Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Dibalik Kisah Lahirnya Bahasa Walikan Khas Arema

Redaksi by Redaksi
Januari 24, 2021 8:32 pm
in Asli Malang
Kota Malang pada Agresi Belanda II

Suasana di sejumlah sudut Kota Malang saat Agresi Militer II Belanda 1949. Foto : Dokumen. Source : Tawangsari Kampoeng Sedjarah

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Dibalik kisah lahirnya bahasa walikan atau bahasa khas (slang), yang identik dengan nama Arema (Arek-Arek Malang) ternyata punya  kisah menarik.

Kepingan sejarah ini tertulis pada  jurnal di Forum Studi Kebanggan Indonesia (FSKI) berjudul Dari Gangster Hingga Arema (2013).

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Kronik sejarah penciptaan awal bahasa ini juga mengambil  tulisan seorang budayawan tersohor Jawa Timur, Dukut Imam Widodo. Penulis buku ‘Malang Tempoe Doeloe’ itu mengisahkan, penggunaan boso walikan sudah ada sejak masa Agresi Militer Belanda II pada 1949 silam.

Di Malang, selama masa Clash II ada operasi gagak (kraii operatie). Operasi ini juga melambungkan nama kesatuan elite RI di bawah Komando Mayor Hamid Rusdi. Yakni Pasukan Gerilya Rakyat Kota (GRK) Malang, yang merupakan sisa-sisa laskar perjuangan yang pimpinan Hamid Rusdi.

Asal tahu, sepak terjang GRK di mata kompeni terkenal sebagai laskar paling taktis, sengit dan gigih. Satu hal yang membuat pasukan ini solid adalah berkat telik sandi menggunakan bahasa walikan.

Dari penuturan Dukut Imam Widodo, osob kiwalan ini penciptanya duo prajurit GRK. Mereka adalah Suyudi Raharno dan sobat akrabnya, Wasito.

Singkat cerita, perlawanan GRK di medio akhir Maret 1949 silam itu kerap terpatahkan sehingga berujung gagal. Saat penelusuran, ternyata ada informasi taktik dan strategi yang bocor. Artinya, ada lawan alias mata-mata di dekat mereka.

Kota Malang pada Agresi Belanda II
Suasana di sejumlah sudut Kota Malang saat Agresi Militer II Belanda 1949. Foto : Dokumen. Source : Tawangsari Kampoeng Sedjarah

Usut punya usut, taktik dan strategi mereka ternyata bocor. Hingga akhirnya lahirlah ide brilian Suyudi Raharno dan Wasito, untuk menyusun kode telik sandi ‘osob kiwalan’. Hingga belakangan pasukan GRK mengetahui kebocoran informasi ini ada di warung-warung.

Pada malam-malam tertentu, pasukan GRK sering mengadakan pertemuan  di warung kopi. Akhirnya, GRK mengetahui bahwa agen mata-mata Belanda ini adalah orang pribumi sekitar mereka.

Mata-mata Belanda itu menyamar menjadi penjual jajanan, penjual rokok hingga pelayan di warung.

Berkat kode telik sandi ini juga, pasukan ini semakin solid dan berhasil melancarkan serangan-serangan mendadak dan mematikan.

Sebut saja seperti taktik bumi hangus, pemboman jembatan, penghadangan. Hingga pembunuhan para spionase. Serta masih banyak strategi GRK yang melumpuhkan pasukan Belanda.

Bahasa Walikan sendiri tanpa formulasi tertentu sebagai telik sandi, sudah sarat akan kode rahasia. Selain itu tidak terikat tata bahasa umum dan baku.

Bahasa ini, hanya mengenal satu cara, yaitu pengejaan secara terbalik (dari belakang ke depan).

”GRK sendiri sangat solid. Berkat kesolidan dan keakraban dalam pergaulan sehari-hari mereka tak butuh waktu lama untuk mengerti dan fasih dengan bahasa ini. Mata-mata Belanda kelimpungan. Nah, dari sinilah akhirnya ketahuan mana kawan, mana lawan,” ungkap Eko Irawan, pemerhati sejarah dari komunitas Reenactor Ngalam, kepada reporter beberapa waktu lalu.

Suyudi Raharno gugur di medan juang karena penyergapan militer Belanda di wilayah Dukuh Gunuk Watu (kini daerah Purwantoro) pada September 1949.

Demikian pula dengan Wasito yang gugur dalam pertempuran sengit di wilayah Gandongan (kini Pandanwangi). Makam keduanya di Taman Makam Pahlawan Suropati, Jalan Veteran Kota Malang.

Tags: Agresi Militer Belanda IIbahasa walikanDukut Imam WidodoGerilya Rakyat KotaGRKkota malangMalang Tempoe DoeloeMayor Hamid Rusdingalam

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Nyaris Penuh RS Lapangan Covid-19 Malang Tambah Kuota Hingga 306 Bed - Nyaris Penuh, RS Lapangan Covid-19 Malang Tambah Kuota Hingga 306 Bed

Nyaris Penuh, RS Lapangan Covid-19 Malang Tambah Kuota Hingga 306 Bed

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.