Rudy mendapatkan hasil bahwa Smart ABA sangat efektif dan sangat efisien dalam mengajar dan melatih Autisi untuk berbicara, sedangkan untuk membaca hasilnya efektif dan efisien.
Pengakuan Akademik dari Promotor
Hadir sebagai Keynote Speaker, yaitu Prof Dr. Asmadi Alsa, SU, Psikolog, yang merupakan Guru Besar Psikologi Pendidikan Universitas Persada Indonesia UPI YAI Jakarta yang sekaligus Promotor Dr. dr. Rudy.
Dalam ulasannya, ia menggarisbawahi bahwa seseorang dinyatakan kompeten dalam bidangnya jika memiliki pengetahuan dan pengalaman praktik.
Keduanya sudah dimiliki oleh Dr. dr. Rudy dengan latar belakang Psikologi dan Kedokteran serta memiliki pengetahuan tentang terapi Autisme dari berbagai sumber di Amerika, selain juga belajar secara otodidak dari berbagai buku, jurnal artikel ilmiah, serta publikasi lainnya.
“Walaupun saya yakin, di awal-awal mulai berkecimpung dalam terapi untuk autisme, tentunya dia mengalami banyak kendala dan tantangan, tapi dari sinilah dia belajar menghadapi tantangan tersebut dan mematangkan dirinya sebagai profesional,” kata Prof. Asmadi
Pihaknya teringat ketika pertama kali Kaprodi S3 Psikologi Pendidikan (Dr. Anizar Rahayu, M.Si., Psikolog) menyampaikan ada calon mahasiswa S3 di Prodi Ilmu Psikologi yang mengusung tema Autisme dalam disertasinya, yang membuatnya sangat tertarik. Ditambah lagi ia melihat latar belakang profesional dan pendidikannya.
Pembimbing Disertasinya harus memiliki latar belakang metodologi yang kuat dalam mengarahkan kerja penelitian sesuai dengan prosedur dan langkah-langkah penelitian ilmiah. Salah satu passionnya sebagai dosen adalah penelitian.
Dengan pengalaman selama lima dasawarsa membimbing skripsi, tesis dan disertasi mahasiswa, sehingga menurutnya tidak berat untuk mengarahkan penelitian disertasi Dr. dr. Rudy Sutadi, SpA, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademik-ilmiah.
Prof. Dr. Asmadi Alsa, SU, Guru Besar Psikologi Pendidikan UPI Y.A.I Jakarta yang menjadi keynote speaker dan promotor dalam diseminasi disertasi ini, memberikan pengakuan penuh terhadap validitas ilmiah dari hasil penelitian tersebut.
Dalam ulasannya tersebut, Prof. Asmadi menegaskan bahwa kompetensi Dr. Rudy tidak hanya dibentuk oleh pendidikan formal di bidang kedokteran dan psikologi, tetapi juga dari pengalaman praktik langsung yang panjang dan mendalam di lapangan.
“Saya menyatakan bahwa hasil penelitian disertasi Dr. Rudy dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan ilmiah. Smart ABA bukan sekadar metode terapi, melainkan intervensi yang terstruktur dan efektif berbasis data,” ungkapnya.
Kurikulum Berbasis Bukti, Terapis Berkompeten
Smart ABA tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga pada kualitas terapis. Program pelatihan terapis yang dikembangkan KID-ABA terbukti mampu mencetak terapis profesional yang kompeten, dengan latar belakang sarjana berbagai bidang atau jurusan.
Hal ini menjadi solusi konkret untuk memenuhi kebutuhan Terapis Smart ABA yang profesional dan berkompeten bagi Autisi di Indonesia.
Dr. dr. Rudy menjelaskan bahwa keberhasilan Smart ABA didasarkan antara lain pada kurikulum sistematik yang dirancang sesuai kemampuan Autisi pada asesmen awal, SOP (Standard Operating Procedure) yang terstruktur, dan sistem penilaian yang terkuantifikasi.
Ia juga menegaskan bahwa pendekatan Smart ABA membuka jalan bagi kesembuhan autisme secara menyeluruh, bukan sekadar peningkatan perilaku atau kemampuan saja.
Kembali pada Prinsip: Autisme Bisa Sembuh
KID-ABA telah sejak lama mengusung moto “Autism Is Curable – Insha Allah”, dan hasil disertasi ini menjadi tonggak penting bersejarah dalam pembuktian ilmiahnya. Sudah banyak Autisi dari berbagai daerah telah ditangani dengan hasil nyata, dan kini diperkuat dengan validitas akademik.
“Yang terpenting bukan hanya bahwa anak bisa bicara dan membaca, tapi bahwa mereka mampu bersekolah di sekolah reguler, bukan sekolah inklusi, apalagi Sekolah Khusus atau Sekolah Luar Biasa, kemudian hidup mandiri dan berfungsi serta berkarya di masyarakat yang tidak berbeda dengan masyarakat pada umumnya,” ujar Dr. dr. Rudy.
“Saat ini sudah ada yang sarjana S1 dan S2 serta bekerja sebagai ASN maupun Swasta, bahkan ada yang usaha mandiri atau wiraswasta,” tegasnya.
Gratis dan Terbuka untuk Umum
Kegiatan diseminasi ini merupakan kegiatan ke-178 dari KID-ABA, dan diberikan secara gratis untuk masyarakat luas, lengkap dengan e-sertifikat untuk seluruh peserta.
Moderator acara ini adalah Dr. Kuncono Teguh Yunanto, S.Psi, MM – Dekan Fakultas Psikologi UPI Y.A.I yang juga merupakan ko-promotor dalam disertasi tersebut.
Sebagai penutup, Prof. Asmadi mengajak kalangan akademisi, praktisi, dan pemerintah untuk lebih memberi perhatian pada intervensi berbasis bukti seperti Smart ABA yang terbukti mampu mempercepat pencapaian kesembuhan di Indonesia.
Tentang KID-ABA
KID-ABA Autism & ADHD Center Indonesia adalah pelopor terapi berbasis bukti dengan Smart ABA dan Smart BIT, berkedudukan di Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat. Dikenal karena keberhasilannya dalam menangani banyak kasus autisme dan ADHD.
KID-ABA aktif menyelenggarakan pelatihan, seminar, edukasi, webinar, serta riset ilmiah untuk meningkatkan kapasitas tenaga terapis dan edukasi publik. Sampai saat ini sudah 178 kali KID ABA melaksanakan berbagai pelatihan, seminar dll di seluruh Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut seputar KID-ABA & ADHD Center Indonesia dapat diakses melalui:
· Website: www.kid-aba.com
· Whatsapp: 0889-8000-6000
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A































