Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Dosen ITN Malang Vega Aditama Raih Gelar Doktor Berkat Inovasi Beton Serat Bambu Tahan Impak dan Ramah Lingkungan

Redaksi by Redaksi
Juni 24, 2025 1:38 pm
in Pendidikan
Dosen ITN Malang

Dr. Ir. Vega Aditama, ST., MT., IPM., dosen Program Studi Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Tantangan dalam dunia konstruksi, terutama terkait beban impak, seringkali diabaikan dalam desain struktur bangunan. Namun, Dr. Ir. Vega Aditama, ST., MT., IPM., dosen Program Studi Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, justru menjadikan isu tersebut sebagai fokus utama riset doktoralnya.

Melalui disertasi berjudul ‘Pengaruh Serat Bambu terhadap Ketahanan Impak Beton Bertulang’, Vega berhasil meraih gelar Doktor Teknik Sipil dari Universitas Brawijaya. Penelitian ini tidak hanya menawarkan solusi inovatif terhadap permasalahan impak, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang ramah lingkungan lewat pemanfaatan serat bambu sebagai bahan komposit beton.

READ ALSO

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU

“Riset itu harus menyentuh realitas di lapangan. Beban impak sering kali menjadi penyebab tersembunyi dari kerusakan struktur bangunan yang fatal,” ujar Vega saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Selasa (24/6/2025).Dosen ITN Malang

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Dosen ITN Malang Diwajibkan Buat Portofolio

Menurutnya, beban impak dapat muncul dari berbagai kondisi dinamis, seperti tumbukan kapal tongkang terhadap pilar jembatan, tabrakan alat berat di area industri, guncangan akibat gempa, hingga tumbukan kendaraan di jalan raya atau beban jatuh di pelat lantai. Sayangnya, sebagian besar desain dan pengujian struktur selama ini hanya mempertimbangkan beban statis, sehingga luput mengantisipasi risiko sesungguhnya di lapangan.

Penelitian Vega menyoroti dua poin krusial:

  1. Pemanfaatan serat bambu sebagai material alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan dalam penguatan beton.

  2. Pentingnya ketahanan impak sebagai parameter penting dalam desain struktur modern, terutama pada jembatan, gedung bertingkat, dan fasilitas industri.

Material Melalui pendekatan eksperimen dan simulasi numerik berbasis finite element, Vega meneliti perilaku beton bertulang yang diberi beban impak menggunakan sistem pendulum. Uniknya, beberapa sensor penting dalam pengujian ini seperti sensor regangan, non contact displacement, dan akselerasi merupakan hasil penemuan dan pengembangan Vega sendiri. Bahkan, alat uji regangan materialnya telah ia patenkan, dan alat distance meter non contact ultrasoniknya mampu merekam data dengan akurasi tinggi.

Berpegang pada prinsip efisiensi material dan keberlanjutan, Vega memilih serat bambu sebagai bahan tambahan beton. Pilihannya jatuh pada bambu Apus, jenis bambu lokal yang ketersediaannya banyak, flexibel, mudah diserut, karakteristiknya yang ekonomis dan terbarukan jauh lebih unggul dibanding serat baja.

“Serat bambu tidak menggantikan tulangan, tetapi berperan melengkapi. Ia membantu menahan retak secara multidireksional dan meningkatkan ketangguhan material,” jelas Vega.

Proses pembuatan yang diaplikasikan pada beton pracetak dengan serat bambu cukup konvensional: bambu dibelah, diserut, dipotong-potong 5 cm, dan kemudian diberi treatment khusus menggunakan larutan alkali sebelum dicampur ke adonan beton. Inovasi ini bahkan telah menarik minat salah satu dunia usaha dan industri (DUDI) yang beralih menggunakan serat bambu untuk beton pracetak yang sebelumnya memproduksi plafon.Material

Baca juga: Dukung Konservasi Desa Adat Bali, Dosen ITN Malang Kembangkan Dynamic Building Information Modelling

Hasil penelitiannya menunjukkan penambahan serat bambu pada kadar 1,25 persen secara signifikan mengurangi lendutan maksimum pada beton bertulang dan meningkatkan ketangguhan material. Serat bambu terbukti mampu mereduksi dan mengabsorpsi gaya dinamis atau gaya impak dengan efektif. Ini menjadi terobosan, mengingat pengujian semacam ini baru pertama kali di Indonesia.

Dosen ITN Malang
Dr. Ir. Vega Aditama, ST., MT., IPM., dosen Program Studi Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Dari hasil penelitiannya Vega menghasilkan tiga publikasi bereputasi Scopus, dan satu Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Riset Vega tidak berhenti di laboratorium, ia sekarang sedang mempersiapkan penerapan desain beton serat bambu ini untuk bangunan-bangunan rawan impak seperti dermaga, jembatan, tribun stadion, dan basement perparkiran. Menurutnya, untuk beton pracetak, serat bambu bisa diaplikasikan hingga struktur dua lantai, bahkan berpotensi untuk struktur yang lebih tinggi jika memenuhi perhitungan struktur.

Bagi Vega, meraih gelar S3 bukan sekadar pencapaian pribadi. “Saya ingin menginspirasi mahasiswa saya di ITN Malang bahwa riset yang kuat itu bukan yang rumit, tapi yang relevan dan berdampak nyata,” ucap alumni S-1 ITN Malang ini. Studi doktoralnya mendapat dukungan dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) on going, dan ITN Malang untuk UKT dua semester dan satu jurnal.

Dosen ITN MalangMengakhiri perbincangan, Vega menyampaikan pesan mendalam: “Teknik Sipil bukan hanya soal bangunan yang kokoh, tapi juga tentang kepedulian terhadap keselamatan, keberlanjutan, dan kearifan lokal.” Ia berharap masyarakat terus melestarikan material renewable seperti bambu, dan teknologi pengujian struktur terus berkembang untuk efisiensi dan akurasi yang lebih baik.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Sumber Rilis ITN Malang

redaktur: jatmiko

Tags: bambu sebagai bahan bangunanbeton berkelanjutanbeton serat bambubeton tahan impakdoktor teknik sipilDosen ITN Malanginovasi material bangunanITN Malangpenelitian ramah lingkunganriset konstruksistruktur tahan benturanTeknik Sipiluniversitas brawijayaVega Aditama

Related Posts

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah
Advertorial

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

Jumat, 28 Agu 2026
UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU
Advertorial

UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU

Jumat, 28 Agu 2026
ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak
Advertorial

ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak

Jumat, 28 Agu 2026
Drama Umar bin Khattab Warnai Maulid Nabi di SMP Insan Permata Malang
Advertorial

Drama Umar bin Khattab Warnai Maulid Nabi di SMP Insan Permata Malang

Jumat, 28 Agu 2026
Mahasiswa KKN Unikama dan Diskominfo Malang Perkuat SDM Operator Desa di Pakisaji
Pendidikan

Mahasiswa KKN Unikama dan Diskominfo Malang Perkuat SDM Operator Desa di Pakisaji

Kamis, 27 Agu 2026
Angkot Pelajar Gratis Segera Ngaspal, Dishub Kota Malang: Mulai Besok Senin
Pendidikan

Senin, Angkot Pelajar Gratis di Kota Malang Ngaspal

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Kolaborasi ITN Malang dengan berbagai sekolah. Foto/ITN Malang

Bukan Sekadar Promosi: ITN Malang Bangun Ekosistem Kolaborasi Berkelanjutan dengan Sekolah, Dimulai dari Mamumtaza

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.