Tugumalang.id – Atlet taekwondo yang juga mahasiswa Universitas Brawijaya Malang sukses menyumbang medali emas untuk kontingen Kota Malang di ajang Porprov IX Jatim 2025. Kota Malang sendiri sudah nangkring di posisi kedua klasemen sementara saat ini.
Salah satu penyumbang medali emas itu ialah Muhfasha, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB Malang. Dalam kejuaraan cabor taekwondo yang digelar sejak 17-20 Juni 2025 itu, ia harus melalui tiga babak. Pada babak penyisihan, ia berhasil mengalahkan atlet asal Kabupaten Malang.
Baca Juga: 6 Atlet Taekwondo Unisma Borong Medali di Ajang Bela Negara Cup 2025 Kemenhan RI
Ia kemudian melaju ke semi final dan mengalahkan atlet asal Surabaya. Pada babak final, ia kembali mengalahkan atlet asal Sidoarjo. Seluruh babak disapu bersih hanya dalam dua ronde.

Salah satu momen paling menegangkan terjadi saat semi final melawan Surabaya. Ia sempat tertinggal 10-4 pada babak kedua hingga sebelum akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 10-10 dan menang lewat keunggulan poin.
Atas capaian itu, Muhfasha bersyukur karena seluruh proses dan serangkaian latihan yang ia jalani mulai dari sesi latihan hingga pertandingan berjalan sesuai rencana dengan hasil maksimal. Tentu untuk meraih capaian ini tak semudah menjentikkan jari.
Ia mengisahkan tantangan yang harus dihadapi selama menjalani latihan adalah menjaga performa melalui sesi latihan yang intens setiap hari, baik pagi maupun sore.
Baca Juga: 6 Atlet Taekwondo Unisma Borong Medali di Ajang Bela Negara Cup 2025 Kemenhan RI
“Secara fisik memang berat karena latihannya intens dan kuliahnya juga padat. Secara mental sih oke, tapi karena saya kapten, tanggung jawab saya juga lebih besar dibanding yang lain,” ungkapnya, Rabu (25/6/2025).
Bahkan selama masa persiapan, ia sampai mengalami dislokasi bahu dan cedera hamstring pada masa persiapan. ”Namun, saya mengatasinya dengan menjaga pola makan, olahraga teratur, dan menjalani fisioterapi secara teratur. Saya juga mengimbangi dengan peregangan dan pendinginan yang tepat,” jelasnya.
Hingga kemudian saat berlaga, strategi utamanya saat bertanding adalah tetap tenang di atas matras, fokus mengikuti instruksi pelatih, dan juga tidak melupakan doa serta restu orang tua.
Baginya, kemenangan ini merupakan pembuktian diri sekaligus sumbangsih nyata bagi Kota Malang dan Universitas Brawijaya. ”Saya bangga karena ini jadi pembuktian bagi diri saya sendiri. Saya juga bisa mengharumkan nama Kota Malang dan kampus saya,” ungkapnya.
Meski begitu, raihan positif ini baginya hanya jadi awal. Ia bermimoi menargetkan bisa kembali bergabung dengan tim Puslatda Jawa Timur dan berlaga di tingkat nasional bahkan internasional.
Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang tengah berjuang meraih kesuksesan di bidangnya masing-masing. Menurutnya, keyakinan terhadap potensi diri, konsistensi, dan semangat belajar merupakan kunci untuk meraih hasil yang diinginkan.
“Pesan saya kepada teman-teman mahasiswa yang sedang berjuang, jangan pernah meragukan potensi diri sendiri. Memang prosesnya tidak mudah, tetapi jika kita konsisten, disiplin, dan bersemangat untuk terus belajar, hasilnya tidak akan mengkhianati usaha yang telah kita lakukan,” tuturnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























