Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Berpakaian Pejuang Era Kolonial, Pj Wali Kota Malang Diserbu Emak-emak saat Pimpin Rombongan Pawai Budaya

Redaksi by Redaksi
April 27, 2024 3:48 pm
in Pemerintahan
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berfoto bersama emak emak saat memimpin pawai di kawasan Kayutangan. (Foto/M Sholeh)

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berfoto bersama emak emak saat memimpin pawai di kawasan Kayutangan. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang mengenakan pakaian pejuang era kolonial Belanda diserbu emak-emak untuk berfoto bersama saat memimpin rombongan Pawai Budaya dalam rangkaian peringatan HUT Kota Malang ke-110 pada Sabtu (27/4/2024).

Pemandangan itu tampak terlihat saat Wahyu Hidayat bersama rombongannya berjalan di sepanjang kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Basuki Rachmat, Kota Malang. Emak-emak beserta masyarakat umum lainnya yang melihat pawai itu memanfaatkan kesempatan untuk berswafoto bersama.

READ ALSO

Wali Kota Batu Ziarah ke Makam Imam Kabul dan Eddy Rumpoko

DPRD Kabupaten Malang Godok Raperda Perlindungan Guru

Baca Juga: Petugas Mal Kurang Tegas Atur Kemacetan, Pj Wali Kota Malang Surati Manajemen MOG

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berfoto bersama peserta pawai. (Foto/M Sholeh)
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berfoto bersama peserta pawai. (Foto/M Sholeh)

Dalam acara Pawai Budaya Kota Malang itu, para peserta dari berbagai elemen masyarakat mengenakan berbagai kostum. Mulai kostum era kolonial Belanda, seni bantengan hingga kostum budaya saat ini.

Penampilan adegan pejuang bergerilya di era kolonial Belanda. (Foto/M Sholeh)
Penampilan adegan pejuang bergerilya di era kolonial Belanda. (Foto/M Sholeh)

Para peserta juga membawakan miniatur ikon-ikon bangunan bersejarah di Kota Malang. Mulai Tugu yang ada di Alun-Alun Tugu, gedung BI. Kemudian ada juga miniatur Gedung MCC hingga tandon air PDAM raksasa.

Baca Juga: PLUT KUMKM Summit Bersama Menteri Koperasi, Pj Wali Kota Malang: Ini Bentuk Penghormatan

Pawai Budaya Kota Malang itu bertajuk ‘Berselaras untuk Kota Malang Berkelas Kolaborasi Kuno-Kini (Kolonial-Milenial). Pesan tajuk acara ini yakni agar masyarakat bisa mengingat kembali perjuangan para pendahulu dalam menatap masa depan.

Seni Bantengan turut meramaikan Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Seni Bantengan turut meramaikan Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

Para peserta pawai ini berkeliling kota dengan start mulai Balai Kota Malang. Kemudian berjalan menuju rute kawasan Kayutangan Heritage hingga finish di Jalan Semeru. Sepanjang rute pawai tersebut, ribuan masyarakat tampak antusias untuk menonton pawai.

“Jadi peserta memang kami dorong untuk menampilkan kesan Kota Malang kuno atau era kolonial dan Kota Malang kini atau yang milenial. Kemudian tentunya juga menampilkan kebudayaan kita,” kata Wahyu Hidayat.

Penampilan tari Topeng Malangan dalam Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Penampilan tari Topeng Malangan dalam Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

Dalam momentum HUT Kota Malang ke-110 itu, Wahyu ingin kegiatan pawai budaya ini menjadi pengingat masyarakat terhadap perjalanan Kota Malang dari masa ke masa. Yakni mulai era kolonial hingga saat ini.

“Jadi nuansa kostum era kolonial Belanda kental sekali karena berdirinya Kota Malang pada 1 April 1914 itu terjadi saat penjajahan Belanda,” ujarnya.

Penampilan peserta Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Penampilan peserta Pawai Budaya Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

Wahyu mengatakan bahwa pawai ini juga untuk ‘Menolak Lupa’ terhadap sejarah Kota Malang. Dengan menolak lupa, maka seluruh elemen masyarakat bisa bersatu untuk melestarikan jejak sejarah yang ada di Kota Malang.

“Kami menolak lupa. Dengan menolak lupa maka kita bisa melestarikan sejarah sejarah yang menjadikan Kota Malang semakin hari semakin baik,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: HUT Kota Malangkayutangan heritagePJ Wali Kota MalangWahyu Hidayat

Related Posts

Wali Kota Batu Ziarah ke Makam Imam Kabul dan Eddy Rumpoko
Pemerintahan

Wali Kota Batu Ziarah ke Makam Imam Kabul dan Eddy Rumpoko

Kamis, 15 Okt 2026
Ketua pansus pembentukan Raperda Perlindungan Guru dan Tata Kelola Pendidikan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Pemerintahan

DPRD Kabupaten Malang Godok Raperda Perlindungan Guru

Kamis, 15 Okt 2026
Pokja Kota Batu Ingatkan Pentingnya Menjaga Karakter Agrowisata jelang HUT ke-25
Pemerintahan

Pokja Kota Batu Ingatkan Pentingnya Menjaga Karakter Agrowisata jelang HUT ke-25

Selasa, 13 Okt 2026
Pemkot Batu Seleksi 40 Pejabat untuk Isi 8 Jabatan Kepala Dinas
Pemerintahan

Pemkot Batu Seleksi 40 Pejabat untuk Isi 8 Jabatan Kepala Dinas

Selasa, 13 Okt 2026
Kota Batu Kaji Kelayakan Menjadi Kota Gastronomi Dunia UNESCO
Pemerintahan

Kota Batu Kaji Kelayakan Menjadi Kota Gastronomi Dunia UNESCO

Senin, 12 Okt 2026
Eco-Office DLH Kabupaten Malang Terapkan Panel Surya dan Biogas
Pemerintahan

Eco-Office DLH Kabupaten Malang Terapkan Panel Surya dan Biogas

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Petugas melalukan pembasahan di lokasi kebakaran di Lawang, Kabupaten Malang. Foto: Damkar Kabupaten Malang

Kebakaran di Lawang Akibat Puntung Rokok, Pemilik Rumah Tewas

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.