Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Dosen ITN Malang Vega Aditama Raih Gelar Doktor Berkat Inovasi Beton Serat Bambu Tahan Impak dan Ramah Lingkungan

Redaksi by Redaksi
Juni 24, 2025 1:38 pm
in Pendidikan
Dosen ITN Malang

Dr. Ir. Vega Aditama, ST., MT., IPM., dosen Program Studi Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Tantangan dalam dunia konstruksi, terutama terkait beban impak, seringkali diabaikan dalam desain struktur bangunan. Namun, Dr. Ir. Vega Aditama, ST., MT., IPM., dosen Program Studi Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, justru menjadikan isu tersebut sebagai fokus utama riset doktoralnya.

Melalui disertasi berjudul ‘Pengaruh Serat Bambu terhadap Ketahanan Impak Beton Bertulang’, Vega berhasil meraih gelar Doktor Teknik Sipil dari Universitas Brawijaya. Penelitian ini tidak hanya menawarkan solusi inovatif terhadap permasalahan impak, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang ramah lingkungan lewat pemanfaatan serat bambu sebagai bahan komposit beton.

READ ALSO

Kemenag Rumuskan Arah Talenta Connect, PERMATA PTKI Bentuk Pengurus

Peluang Karier Industri Sepak Bola Dibahas di I League Goes to Campus UMM

“Riset itu harus menyentuh realitas di lapangan. Beban impak sering kali menjadi penyebab tersembunyi dari kerusakan struktur bangunan yang fatal,” ujar Vega saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Selasa (24/6/2025).Dosen ITN Malang

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Dosen ITN Malang Diwajibkan Buat Portofolio

Menurutnya, beban impak dapat muncul dari berbagai kondisi dinamis, seperti tumbukan kapal tongkang terhadap pilar jembatan, tabrakan alat berat di area industri, guncangan akibat gempa, hingga tumbukan kendaraan di jalan raya atau beban jatuh di pelat lantai. Sayangnya, sebagian besar desain dan pengujian struktur selama ini hanya mempertimbangkan beban statis, sehingga luput mengantisipasi risiko sesungguhnya di lapangan.

Penelitian Vega menyoroti dua poin krusial:

  1. Pemanfaatan serat bambu sebagai material alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan dalam penguatan beton.

  2. Pentingnya ketahanan impak sebagai parameter penting dalam desain struktur modern, terutama pada jembatan, gedung bertingkat, dan fasilitas industri.

Material Melalui pendekatan eksperimen dan simulasi numerik berbasis finite element, Vega meneliti perilaku beton bertulang yang diberi beban impak menggunakan sistem pendulum. Uniknya, beberapa sensor penting dalam pengujian ini seperti sensor regangan, non contact displacement, dan akselerasi merupakan hasil penemuan dan pengembangan Vega sendiri. Bahkan, alat uji regangan materialnya telah ia patenkan, dan alat distance meter non contact ultrasoniknya mampu merekam data dengan akurasi tinggi.

Berpegang pada prinsip efisiensi material dan keberlanjutan, Vega memilih serat bambu sebagai bahan tambahan beton. Pilihannya jatuh pada bambu Apus, jenis bambu lokal yang ketersediaannya banyak, flexibel, mudah diserut, karakteristiknya yang ekonomis dan terbarukan jauh lebih unggul dibanding serat baja.

“Serat bambu tidak menggantikan tulangan, tetapi berperan melengkapi. Ia membantu menahan retak secara multidireksional dan meningkatkan ketangguhan material,” jelas Vega.

Proses pembuatan yang diaplikasikan pada beton pracetak dengan serat bambu cukup konvensional: bambu dibelah, diserut, dipotong-potong 5 cm, dan kemudian diberi treatment khusus menggunakan larutan alkali sebelum dicampur ke adonan beton. Inovasi ini bahkan telah menarik minat salah satu dunia usaha dan industri (DUDI) yang beralih menggunakan serat bambu untuk beton pracetak yang sebelumnya memproduksi plafon.Material

Baca juga: Dukung Konservasi Desa Adat Bali, Dosen ITN Malang Kembangkan Dynamic Building Information Modelling

Hasil penelitiannya menunjukkan penambahan serat bambu pada kadar 1,25 persen secara signifikan mengurangi lendutan maksimum pada beton bertulang dan meningkatkan ketangguhan material. Serat bambu terbukti mampu mereduksi dan mengabsorpsi gaya dinamis atau gaya impak dengan efektif. Ini menjadi terobosan, mengingat pengujian semacam ini baru pertama kali di Indonesia.

