Tugumalang.id – Inovasi teknologi di dunia pendidikan kembali lahir dari mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Muchamad Rangga Hidayatulloh, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA.
Dia imengembangkan media pembelajaran digital berbasis Augmented Reality (AR) untuk membantu siswa SMP memahami konsep abstrak pada materi sel tumbuhan dan hewan.
Media pembelajaran ini dirancang untuk melatih kemampuan analisis siswa, sebagai salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran abad ke-21.
Baca Juga: Universitas Negeri Malang Kembangkan Hologram untuk Pembelajaran Kampus
Inovasi ini merupakan bagian dari penelitian skripsi yang didanai Hibah Skripsi Non-APBN UM dibimbingan oleh Dr. Yayuk Mulyati, S.Si., S.Pd., M.Si.

Banyak siswa mengalami kesulitan memahami materi struktur sel karena sifatnya yang abstrak. Augmented Reality memungkinkan siswa melihat dan berinteraksi langsung dengan objek tiga dimensi struktur sel melalui layar ponsel.
Visualisasi 3D Interaktif di Genggaman Tangan
Media ini dikembangkan dengan memanfaatkan aplikasi berbasis Unity dan Vuforia menggunakan teknik marker-based tracking. Dengan memindai kartu penanda (marker), siswa dapat melihat visualisasi animasi 3D yang realistis dan interaktif.
Baca Juga: Luar Biasa! Universitas Negeri Malang Masuk 15 Kampus Terbaik Indonesia Versi THE AUR 2025
Aplikasi ini memuat fitur-fitur edukatif seperti materi interaktif, visualisasi organel sel dalam bentuk 3D, serta kuis pemahaman. Selain itu, disediakan pula halaman web dan petunjuk penggunaan agar media mudah diakses oleh siswa.
Pengembangan tidak hanya berfokus pada visualisasi, tetapi juga pada penyusunan evaluasi berupa kuis dan latihan soal untuk menguji pemahaman siswa.
Solusi atas Tantangan Pembelajaran IPA di Sekolah
Pada tahap analisis kebutuhan, dilakukan observasi dan wawancara di salah satu SMP di Kota Malang. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran IPA masih menghadapi tantangan dalam mendorong keterlibatan aktif siswa, khususnya dalam memahami materi yang kompleks dan abstrak.
Lingkungan pembelajaran di kelas masih mengandalkan media konvensional yang belum sepenuhnya mendukung kemampuan analisis siswa. Teknologi seperti Augmented Reality dinilai mampu menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik.
Langkah Selanjutnya: Validasi dan Publikasi
Saat ini, media pembelajaran berbasis Augmented Reality ini sedang melalui proses validasi oleh ahli materi dan ahli media. Setelah dinyatakan valid, media akan diuji kepraktisannya oleh guru-guru IPA tingkat SMP sebagai pengguna utama.
Hasil penelitian direncanakan akan dipublikasikan dalam FINGER: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan serta disebarluaskan melalui platform media sosial seperti Tugumalang.id, untuk mendukung pemanfaatan teknologi inovatif di dunia pendidikan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis mahasiswa UM
Editor: Herlianto. A





























