Tuesday, July 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Dosen ITN Malang Vega Aditama Raih Gelar Doktor Berkat Inovasi Beton Serat Bambu Tahan Impak dan Ramah Lingkungan

Redaksi by Redaksi
June 24, 2025 1:38 pm
in Pendidikan
Dosen ITN Malang

Dr. Ir. Vega Aditama, ST., MT., IPM., dosen Program Studi Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Tantangan dalam dunia konstruksi, terutama terkait beban impak, seringkali diabaikan dalam desain struktur bangunan. Namun, Dr. Ir. Vega Aditama, ST., MT., IPM., dosen Program Studi Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, justru menjadikan isu tersebut sebagai fokus utama riset doktoralnya.

Melalui disertasi berjudul ‘Pengaruh Serat Bambu terhadap Ketahanan Impak Beton Bertulang’, Vega berhasil meraih gelar Doktor Teknik Sipil dari Universitas Brawijaya. Penelitian ini tidak hanya menawarkan solusi inovatif terhadap permasalahan impak, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang ramah lingkungan lewat pemanfaatan serat bambu sebagai bahan komposit beton.

READ ALSO

ICLJ 2026 Resmi Dibuka, Sinergi UIN Malang, UIN Jakarta, dan Universitas Malaya Perkuat Pengembangan Hukum Berkeadilan

Masuk Kuliah Tanpa Tes! PMB Unikama Jalur Prestasi Tahap III Masih Dibuka

“Riset itu harus menyentuh realitas di lapangan. Beban impak sering kali menjadi penyebab tersembunyi dari kerusakan struktur bangunan yang fatal,” ujar Vega saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Selasa (24/6/2025).Dosen ITN Malang

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Dosen ITN Malang Diwajibkan Buat Portofolio

Menurutnya, beban impak dapat muncul dari berbagai kondisi dinamis, seperti tumbukan kapal tongkang terhadap pilar jembatan, tabrakan alat berat di area industri, guncangan akibat gempa, hingga tumbukan kendaraan di jalan raya atau beban jatuh di pelat lantai. Sayangnya, sebagian besar desain dan pengujian struktur selama ini hanya mempertimbangkan beban statis, sehingga luput mengantisipasi risiko sesungguhnya di lapangan.

Penelitian Vega menyoroti dua poin krusial:

  1. Pemanfaatan serat bambu sebagai material alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan dalam penguatan beton.

  2. Pentingnya ketahanan impak sebagai parameter penting dalam desain struktur modern, terutama pada jembatan, gedung bertingkat, dan fasilitas industri.

Material Melalui pendekatan eksperimen dan simulasi numerik berbasis finite element, Vega meneliti perilaku beton bertulang yang diberi beban impak menggunakan sistem pendulum. Uniknya, beberapa sensor penting dalam pengujian ini seperti sensor regangan, non contact displacement, dan akselerasi merupakan hasil penemuan dan pengembangan Vega sendiri. Bahkan, alat uji regangan materialnya telah ia patenkan, dan alat distance meter non contact ultrasoniknya mampu merekam data dengan akurasi tinggi.

Berpegang pada prinsip efisiensi material dan keberlanjutan, Vega memilih serat bambu sebagai bahan tambahan beton. Pilihannya jatuh pada bambu Apus, jenis bambu lokal yang ketersediaannya banyak, flexibel, mudah diserut, karakteristiknya yang ekonomis dan terbarukan jauh lebih unggul dibanding serat baja.

“Serat bambu tidak menggantikan tulangan, tetapi berperan melengkapi. Ia membantu menahan retak secara multidireksional dan meningkatkan ketangguhan material,” jelas Vega.

