Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Olahraga

Pelemparan Bus Persik, Akmal: Ini Masalah Serius Sepak Bola Nasional

Redaksi by Redaksi
Mei 15, 2025 10:06 am
in Olahraga
Bahas soal Pelemparan bus Persik Kediri

Pengamat Sepak Bola Indonesia, Akmal Marhali./Foto: Tangkapan layar YouTube Bicara Bola by Akmal.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Insiden pelemparan bus Persik Kediri usai laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Minggu (11/5/2025), menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali.

Akmal menyebut peristiwa ini sebagai potret berulang dari budaya kekerasan suporter di Indonesia yang belum juga terselesaikan. Ia menilai tindakan anarkis seperti ini tak bisa dibiarkan, dan PSSI harus mengambil langkah tegas untuk memutus rantai kekerasan dalam sepak bola nasional.

READ ALSO

CEO Arema FC Ungkap Peluang Kelola Stadion Kanjuruhan

Marcos Santos Puas dengan Progres Arema FC

“Ini bukan lagi urusan internal sepak bola semata, tapi juga sudah masuk ranah hukum pidana. Harus ada tindakan nyata, baik dari sisi hukum sepak bola maupun hukum positif negara,” ujar Akmal saat dihubungi Tugumalang.id, Kamis (15/5/2025).

Baca juga: Kecewa Berat, Arema FC Pertimbangkan Tinggalkan Stadion Kanjuruhan Pasca Insiden Pelemparan Bus Persik Kediri

Harus Ada Sanksi Tegas Sebagai Efek Jera

Kaca bus pecah
Pengamat Sepak Bola Indonesia, Akmal Marhali menilai butuh sanksi yang tegas kepada pelaku tindak kekerasan di sepak bola Indonesia, pasca insiden pelemparan bus Persik Kediri beberapa waktu lalu. /Foto: Dok. Ist

Akmal menilai melalui sanksi yang tegas, akan menimbulkan efek jera kepada kelompok suporter lainnya agar tidak melakukan tindakan anarkisme, vandalisme, dan tindak kekerasan mengatasnamakan fanatisme terhadap sebuah klub.

Ia juga menyoroti aksi pelemparan batu pada bus tim Persik Kediri yang dilakukan oknum suporter Arema FC, Aremania. Akmal menyebut suporter seolah tidak belajar dari Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 korban nyawa.

Tidak adanya sanksi yang tegas kepada pelaku tindak kekerasan serta klub yang gagal memberikan rasa aman dan nyaman di dalam stadion, dituding menjadi biang dari tindak kekerasan yang terus berulang.

Sebab tidak ada efek jera yang diberikan kepada para pelaku tindak kekerasan sehingga kejadian tindak kekerasan di sepak bola Indonesia terus berulang.

“Kejadian berulang seperti anarkisme, vandalisme, seperti tidak menghadirkan efek jera bagi suporter sepak bola Indonesia walaupun sampai terjadi Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 korban jiwa,” ucap Koordinator Save Our Soccer (SOS) tersebut.

Baca juga: 3 Saksi Diperiksa Terkait Pelemparan Batu ke Bus Persik Kediri

“Nyatanya belum membuat efek jera bagi suporter sepak bola Indonesia dalam melakukan aksi-aksi anarkisme, vandalisme, pengrusakan fasilitas umum, hingga membahayakan nyawa seseorang. Sampai kemudian sikap rasis, mencaci maki, kemudian menyebut nama orang dengan binatang masih banyak terjadi. Artinya PR ini belum terselesaikan, walaupun PSSI dua tahun terakhir melarang suporter away,” terangnya

PR PSSI dalam Membina Suporter

Untuk itu, penegakan hukum serta pembinaan terhadap suporter bagi Akmal adalah langkah konkret yang harus dilakukan PSSI untuk memerangi tindak kekerasan dalam sepak bola.

“Sosilisasi terhadap regulasi penting, kemudian edukasi literasi kepada suporter Indonesia juga sangat penting. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi suporter sepak bola Indonesia yang ada di PSSI,” imbuhnya.

Larangan suporter tim tamu hadir ke kandang lawan selama dua musim terakhir juga dirasa Akmal tidak memberi dampak yang signifikan. Karena kasus tindak kekerasan di sepak bola dari tahun ke tahun masih terus terjadi.

“Hukuman tindak pidana KUHP atas kekerasan yang dilakukan oknum suporter harus dipublikasikan untuk menjadi pembelajaran bagi suporter lain. Dalam hukum football family-nya, apabila terjadi perilaku yang berulang maka hukumannya akan berlapis,” jelas Akmal.

“Ini yang harus dilakukan PSSI dalam hukum football family, dalam hal ini Komdis (Komisi Disiplin) PSSI,” pungkas mantan anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan itu.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko

Tags: Akmal MarhaliArema FCPelemparan Bus PersikPengamat Sepak Bola IndonesiaStadion KanjuruhanSuporter

Related Posts

CEO Arema FC Ungkap Peluang Kelola Stadion Kanjuruhan
Olahraga

CEO Arema FC Ungkap Peluang Kelola Stadion Kanjuruhan

Minggu, 30 Agu 2026
Marcos Santos Puas dengan Progres Arema FC
Olahraga

Marcos Santos Puas dengan Progres Arema FC

Jumat, 28 Agu 2026
Prediksi Susunan Pemain Laga Uji Coba Arema FC vs Deltras FC: Matangkan Persiapan
Olahraga

Prediksi Susunan Pemain Laga Uji Coba Arema FC vs Deltras FC: Matangkan Persiapan

Rabu, 26 Agu 2026
Tiga Pemain Muda USC Futsal League Naik ke Tim Utama Unggul FC
Olahraga

Tiga Pemain Muda USC Futsal League Naik ke Tim Utama Unggul FC

Selasa, 25 Agu 2026
5 Fakta Menarik Bergabungnya Mauro Zijlstra ke Arema FC: Tambah Daya Gedor Lini Serang
Olahraga

5 Fakta Menarik Bergabungnya Mauro Zijlstra ke Arema FC

Minggu, 23 Agu 2026
Persija Jakarta Pinjamkan Mauro Zijlstra ke Arema FC
Olahraga

Persija Jakarta Pinjamkan Mauro Zijlstra ke Arema FC

Sabtu, 22 Agu 2026
Next Post
Cuaca Malang hari ini

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini, Kamis 15 Mei 2025: Cerah Berawan, Waspadai Hujan Sore Hari

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.