Kamis, Agustus 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Pascasarjana UMM Kaji Tantangan dan Peluang Era New Normal

Redaksi by Redaksi
Juli 28, 2021 8:36 pm
in Pendidikan
Salah satu pemateri International Conference dengan topik “Under New Normal: Challenge & Opportinities”. Foto: Humas UMM

Salah satu pemateri International Conference dengan topik “Under New Normal: Challenge & Opportinities”. Foto: Humas UMM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Setelah lebih dari setahun menghadapi pandemi dan menjalani era new normal, muncul berbagai tantangan dan peluang untuk kembali membangun segala bidang. Berangkat dari hal itu, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Conference dengan topik “Under New Normal: Challenge & Opportinities”. Adapun gelaran ini diselenggarakan secara daring melalui kanal Zoom serta terbagi menjadi dua sesi yaitu pada tanggal 10 Juli untuk kluster pendidikan. Dilanjutkan dengan kluster non pendidikan pada 17 Juli lalu.

Membuka acara, Prof Dr Syamsul Arifin MSi, selaku Wakil Rektor I, memaparkan analisisnya terkait pandemi COVID-19. Menurutnya, virus ini telah membuat berbagai aspek kehidupan terganggu bahkan tidak berjalan dengan semestinya. Pandemi juga memaksa manusia untuk menjaga jarak dalam menjalankan aktivitasnya. “Tentu pandemi ini merupakan anomali yang tidak normal. Hal itu berujung pada keadaan krisis di mana-mana,” tuturnya menerangkan.

READ ALSO

Respons Cepat Gempa Flores: ITN Malang Terjunkan Bantuan Air Bersih dan Tandon untuk Pengungsi

Unikama Dorong Mebel Randusari Naik Kelas Tembus Pasar Ekspor

Dosen kelahiran Madura ini menambahkan, pendidikan juga menjadi aspek yang tidak luput dari efek serangan pandemi. Sistem pembelajaran berubah sedemikian rupa. Harus beradaptasi dan mengubah pendidikan yang sebelumnya dilakukan secara luring menjadi daring hingga saat ini. Hal itu dilakukan agar para murid masih bisa bersekolah sekaligus menekan angka penularan COVID-19. “Untuk menyelesaikan problematika ini perlu adanya pendekatan semesta atau universal baik itu sains maupun medis. Ditambah dengan pendekatan kultural,” imbuh Syamsul.

Adapun pada kluster pertama terkait pendidikan, konferensi ini menghadirkan Dr Dennis Alonzo dari University of South Wales Australia, Prof James Peacock dari Amerika Serikat, Dr Abdul Harris MA, dan Cherry Zin Oo PhD MEd BEd, salah satu dosen dari Yangon University of Educations Myanmar.

Mengawali pemaparan, Dr Dennis Alonzo mengkaji situasi pandemi yang berimbas pada pendidikan hingga mengharuskan adanya sistem baru, yakni daring. Menurutnya, ada berbagai peluang bagi instansi dan para pengajar untuk dapat memanfaatkan berbagai platform dalam pembelajaran. “Khusus untuk para pengajar, mereka harus segera ebradaptasi dan juga segera menjalankan kurikulum yang baru agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof James Peacock menjelaskan bahwa Indonesia mengalami tiga fase krisis. Pertama ialah ketika G-30S PKI, yakni fase dimana terjadi krisis kepercayaan dan krisis toleransi. Selanjutnya yakni krisis pandemi COVID-19 saat ini yang melumpuhkan banyak sektor kehidupan, khususnya ekonomi dan pendidikan. Kemudian yang terakhir adalah perubahan iklim dan pemanasan global. Fase ketiga tersebut terjadi akibat proses akselerasi perubahan iklim yang ekstrem. Beberapa factor pemicunya adalah polusi udara, perusakan lingkungan dan limbah dari industri.

Pemateri berikutnya, Dr Abdul Haris MA, dalam pemaparannya menerangkan bagaimana manajemen yang baik untuk work from home dan learn from home. Jika diimplementasikan dengan baik maka tentu akan memudahkan dalam beradaptasi. Sedangkan Cherry Zin Oo membahas hasil risetnya pada era new normal. Menurutnya, pendidikan masa ini perlu menarik partisipan. Selain itu juga adanya masalah di aspek isu media. Adapun peluang yang muncul adalah keterbukaan askes individu pada pendidikan serta pengembangan karakter dengan memanfaatkan waktu selama pandemi.

Sementara itu pada sesi kedua, konferensi tersebut menghadirkan Asst Prof Dr. Donludee Jaisut dari Kasertssart University Thailand, Assoc Prof Dr Abdurrahman Raden Aji Haqqi dari University of Sultan Sharif Ali Islamic Brunei Darussalam, Dr Ir Rahayu Relawati MM, serta Dr Magdalena Sztukiel dari Polandia.

Berbeda dengan sesi sebelumnya, kali ini mereka membahas tema-tema di luar pendidikan. Mereka mengkaji mengenai bagaimana efek pandemi bisa melemahkan berbagai aspek kehidupan. Sleian itu juga perlu adanya persiapan matang dalam upaya memulihkan diri dari krisis. (*)

Reporter: Lizya Kristanti

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Respons Cepat Gempa Flores: ITN Malang Terjunkan Bantuan Air Bersih dan Tandon untuk Pengungsi
Pendidikan

Respons Cepat Gempa Flores: ITN Malang Terjunkan Bantuan Air Bersih dan Tandon untuk Pengungsi

Kamis, 20 Agu 2026
44eb25b5 5742 4056 B946 F3dd8d35e12b
Pendidikan

Unikama Dorong Mebel Randusari Naik Kelas Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 20 Agu 2026
Lolos Hibah Kemdiktisaintek, Inovasi NeuroGuard Laboran ITSK Soepraoen Jalani Monitoring dan Evaluasi KILAB 2026
Advertorial

Lolos Hibah Kemdiktisaintek, Inovasi NeuroGuard Laboran ITSK Soepraoen Jalani Monitoring dan Evaluasi KILAB 2026

Kamis, 20 Agu 2026
PLTS Bikin Pasokan Air MCK Wisata Aeng Lebih Stabil
Advertorial

PLTS Bikin Pasokan Air MCK Wisata Aeng Lebih Stabil

Rabu, 19 Agu 2026
Polinema Terapkan Teknologi Termo Separasi di UMKM VCO Blitar
Advertorial

Polinema Terapkan Teknologi Termo Separasi di UMKM VCO Blitar

Rabu, 19 Agu 2026
PSGAD UIN Malang Bekali Mahasiswa Baru soal Keadilan Gender dan Inklusi Disabilitas
Advertorial

PSGAD UIN Malang Bekali Mahasiswa Baru soal Keadilan Gender dan Inklusi Disabilitas

Rabu, 19 Agu 2026
Next Post
Pertemuan utusan antara China-As dalam mempersiapkan krisis perubahan iklim/tugu malang

Gandeng AS, China Siap Hadapi Bencana Alam Akibat Cuaca Ekstrim

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.