Senin, Agustus 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Kamu Orang Konsumtif? Kenali Gejalanya dan Cara Menguranginya

Redaksi by Redaksi
Februari 20, 2025 3:58 pm
in Tips
konsumtif

Ilustrasi konsumerisme (foto: Unsplash/ Anna Dziubinska

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pernahkah kamu merasa terdorong untuk membeli barang hanya karena diskon besar atau karena merasa harus memiliki produk terbaru agar tidak ketinggalan tren? Fenomena ini, yang dikenal sebagai budaya konsumtif. Mencerminkan kecenderungan untuk mengutamakan konsumsi secara berlebihan, seringkali didorong oleh keinginan emosional daripada kebutuhan nyata.

Menurut artikel berjudul “Perspectives on Consumer Culture” (Featherstone, 1990) menjelaskan bahwa Budaya konsumen, didorong oleh akumulasi komoditas, dapat menyebabkan manipulasi, kontrol, dan hubungan sosial, sementara juga menghasilkan kesenangan emosional dan estetika.

READ ALSO

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Dalam kata lain budaya konsumen itu kompleks dan punya dampak ganda. Ia tidak hanya bicara soal ekonomi, tapi juga soal bagaimana kita membentuk identitas diri, hubungan sosial, dan merasakan emosi melalui konsumsi.

Baca juga: Tekan Gaya Hidup Konsumtif, FEB UNISMA Ajak Milenial Belajar Financial Planning

Budaya konsumtif muncul dari berbagai faktor yang saling terkait. Secara emosional, impulsivitas membuat kita membeli barang karena perasaan senang, stres, atau bahkan kebosanan. Selain itu, fenomena FOMO (Fear of Missing Out) membuat kita merasa harus memiliki sesuatu yang sedang tren, sementara pengaruh iklan agresif dan media sosial semakin menguatkan keinginan untuk terus berbelanja. Untuk menjelaskan lebih rinci, berikut beberapa faktor utama yang memicu budaya konsumtif:

Impulsivitas: Membeli barang karena dorongan emosi sesaat

FOMO: Takut ketinggalan tren atau produk viral.
Gaya Hidup Hedonis: Mengidentifikasi diri melalui kepemilikan barang mewah.
Pengaruh Iklan dan Sosial Media: Strategi pemasaran yang intens memicu keinginan untuk segera membeli.

Dampak dari perilaku konsumtif ini tidak hanya berdampak pada pengeluaran pribadi, tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan mental dan bahkan lingkungan. Belanja impulsif dapat menimbulkan masalah keuangan, seperti menumpuknya utang apalagi dengan mudahnya akses paylater, serta menyebabkan stres dan kecemasan akibat perasaan bersalah. Di sisi lingkungan, limbah barang yang tidak terpakai semakin mencemari alam, sementara hubungan sosial pun dapat terganggu akibat konflik antara anggota keluarga atau pasangan yang memiliki pola konsumsi yang berbeda.

Baca Juga: FOMO, YOLO, dan FOPO: 3 Penyakit Pikiran Serang Siapa Saja, Apakah Kamu Termasuk Orangnya?

Untuk mengatasi budaya konsumtif, terdapat beberapa strategi efektif yang bisa diterapkan, antara lain:
Membuat Daftar Prioritas: Buat list kebutuhan versus keinginan sebelum melakukan pembelian.
Unfollow Akun Promosi: Batasi paparan iklan di media sosial untuk mengurangi godaan belanja.
Coba Tunda 24 Jam: Tunda pembelian barang non-esensial selama 24 jam untuk menilai kembali kebutuhan sebenarnya.

Penerapan Metode Budgeting: Alokasikan pendapatan secara seimbang untuk pengeluaran kebutuhan, keinginan, dan tabungan.

Alihkan kegiatan: Gantikan kebiasaan belanja dan scroll olshop dengan kegiatan produktif seperti olahraga, membaca, atau belajar skill baru.

Dengan menerapkan strategi tersebut, kita dapat lebih bijak dalam mengelola keinginan untuk berbelanja, sehingga budaya konsumtif tidak lagi menguasai pola hidup kita. Kesadaran akan dampak negatif dan upaya pengendalian diri merupakan kunci untuk mencapai keseimbangan antara gaya hidup modern dan kesehatan finansial serta emosional.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Muhammad Veri Adrianto Ivansa (magang)
redaktur: jatmiko

Tags: bahaya konsumtifborosbudaya konsumtifkonsumerismekonsumtifpembelian impulsifpengeluaran

Related Posts

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi
Tips

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Jumat, 14 Agu 2026
Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa
Tips

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Minggu, 9 Agu 2026
7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Tips

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sabtu, 8 Agu 2026
Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya
Tips

Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya

Jumat, 7 Agu 2026
Belanja Fashion Wanita di Malang - 6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG
Tips

6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG

Jumat, 7 Agu 2026
5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos
Tips

5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Patugas Damkar mengevakuasi ular piton yang masuk ke rumah warga. (Foto/dok. UPT Damkar Kota Malang)

Ular Piton Satroni Dapur Warga di Kota Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.