MALANG, Tugumalang.id – Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan Pemerintah Pusat akan dibangun di Kabupaten Malang, tepatnya di Pantai Sipelot, Kecamatan Tirtoyudo.
Belum lama ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan peninjauan.
Desa Pujiharjo dipilih menjadi lokasi Kampung Nelayan Merah Putih karena memiliki sentra produksi perikanan dengan 540 orang nelayan dari total jumlah penduduk 6.987 jiwa. Desa Pujiharjo memiliki kontribusi produksi perikanan yang mencapai hampir 2 ribu ton per bulan.
Baca Juga: Kementerian ESDM Salurkan Ratusan PJU Tenaga Surya di Kota Malang
Jenis tangkapan di Pantai Sipelot di antaranya adalah ikan layur, tongkol, lemuru, dan palagis kecil. Ikan Layur yang menjadi komoditas utama dan diekspor hingga ke China.

Sakti mengatakan, Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan upaya pemerintah pusat dalam menggenjot produktivitas di daerah yang memiliki potensi perikanan. Melalui program ini, berbagai infrastruktur pendukung akan dibangun untuk meningkatkan produktivitas nelayan.
“Di sini sudah terbentuk Koperasi Merah Putih. Nanti akan kita bantu untuk sarana dan prasarana bagi para nelayan di Desa Pujiharjo dengan harapan akan semakin berkembang,” kata Sakti.
Baca Juga: Wujudkan Malang Makmur, Sanusi Dorong Program-Program Inovasi Pangan
Beberapa infrastuktur yang dijanjikan akan dibangung di Kampung Nelayan Merah Putih adalah cold storage, pabrik es, mini dermaga dengan tambahan perahu, SPBU, tempat kuliner, dan pasar ikan. Sakti berharap, sarana dan prasarana ini bisa membantu nelayan dalam menjaga kualitas tangkapannya.
“Produktivitas para nelayannya sudah bagus dengan banyak sekali jenis ikan. Hal itu yang harus kita jaga. Ikan tangkapan sampai sini harus tetap fresh sehingga kualitas ikannya jadi lebih bagus,” kata Sakti.
Saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanana RI sedang melaksanakan tahapan identifikasi dan finalisasi untuk memastikan titik mana saja yang akan dijadikan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurut Sakti, Pantai Sipelot dipilih karena telah menunjukkan perkembangan yang sangat bagus dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, hanya ada 30 unit kapal di pantai tersebut. Kini telah terdapat 320 unit kapal.
”Nelayan Sipelot Desa Pujiharjo ini berkembang cukup bagus dalam lima tahun belakangan,” kata Sakti.
Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso menyambut baik adanya program Kampung Nelayan Merah Putih di Pantai Sipelot. Adanya pembangunan dermaga dan SPBU akan memudahkan nelayan dalam melakukan pekerjaan mereka.
“Warga menyambut baik dan berharap banyak dengan program ini,” kata Hendik.
Ia menjelaskan, saat ini perahu nelayan di Pantai Sipelot sudah sangat banyak dan mengalami kesulitan untuk berlabuh. Oleh karena itu, perlu adanya dermaga di Pantai Sipelot.
Kemudian keberadaan SPBU di sekitar Pantai Sipelot akan menghemat biaya dan waktu karena nelayan tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk membeli bahan bakar. Saat ini, mereka harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk membeli bahan bakar di Dampit dan Turen.
Infrastruktur lainnya yang dirasa bisa membantu nelayan adalah pabrik es serta cold storage. Keduanya akan memudahkan nelayan menyimpan hasil tangkapan sehingga tetap segar meski disimpan dalam waktu yang cukup lama.
“Hasil tangkapan yang nggak bisa langsung dibawa ke Banyuwangi atau Probolinggo bisa disimpan di cold storage. Harapannya semua infrastruktur ini bisa betul-betul terwujud,” kata Hendik.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























