Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Berawal dari Ngopi, Komunitas Tandur Gelar Pameran Bhinneka Tunggal Rasa Sampaikan Pesan Moral Lewat Seni

Redaksi by Redaksi
Agustus 15, 2024 11:02 pm
in News
Salah satu pegiat seni Komunitas Tandur, Teguh Nuswantoro berpose bersama karya seni miliknya yang dipamerkan di pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Salah satu pegiat seni Komunitas Tandur, Teguh Nuswantoro berpose bersama karya seni miliknya yang dipamerkan di pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Berawal dari teman ngopi yang memiliki minat terhadap seni terutama seni rupa. Komunitas Tandur menggelar acara pameran seni rupa bertajuk Bhinneka Tunggal Rasa di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) yang berada di Jalan Majapahit No. 3 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa diselenggarakan pada tanggal 7 Agustus sampai 14 Agustus 2024 kemarin. Seniman Komunitas Tandur yang menampilkan karya terbaik mereka dalam pameran seni tersebut diantaranya Agni Tripratiwi, Bagus Brahmananto, MUDE aka Dja Mboel, Tamtama Anoraga, dan Teguh Nuswantara.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Selain itu juga ada perform dari Wiky dan Victor kemudian writer, Tamtama Anoraga yang juga didukung bapak Effendy S (Goweng).

Baca Juga: Muara Rupa, Pameran Seni Tujubelasan yang Gambarkan Persoalan di Malang Raya

Dalam sekapur sirihnya, Komunitas Tandur ingin menjadikan seni sebagai ruang interaksi antara seniman, karya seni, dan penikmat seni.

Karya seni yang dipamerkan dalam Bhinneka Tunggal Rasa diselenggarakan oleh Komunitas Tandur di gedung Dewan Kesenian Malang./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
Karya seni yang dipamerkan dalam Bhinneka Tunggal Rasa diselenggarakan oleh Komunitas Tandur di gedung Dewan Kesenian Malang./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Nantinya akan memunculkan nilai-nilai kompleksitas karya seni seperti nilai estetika, nilai sosial, moral, budaya, bahkan hingga nilai ekonomi.

Dalam pameran Bhinneka Tunggal Rasa tidak hanya mewadahi keinginan para seniman di Komunitas Tandur untuk menampil karya terbaik mereka tetapi juga menyampaikan makna penting berupa pesan moral dalam setiap karya yang dipamerkan dan dapat dinikmati oleh pengunjung.

Baca Juga: Muara Rupa, Pameran Seni Tujubelasan yang Gambarkan Persoalan di Malang Raya

Salah satu pegiat seni di Komunitas Tandur, Teguh Nuswantoro mengatakan selain berangkat dari teman ngopi dan juga teman satu almamater sesama alumni SMA Negeri 3 Malang.

Mereka yang memiliki minat di bidang kesenian terutama seni rupa. Komunitas Tandur menjadi wadah bagi para seniman tanpa berpatokan pada pakem aliran seni tertentu.

Berawal dari teman ngopi, Komunitas Tandur gelar pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa untuk menyampaikan pesan moral lewat karya seni./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
Berawal dari teman ngopi, Komunitas Tandur gelar pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa untuk menyampaikan pesan moral lewat karya seni./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Sehingga tajuk Bhinneka Tunggal Rasa mewadahi semua karya seni para seniman di Komunitas Tandur. Selain itu, bukan sekedar menampilkan keindahan karya seni saja tetapi juga makna filosofi dari kata Tandur itu sendiri yakni menanam.

Teguh menjelaskan makna dari menanam adalah memberi kebaikan kepada sesama manusia dan karya seni yang ditampilkan oleh Komunitas Tandur di pameran Bhinneka Tunggal Rasa memberi pesan moral untuk menanam kebaikan dengan mencintai sesama manusia maupun juga mencintai dan menjaga lingkungan sekitar.

“Kita berangkatnya sebetulnya dari teman ngopi, kita sering ngopi bareng terus begejesan (bercanda) bareng karena kita memiliki hobi yang sama. Sama-sama melukis akhirnya terbesit pemikiran bagaimana kalau kita pameran bareng-bareng,” tutur Teguh kepada Tugumalang.id, Kamis (15/8/2024).

“Masing-masing membawa ciri khas sendiri-sendiri karena tidak sama dalam konsep berkesenian sehingga muncul Bhinneka Tunggal Rasa. Kita satukan dalam pameran kali ini,” imbuhnya.

“Kita namakan kelompok (komunitas) Tandur karena misinya kita itu manusia. Hidup sebagai manusia sebisa mungkin seyogyanya harus bisa menanam (kebaikan). Kalau tidak ada petani, manusia juga punah keberadaannya. Kita ingin menanam kebaikan lewat seni, harapannya bisa terus tumbuh pohon, ranting-ranting, daun-daun baru menggambarkan kesenian bisa terus tetap tumbuh,” papar Teguh.

Ketika Tugumalang.id berkunjung ke ruang pameran Bhinneka Tunggal Rasa, karya seni para pegiat seni Komunitas Tandur terpajang dengan rapi. Terdapat beberapa karya seni lukis, kolase, dan juga instalasi seni.

Masing-masing karya seni tersebut diakui Teguh memiliki pesan moral masing-masing dan tidak terikat dengan aliran seni tertentu. Ada karya seni beraliran surealis, fauvisme, dan juga beberapa aliran seni lukis lain yang semuanya diwadahi di Komunitas Tandur.

Uniknya, dalam pameran Bhinneka Tunggal Rasa ini, para pegiat seni Komunitas Tandur yang mayoritas alumni SMA Negeri 3 Malang berkolaborasi dengan guru kesenian mereka yang juga menjadi inisiator dari terselenggaranya acara pameran seni Bhinneka Tunggal Rasa yakni Bagus Brahmananto.

“Kebetulan kami masih satu almamater cuma lintas angkatan di SMA 3 Malang. Sedangkan yang paling sepuh (tua) dalam kelompok kami adalah guru kesenian kami di SMA 3. Beliau yang menginginkan pameran dengan mantan-mantan siswanya waktu masih SMA dulu,” terangnya.

Sementar pegiat seni Komunitas Tandur lainnya, Agni mengatakan bahwa karya seni terutama yang ia ciptakan menyampaikan pesan tentang kepedulian manusia terhadap lingkungan.

Seperti kesadaran limbah kain di industri garmen yang belum dikelola dengan baik dan dapat mencemari lingkungan.

Kemudian salah satu karya Agni juga menyampaikan pesan pentingnya untuk menanam pohon di sekitar lingkungan karena selama ini manusia lebih banyak menebang daripada menanam pohon.

“Dalam karya seni ini kita mencoba menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang mungkin selama ini belum dipikirkan oleh banyak orang. Seperti bagaimana mengelola limbah potongan-potongan kain dan mengapa lebih banyak menebang daripada menanam,” ujar Agni.

Sementara untuk menanam pohon di sekitar rumah, hal yang sebenarnya kecil masih terasa berat karena enggan menyapu daun-daun yang guru. Pesan itulah yang coba kita sampaikan melalui karya seni ini,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Bhinneka Tunggal RasaDewan Kesenian MalangdkmKomunitas Tandurmalangpameran seniPegiat SeniTandur

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengukuhkan 72 anggota Paskibraka. Foto: Prokopim KWB

Pj Wali Kota Batu Kukuhkan 72 Anggota Paskibraka Jelang HUT RI ke-79

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.