MALANG, Tugumalang.id – Polisi membubarkan ratusan simpatisan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang menutup Jalan Raya Karangkates, Kecamatan Sumberpcung, Kabupaten Malang pada Jumat (4/7/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.
Penutupan ini mengganggu arus lalu lintas dari Malang menuju ke Blitar dan sebaliknya. Petugas Polres Malang yang mendapat laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penertiban dan pembubaran.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, simpatisan ini merupakan warga PSHT yang berasal dari luar Malang. Mereka datang ke Malang untuk meramaikan pengesahan warga baru PSHT yang berlangsung di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Baca Juga: Ansor Banser Kota Malang Silaturahim dengan BPBD Kota Malang untuk Sinergi Penanganan Bencana
“Mereka bukan peserta resmi pengesahan, melainkan penggembira dari luar rayon yang datang tanpa koordinasi. Tindakan penutupan jalan ini spontan, meresahkan pengguna jalan, bisa-bisa memicu gesekan,” kata Bambang.
Menurutnya, polisi tidak tinggal diam dan langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan pembubaran massa secara tegas dan humanis. Ia menilai, penutupan ini berbahaya dan mengganggu ketertiban umum.
Baca Juga: Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo di Songgoriti: Warisan Budaya 1 Suro yang Tetap Lestari
“Kami kerahkan personel pengamanan dan melakukan pendekatan secara persuasif. Tidak ada tindakan represif, tapi kami tegas dalam menjaga ketertiban. Jalan harus steril, karena ini jalur utama penghubung antar wilayah,” jelasnya.

Aksi massa tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibahas dalam rapat koordinasi sebelumnya. Dalam rapat yang digelar Kamis (26/6/2025) tersebut, seluruh perguruan silat di Jawa Timur telah berkomitmen melaksanakan pengesahan warga baru secara terbatas dan tidak mengundang penggembira dari luar wilayah.
“Kami sudah sampaikan bahwa tidak ada penggembira. Kegiatan pengesahan PSHT di Malang hanya diperuntukkan bagi warga rayon setempat. Ini sudah menjadi keputusan bersama,” tegas Bambang.
Ia menambahkan, kegiatan pengesahan warga baru PSHT di wilayah Kecamatan Pakis telah dijaga ketat oleh 482 personel gabungan, termasuk di titik-titik penyekatan dan jalur akses utama. Tujuannya agar kegiatan berjalan aman tanpa gangguan dari luar.
“Kami mohon kerja sama semua pihak, termasuk para pengurus dan pamter di tiap rayon. Jangan sampai kegiatan sakral ini justru mencoreng nama organisasi sendiri karena ulah segelintir oknum,” pungkasnya.
Hingga Jumat pagi, situasi di Karangkates dan wilayah Sumberpucung terpantau kondusif. Polisi masih bersiaga di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada pergerakan massa lanjutan atau gangguan kamtibmas lainnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























