Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Pascasarjana UMM Kaji Tantangan dan Peluang Era New Normal

Redaksi by Redaksi
Juli 28, 2021 8:36 pm
in Pendidikan
Salah satu pemateri International Conference dengan topik “Under New Normal: Challenge & Opportinities”. Foto: Humas UMM

Salah satu pemateri International Conference dengan topik “Under New Normal: Challenge & Opportinities”. Foto: Humas UMM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Setelah lebih dari setahun menghadapi pandemi dan menjalani era new normal, muncul berbagai tantangan dan peluang untuk kembali membangun segala bidang. Berangkat dari hal itu, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Conference dengan topik “Under New Normal: Challenge & Opportinities”. Adapun gelaran ini diselenggarakan secara daring melalui kanal Zoom serta terbagi menjadi dua sesi yaitu pada tanggal 10 Juli untuk kluster pendidikan. Dilanjutkan dengan kluster non pendidikan pada 17 Juli lalu.

Membuka acara, Prof Dr Syamsul Arifin MSi, selaku Wakil Rektor I, memaparkan analisisnya terkait pandemi COVID-19. Menurutnya, virus ini telah membuat berbagai aspek kehidupan terganggu bahkan tidak berjalan dengan semestinya. Pandemi juga memaksa manusia untuk menjaga jarak dalam menjalankan aktivitasnya. “Tentu pandemi ini merupakan anomali yang tidak normal. Hal itu berujung pada keadaan krisis di mana-mana,” tuturnya menerangkan.

READ ALSO

Kemenag Rumuskan Arah Talenta Connect, PERMATA PTKI Bentuk Pengurus

Peluang Karier Industri Sepak Bola Dibahas di I League Goes to Campus UMM

Dosen kelahiran Madura ini menambahkan, pendidikan juga menjadi aspek yang tidak luput dari efek serangan pandemi. Sistem pembelajaran berubah sedemikian rupa. Harus beradaptasi dan mengubah pendidikan yang sebelumnya dilakukan secara luring menjadi daring hingga saat ini. Hal itu dilakukan agar para murid masih bisa bersekolah sekaligus menekan angka penularan COVID-19. “Untuk menyelesaikan problematika ini perlu adanya pendekatan semesta atau universal baik itu sains maupun medis. Ditambah dengan pendekatan kultural,” imbuh Syamsul.

Adapun pada kluster pertama terkait pendidikan, konferensi ini menghadirkan Dr Dennis Alonzo dari University of South Wales Australia, Prof James Peacock dari Amerika Serikat, Dr Abdul Harris MA, dan Cherry Zin Oo PhD MEd BEd, salah satu dosen dari Yangon University of Educations Myanmar.

Mengawali pemaparan, Dr Dennis Alonzo mengkaji situasi pandemi yang berimbas pada pendidikan hingga mengharuskan adanya sistem baru, yakni daring. Menurutnya, ada berbagai peluang bagi instansi dan para pengajar untuk dapat memanfaatkan berbagai platform dalam pembelajaran. “Khusus untuk para pengajar, mereka harus segera ebradaptasi dan juga segera menjalankan kurikulum yang baru agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof James Peacock menjelaskan bahwa Indonesia mengalami tiga fase krisis. Pertama ialah ketika G-30S PKI, yakni fase dimana terjadi krisis kepercayaan dan krisis toleransi. Selanjutnya yakni krisis pandemi COVID-19 saat ini yang melumpuhkan banyak sektor kehidupan, khususnya ekonomi dan pendidikan. Kemudian yang terakhir adalah perubahan iklim dan pemanasan global. Fase ketiga tersebut terjadi akibat proses akselerasi perubahan iklim yang ekstrem. Beberapa factor pemicunya adalah polusi udara, perusakan lingkungan dan limbah dari industri.

Pemateri berikutnya, Dr Abdul Haris MA, dalam pemaparannya menerangkan bagaimana manajemen yang baik untuk work from home dan learn from home. Jika diimplementasikan dengan baik maka tentu akan memudahkan dalam beradaptasi. Sedangkan Cherry Zin Oo membahas hasil risetnya pada era new normal. Menurutnya, pendidikan masa ini perlu menarik partisipan. Selain itu juga adanya masalah di aspek isu media. Adapun peluang yang muncul adalah keterbukaan askes individu pada pendidikan serta pengembangan karakter dengan memanfaatkan waktu selama pandemi.

Sementara itu pada sesi kedua, konferensi tersebut menghadirkan Asst Prof Dr. Donludee Jaisut dari Kasertssart University Thailand, Assoc Prof Dr Abdurrahman Raden Aji Haqqi dari University of Sultan Sharif Ali Islamic Brunei Darussalam, Dr Ir Rahayu Relawati MM, serta Dr Magdalena Sztukiel dari Polandia.

Berbeda dengan sesi sebelumnya, kali ini mereka membahas tema-tema di luar pendidikan. Mereka mengkaji mengenai bagaimana efek pandemi bisa melemahkan berbagai aspek kehidupan. Sleian itu juga perlu adanya persiapan matang dalam upaya memulihkan diri dari krisis. (*)

Reporter: Lizya Kristanti

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Kemenag Rumuskan Arah Talenta Connect, PERMATA PTKI Bentuk Pengurus
Pendidikan

Kemenag Rumuskan Arah Talenta Connect, PERMATA PTKI Bentuk Pengurus

Senin, 12 Okt 2026
Peluang Karier Industri Sepak Bola Dibahas di I League Goes to Campus UMM
Pendidikan

Peluang Karier Industri Sepak Bola Dibahas di I League Goes to Campus UMM

Senin, 12 Okt 2026
ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan
Advertorial

ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan

Minggu, 11 Okt 2026
UIN Maliki Malang Buka Dua Prodi Baru, Ekonomi Syariah dan Manajemen Haji
Advertorial

UIN Maliki Malang Buka Dua Prodi Baru, Ekonomi Syariah dan Manajemen Haji

Sabtu, 10 Okt 2026
Ta’aruf Qur’ani ke-24 Diikuti 646 Mahasiswa UIN Maliki Malang
Advertorial

Ta’aruf Qur’ani ke-24 Diikuti 646 Mahasiswa UIN Maliki Malang

Sabtu, 10 Okt 2026
Ratusan Pelajar Jatim Ikuti LKBB Cakra 2 SMKN 2 Malang
Advertorial

Ratusan Pelajar Jatim Ikuti LKBB Cakra 2 SMKN 2 Malang

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Pertemuan utusan antara China-As dalam mempersiapkan krisis perubahan iklim/tugu malang

Gandeng AS, China Siap Hadapi Bencana Alam Akibat Cuaca Ekstrim

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.