Proses pembuatan yang diaplikasikan pada beton pracetak dengan serat bambu cukup konvensional: bambu dibelah, diserut, dipotong-potong 5 cm, dan kemudian diberi treatment khusus menggunakan larutan alkali sebelum dicampur ke adonan beton. Inovasi ini bahkan telah menarik minat salah satu dunia usaha dan industri (DUDI) yang beralih menggunakan serat bambu untuk beton pracetak yang sebelumnya memproduksi plafon.Material

Baca juga: Dukung Konservasi Desa Adat Bali, Dosen ITN Malang Kembangkan Dynamic Building Information Modelling

Hasil penelitiannya menunjukkan penambahan serat bambu pada kadar 1,25 persen secara signifikan mengurangi lendutan maksimum pada beton bertulang dan meningkatkan ketangguhan material. Serat bambu terbukti mampu mereduksi dan mengabsorpsi gaya dinamis atau gaya impak dengan efektif. Ini menjadi terobosan, mengingat pengujian semacam ini baru pertama kali di Indonesia.

Dosen ITN Malang
Dr. Ir. Vega Aditama, ST., MT., IPM., dosen Program Studi Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Dari hasil penelitiannya Vega menghasilkan tiga publikasi bereputasi Scopus, dan satu Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Riset Vega tidak berhenti di laboratorium, ia sekarang sedang mempersiapkan penerapan desain beton serat bambu ini untuk bangunan-bangunan rawan impak seperti dermaga, jembatan, tribun stadion, dan basement perparkiran. Menurutnya, untuk beton pracetak, serat bambu bisa diaplikasikan hingga struktur dua lantai, bahkan berpotensi untuk struktur yang lebih tinggi jika memenuhi perhitungan struktur.

Bagi Vega, meraih gelar S3 bukan sekadar pencapaian pribadi. “Saya ingin menginspirasi mahasiswa saya di ITN Malang bahwa riset yang kuat itu bukan yang rumit, tapi yang relevan dan berdampak nyata,” ucap alumni S-1 ITN Malang ini. Studi doktoralnya mendapat dukungan dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) on going, dan ITN Malang untuk UKT dua semester dan satu jurnal.

Dosen ITN MalangMengakhiri perbincangan, Vega menyampaikan pesan mendalam: “Teknik Sipil bukan hanya soal bangunan yang kokoh, tapi juga tentang kepedulian terhadap keselamatan, keberlanjutan, dan kearifan lokal.” Ia berharap masyarakat terus melestarikan material renewable seperti bambu, dan teknologi pengujian struktur terus berkembang untuk efisiensi dan akurasi yang lebih baik.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Sumber Rilis ITN Malang

redaktur: jatmiko

Tags: bambu sebagai bahan bangunanbeton berkelanjutanbeton serat bambubeton tahan impakdoktor teknik sipilDosen ITN Malanginovasi material bangunanITN Malangpenelitian ramah lingkunganriset konstruksistruktur tahan benturanTeknik Sipiluniversitas brawijayaVega Aditama

Related Posts

ICLJ 2026 Resmi Dibuka, Sinergi UIN Malang, UIN Jakarta, dan Universitas Malaya Perkuat Pengembangan Hukum Berkeadilan
Advertorial

ICLJ 2026 Resmi Dibuka, Sinergi UIN Malang, UIN Jakarta, dan Universitas Malaya Perkuat Pengembangan Hukum Berkeadilan

Monday, 6 Jul 2026
Masuk Kuliah Tanpa Tes! PMB Unikama Jalur Prestasi Tahap III Masih Dibuka
Pendidikan

Masuk Kuliah Tanpa Tes! PMB Unikama Jalur Prestasi Tahap III Masih Dibuka

Monday, 6 Jul 2026
Universitas Ma Chung Siapkan Lompatan Baru Menuju Trendsetter Pendidikan
Pendidikan

Universitas Ma Chung Siapkan Lompatan Baru Menuju Trendsetter Pendidikan

Saturday, 4 Jul 2026
Magister Psikologi UIN Malang
Advertorial

Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan

Friday, 3 Jul 2026
Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman
Pendidikan

Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

Friday, 3 Jul 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu
Pendidikan

Dinas Pendidikan Kota Batu Pastikan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan Lewat Konsep SAE

Friday, 3 Jul 2026
Next Post
Kolaborasi ITN Malang dengan berbagai sekolah. Foto/ITN Malang

Bukan Sekadar Promosi: ITN Malang Bangun Ekosistem Kolaborasi Berkelanjutan dengan Sekolah, Dimulai dari Mamumtaza

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.