Pasuruan, Tugumalang.id-Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya mengadakan forum group discussion (FGD) dengan Kelompok Petani Hulun Hyang, kelompok petani Edelweiss di Desa Wonokitri Tosari Kabupaten Pasuruan pada Jumat 27/9/2024).
Tim yang diketuai Prof. Moh Fadli ini, menggali informasi terkait pengelolaan Edelweis ex-situ yang ditangkarkan di Desa Wonokitri, Tosari Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan salah satu Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya tahun 2024. Alasan utama mengangkat isu Edelweiss, lantaran adanya komunitas yang telah lama membudidayakan Edelweis sebagai langkah pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Kami satu-satunya kelompok tani yang mendapatkan izin tangkar resmi untuk pembibitan dan pengelolaan Edelweis,” Kata Teguh, salah satu petani yang juga mengelola Kafe Edelweis.
Baca Juga: Universitas Brawijaya Terima Tiga Anugerah Humas Diktiristek
“Bagi kami, Edelweiss bukan hanya bunga yang abadi. Bunga ini hadir dalam semua ritual kami. Kami menyebutnya bungan Tan Layu,” lanjut Romo Eko, Dukun Pandita yang hadir sebagai pemateri FGD.
“Tan Layu atau Tana Layu ini simbol keabadian dan keilahian. Saat Tan Layu menjadi bunga yang dilarang diambil, kami kebingungan karena apakah kami harus mencuri untuk kami beribadah?” Lanjut Romo Supiyadi, Dukun Pandita lainnya.
“Untunglah, akhirnya kami memiliki izin tangkar. Jadi kami tidak perlu lagi mengambil Edelweiss diam-diam untuk sembahyang,” ujar Romo Eko.
Selain menggali kearifan lokal terkait bunga Edelweis, tim ini juga berupaya menyajikan hasil FGD dalam bentuk Coffe Book Table yang dapat menjadi panduan bagi Hulun Hyang saat ada pengunjung yang ingin belajar dan ingin tahu lebih jauh tentang Bunga Edelweiss.
Baca Juga: Kembangkan Potensi Kawasan Pariwisata Borobudur, BPOB Jalin Kerja Sama dengan Universitas Brawijaya
“Semoga nantinya Coffe Book Table ini dapat menjadi salah satu sumbangsih Universitas Brawijaya bagi petani Hulun Hyang di sini,” tutup In’amul Wafi, salah satu tim Doktor Mengabdi.
Tim Doktor mengabdi beranggotakan dosen-dosen dari berbagai fakultas, yakni Millatuz Zakiyyah, Inamul Wafi, M. Lukman Hakin, dan Destriana Saraswati. Tim ini sudah memasuki tahap lanjutan, yakni penyusunan coffee book table dengan isi yang diolah dari data hasil interview, serta observasi yang dilakukan sejak bulan Agustus 2024.
Sumber: Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya
editor: jatmiko
