Dosen ITN Malang
Dr. Ir. Vega Aditama, ST., MT., IPM., dosen Program Studi Teknik Sipil S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Dari hasil penelitiannya Vega menghasilkan tiga publikasi bereputasi Scopus, dan satu Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Riset Vega tidak berhenti di laboratorium, ia sekarang sedang mempersiapkan penerapan desain beton serat bambu ini untuk bangunan-bangunan rawan impak seperti dermaga, jembatan, tribun stadion, dan basement perparkiran. Menurutnya, untuk beton pracetak, serat bambu bisa diaplikasikan hingga struktur dua lantai, bahkan berpotensi untuk struktur yang lebih tinggi jika memenuhi perhitungan struktur.

Bagi Vega, meraih gelar S3 bukan sekadar pencapaian pribadi. “Saya ingin menginspirasi mahasiswa saya di ITN Malang bahwa riset yang kuat itu bukan yang rumit, tapi yang relevan dan berdampak nyata,” ucap alumni S-1 ITN Malang ini. Studi doktoralnya mendapat dukungan dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) on going, dan ITN Malang untuk UKT dua semester dan satu jurnal.

Dosen ITN MalangMengakhiri perbincangan, Vega menyampaikan pesan mendalam: “Teknik Sipil bukan hanya soal bangunan yang kokoh, tapi juga tentang kepedulian terhadap keselamatan, keberlanjutan, dan kearifan lokal.” Ia berharap masyarakat terus melestarikan material renewable seperti bambu, dan teknologi pengujian struktur terus berkembang untuk efisiensi dan akurasi yang lebih baik.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Sumber Rilis ITN Malang

redaktur: jatmiko

Tags: bambu sebagai bahan bangunanbeton berkelanjutanbeton serat bambubeton tahan impakdoktor teknik sipilDosen ITN Malanginovasi material bangunanITN Malangpenelitian ramah lingkunganriset konstruksistruktur tahan benturanTeknik Sipiluniversitas brawijayaVega Aditama

Related Posts

Kemenag Rumuskan Arah Talenta Connect, PERMATA PTKI Bentuk Pengurus
Pendidikan

Kemenag Rumuskan Arah Talenta Connect, PERMATA PTKI Bentuk Pengurus

Senin, 12 Okt 2026
Peluang Karier Industri Sepak Bola Dibahas di I League Goes to Campus UMM
Pendidikan

Peluang Karier Industri Sepak Bola Dibahas di I League Goes to Campus UMM

Senin, 12 Okt 2026
ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan
Advertorial

ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan

Minggu, 11 Okt 2026
UIN Maliki Malang Buka Dua Prodi Baru, Ekonomi Syariah dan Manajemen Haji
Advertorial

UIN Maliki Malang Buka Dua Prodi Baru, Ekonomi Syariah dan Manajemen Haji

Sabtu, 10 Okt 2026
Ta’aruf Qur’ani ke-24 Diikuti 646 Mahasiswa UIN Maliki Malang
Advertorial

Ta’aruf Qur’ani ke-24 Diikuti 646 Mahasiswa UIN Maliki Malang

Sabtu, 10 Okt 2026
Ratusan Pelajar Jatim Ikuti LKBB Cakra 2 SMKN 2 Malang
Advertorial

Ratusan Pelajar Jatim Ikuti LKBB Cakra 2 SMKN 2 Malang

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Kolaborasi ITN Malang dengan berbagai sekolah. Foto/ITN Malang

Bukan Sekadar Promosi: ITN Malang Bangun Ekosistem Kolaborasi Berkelanjutan dengan Sekolah, Dimulai dari Mamumtaza

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.