Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Olahraga

Pelemparan Bus Persik, Akmal: Ini Masalah Serius Sepak Bola Nasional

Redaksi by Redaksi
Mei 15, 2025 10:06 am
in Olahraga
Bahas soal Pelemparan bus Persik Kediri

Pengamat Sepak Bola Indonesia, Akmal Marhali./Foto: Tangkapan layar YouTube Bicara Bola by Akmal.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Insiden pelemparan bus Persik Kediri usai laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Minggu (11/5/2025), menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali.

Akmal menyebut peristiwa ini sebagai potret berulang dari budaya kekerasan suporter di Indonesia yang belum juga terselesaikan. Ia menilai tindakan anarkis seperti ini tak bisa dibiarkan, dan PSSI harus mengambil langkah tegas untuk memutus rantai kekerasan dalam sepak bola nasional.

READ ALSO

Tim Futsal Putri Mbatu Sae FC Jadi Kampiun LINUS Jatim 2026

Ratusan Atlet Kota Malang Terancam Tak Bisa Tampil di POPDA Jatim 2026

“Ini bukan lagi urusan internal sepak bola semata, tapi juga sudah masuk ranah hukum pidana. Harus ada tindakan nyata, baik dari sisi hukum sepak bola maupun hukum positif negara,” ujar Akmal saat dihubungi Tugumalang.id, Kamis (15/5/2025).

Baca juga: Kecewa Berat, Arema FC Pertimbangkan Tinggalkan Stadion Kanjuruhan Pasca Insiden Pelemparan Bus Persik Kediri

Harus Ada Sanksi Tegas Sebagai Efek Jera

Kaca bus pecah
Pengamat Sepak Bola Indonesia, Akmal Marhali menilai butuh sanksi yang tegas kepada pelaku tindak kekerasan di sepak bola Indonesia, pasca insiden pelemparan bus Persik Kediri beberapa waktu lalu. /Foto: Dok. Ist

Akmal menilai melalui sanksi yang tegas, akan menimbulkan efek jera kepada kelompok suporter lainnya agar tidak melakukan tindakan anarkisme, vandalisme, dan tindak kekerasan mengatasnamakan fanatisme terhadap sebuah klub.

Ia juga menyoroti aksi pelemparan batu pada bus tim Persik Kediri yang dilakukan oknum suporter Arema FC, Aremania. Akmal menyebut suporter seolah tidak belajar dari Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 korban nyawa.

Tidak adanya sanksi yang tegas kepada pelaku tindak kekerasan serta klub yang gagal memberikan rasa aman dan nyaman di dalam stadion, dituding menjadi biang dari tindak kekerasan yang terus berulang.

Sebab tidak ada efek jera yang diberikan kepada para pelaku tindak kekerasan sehingga kejadian tindak kekerasan di sepak bola Indonesia terus berulang.

“Kejadian berulang seperti anarkisme, vandalisme, seperti tidak menghadirkan efek jera bagi suporter sepak bola Indonesia walaupun sampai terjadi Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 korban jiwa,” ucap Koordinator Save Our Soccer (SOS) tersebut.

Baca juga: 3 Saksi Diperiksa Terkait Pelemparan Batu ke Bus Persik Kediri

“Nyatanya belum membuat efek jera bagi suporter sepak bola Indonesia dalam melakukan aksi-aksi anarkisme, vandalisme, pengrusakan fasilitas umum, hingga membahayakan nyawa seseorang. Sampai kemudian sikap rasis, mencaci maki, kemudian menyebut nama orang dengan binatang masih banyak terjadi. Artinya PR ini belum terselesaikan, walaupun PSSI dua tahun terakhir melarang suporter away,” terangnya

PR PSSI dalam Membina Suporter

Untuk itu, penegakan hukum serta pembinaan terhadap suporter bagi Akmal adalah langkah konkret yang harus dilakukan PSSI untuk memerangi tindak kekerasan dalam sepak bola.

“Sosilisasi terhadap regulasi penting, kemudian edukasi literasi kepada suporter Indonesia juga sangat penting. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi suporter sepak bola Indonesia yang ada di PSSI,” imbuhnya.

Larangan suporter tim tamu hadir ke kandang lawan selama dua musim terakhir juga dirasa Akmal tidak memberi dampak yang signifikan. Karena kasus tindak kekerasan di sepak bola dari tahun ke tahun masih terus terjadi.

“Hukuman tindak pidana KUHP atas kekerasan yang dilakukan oknum suporter harus dipublikasikan untuk menjadi pembelajaran bagi suporter lain. Dalam hukum football family-nya, apabila terjadi perilaku yang berulang maka hukumannya akan berlapis,” jelas Akmal.

“Ini yang harus dilakukan PSSI dalam hukum football family, dalam hal ini Komdis (Komisi Disiplin) PSSI,” pungkas mantan anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan itu.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko

Tags: Akmal MarhaliArema FCPelemparan Bus PersikPengamat Sepak Bola IndonesiaStadion KanjuruhanSuporter

Related Posts

Wali Kota Batu Nurochman merayakan gelar juara yang diraih Tim futsal putri Mbatu Sae FC Kota Batu. Foto: Prokopim KWB
Olahraga

Tim Futsal Putri Mbatu Sae FC Jadi Kampiun LINUS Jatim 2026

Kamis, 8 Okt 2026
Ilustrasi atlet Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Olahraga

Ratusan Atlet Kota Malang Terancam Tak Bisa Tampil di POPDA Jatim 2026

Rabu, 7 Okt 2026
8 Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Thailand di Malang, Ini Lokasinya
Olahraga

8 Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Thailand di Malang, Ini Lokasinya

Senin, 5 Okt 2026
Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga

Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 5 Okt 2026
Jadwal Arema FC Oktober 2026: Lima Pertandingan BRI Super League
Olahraga

Jadwal Arema FC Oktober 2026: Lima Pertandingan BRI Super League

Minggu, 4 Okt 2026
Indonesia Super Fight 4 di GOR Ken Arok Malang, 2.054 Atlet Taekwondo Unjuk Gigi
Olahraga

Indonesia Super Fight 4 di GOR Ken Arok Malang, 2.054 Atlet Taekwondo Unjuk Gigi

Sabtu, 3 Okt 2026
Next Post
Cuaca Malang hari ini

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini, Kamis 15 Mei 2025: Cerah Berawan, Waspadai Hujan Sore Hari

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.