Rabu, September 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Politik

DPRD Kota Malang Usulkan Pangkas Anggaran Makanan Minuman Tiap OPD untuk Tangani COVID-19

Redaksi by Redaksi
Agustus 1, 2021 2:00 pm
in Politik
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika (depan tengah), Foto: Ulul Azmy

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika (depan tengah), Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN oleh Pemkot Malang untuk membantu penanganan COVID-19 dikecam DPRD Kota Malang. Pasalnya, ada dana anggaran resmi lain dengan jumlah berlebih yang bisa dimanfaatkan.

 

READ ALSO

Akademi Dewi Pertiwi di Malang Dorong Perempuan Malang Raya Atasi Persoalan Sosial

HUT ke-25, Demokrat Kota Malang Perkuat Struktur Partai

Sebenarnya, Pemkot Malang punya anggaran sebesar Rp 110,6 miliar untuk mengatasi pandemi. Namun hingga Juli 2021, serapan anggaran hanya ada separuh, yakni Rp 52,6 miliar.

 

Tak hanya itu, masih ada alokasi cadangan lewat dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 56,4 miliar yang juga bisa digunakan. Namun, serapannya hanya sebesar Rp 34 miliar.

Dikatakan Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, setelah rapat Badan Anggaran (Banggar), legislatif tidak sepakat dengan kebijakan berkonsep amal ini.

 

Alih-alih memotong tunjangan ASN, kata Made, sebenarnya masih ada cara lain yang lebih efektif, yaitu memangkas biaya-biaya yang tak perlu, seperti anggaran makanan dan minuman (mamin) di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 

”Hasil penyisiran saya, anggaran mamin di dewan yang sekelas 1 OPD saja bisa sampai Rp 4 miliar. Bayangkan, di Pemkot ada berapa OPD? Kenapa tidak itu saja yang dimanfaatkan. Itu saja dipangkas daripada motong gaji,” ucap Made.

 

Ketua DPC PDIP Kota Malang ini justru khawatir dampak dari pemotongan gaji ini akan membuat para ASN selama kerjanya sebagai ujung tombak penanganan COVID-19 di wilayahnya, bakal mencari-cari uang yang tidak resmi.

 

”Harusnya mereka yang diperkuat. Kerja mereka juga butuh biaya. Dengan dipotong, takutnya nanti mereka cari-cari tambahan dari yang tidak resmi. Sudah, gunakan yang resmi-resmi saja,” katanya.

 

Sebab itu, dia berharap Pemkot Malang lebih baik melakukan sejumlah langkah diskresi di banyak sektor. Pihaknya selaku legislatif siap mendukung selama untuk kepentingan masyarakat.

 

”Di kita (dewan) juga siap refocusing anggaran dari dana mamin, kita siapkan Rp 10,3 miliar. Saya kan sudah sering bilang, kalau perlu habiskan saja karena ini untuk keselamatan rakyat,” pungkasnya.

 

Hal senada dikatakan anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB, Arief Wahyudi, bahwa dari sekian anggaran yang dipakai juga tak jelas juntrungannya.

 

”Anggaran padahal ada dan jelas. Kenapa gak di tes swab PCR saja semua sekalian? Kan enak kalau ketauan bisa langsung di-treatment. Satu alat berapa sih? bisa kok,” usulnya.

 

Dari kebijakan yang bertele-tele itu, kata Arief, membuat penanganan pandemi di Kota Malang carut-marut. Bahkan, sampai ledakan kasus positif saat inipun, eksekutif masih tak serius. Buktinya, rumah sakit overload dan warga terpaksa Isolasi Mandiri (Isoman).

 

Gara-gara Isoman tanpa pengawasan penuh dari tenaga kesehatan, kata Arief, membuat banyak Isoman meninggal dunia. ”Harusnya Pemkot melarang ini (Isoman). Masih banyak kok aset yang bisa dialihfungsi jadi safe house,” sesalnya.

 

Sengkarut masalah yang jadi bola liar inilah, disebut anggota Fraksi PDIP, Harvard Kurniawan, bahwa Pemkot Malang tak punya perencanaan kebijakan yang jelas dan terukur. Artinya, penanganan kesehatan seolah bukan menjadi prioritas.

 

”Kapan target vaksinasi tercapai? Kapan Kota Malang bisa zona kuning, zona hijau? Semua itu tidak pernah tahu. Padahal, kepala daerah itu mininal pasti harus punya indikator, lalu target. Jadi perencanaan kebijakannya jelas,” ucapnya.

 

Alih-alih pandemi, lanjut Harvard, Pemkot Malang malah sibuk mencari bantuan kesana-kesini dengan tajuk beramal. Selain itu, Wali Kota Malang juga memotong TPP ASN untuk dipakai membantu penanganan COVID-19.

 

”Daripada menggalang dana, kan harusnya fokus menata kebijakan yang konkrit ya. Manfaatkan dari anggaran sendiri yang ada juga bisa kok,” sebutnya.

 

Seperti diketahui, pemotongan TPP ASN Pemkot Malang ini akan direalisasikan per Agustus 2021. Berlaku untuk ASN sekelas jabatan tingkat VII ke atas seperti Kabid dan Kasi. Perkiraan jumlahnya mencapai Rp 10 miliar.

 

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Akademi Dewi Pertiwi di Malang Dorong Perempuan Malang Raya Atasi Persoalan Sosial
Politik

Akademi Dewi Pertiwi di Malang Dorong Perempuan Malang Raya Atasi Persoalan Sosial

Senin, 28 Sep 2026
HUT ke-25, Demokrat Kota Malang Perkuat Struktur Partai
Politik

HUT ke-25, Demokrat Kota Malang Perkuat Struktur Partai

Minggu, 27 Sep 2026
Hasanuddin Wahid-Hikmah Bafaqih Gelar Lomba Senam Haha Hihi di Kota Malang
Politik

Hasanuddin Wahid-Hikmah Bafaqih Gelar Lomba Senam Haha Hihi di Kota Malang

Minggu, 23 Agu 2026
PKB dan FKPMR Deklarasikan Pesantren Ramah Anak
Politik

PKB dan FKPMR Deklarasikan Pesantren Ramah Anak

Senin, 3 Agu 2026
Tanpa Menunggu Reses, Sri Untari Buka Layanan Aspirasi Digital 24 Jam
Politik

Tanpa Menunggu Reses, Sri Untari Buka Layanan Aspirasi Digital 24 Jam

Minggu, 2 Agu 2026
Panasi Mesin Politik Menuju Pemilu 2029, PPP Bekali Bimtek Khusus Anggota DPRD se-Jatim di Kota Batu
Politik

Panasi Mesin Politik Menuju Pemilu 2029, PPP Bekali Bimtek Khusus Anggota DPRD se-Jatim di Kota Batu

Sabtu, 1 Agu 2026
Next Post
Gerai Giant tutup di seluruh Malang

5 Gerai Giant di Malang Resmi Tutup

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.