Malang, Tugumalang.id – Malang Raya memiliki sejumlah destinasi wisata edukasi yang menghadirkan pengalaman belajar sains secara interaktif. Mulai dari museum anatomi manusia, museum satwa, hingga pusat edukasi lingkungan dan kawasan konservasi tumbuhan, setiap lokasi menawarkan materi pembelajaran yang berbeda dengan pendekatan yang menarik bagi pengunjung.
Berbagai destinasi tersebut memperkenalkan topik seperti anatomi manusia, zoologi, keanekaragaman hayati, hingga pelestarian lingkungan melalui koleksi, wahana, dan fasilitas edukatif yang dirancang untuk mendukung proses belajar di luar ruang kelas.
1. The Bagong Adventure Museum Tubuh
The Bagong Adventure Museum Tubuh menawarkan pengalaman belajar yang berfokus pada anatomi manusia. Museum yang berada di kawasan Jawa Timur Park 1 ini dikenal sebagai museum anatomi manusia pertama di Indonesia sekaligus salah satu yang terbesar di Asia.
Di dalam museum, pengunjung dapat menjelajahi enam lantai yang berisi berbagai zona anatomi tubuh manusia. Setiap zona dirancang untuk memperkenalkan fungsi dan cara kerja organ-organ penting, seperti otak, mata, jantung, ginjal, paru-paru, hingga sistem pencernaan.
Selain itu, tersedia area Bagong Science Center yang menghadirkan beragam wahana berbasis sains untuk mendukung proses pembelajaran. Sebagai sarana edukasi anatomi, museum ini juga menampilkan sejumlah peraga ilmiah yang digunakan untuk memperkenalkan struktur tubuh manusia secara lebih detail.
Baca juga: 7 Kampung Wisata Edukasi di Malang dan Batu yang Cocok untuk Liburan Sambil Belajar
2. Museum Satwa Jatim Park 2
Ribuan koleksi satwa dari berbagai belahan dunia dapat ditemukan di Museum Satwa yang berada di kawasan Jatim Park 2, Kota Batu. Museum ini menjadi salah satu destinasi edukasi yang memperkenalkan keanekaragaman hayati, evolusi makhluk hidup, hingga sejarah kehidupan di bumi melalui berbagai koleksi dan diorama.
Museum Satwa menyimpan lebih dari seribu spesies hewan yang diawetkan serta ribuan koleksi serangga yang ditempatkan di area insektarium. Berbagai koleksi tersebut digunakan untuk mengenalkan keragaman fauna dari berbagai habitat dan wilayah geografis kepada pengunjung.
Melalui koleksi dan penyajian edukatif yang tersedia, pengunjung dapat memperoleh pemahaman mengenai perkembangan kehidupan serta kekayaan biodiversitas dari berbagai penjuru dunia.
3. Museum Zoologi Frater Vianney
Museum Zoologi Frater Vianney di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, menjadi salah satu destinasi edukasi yang memperkenalkan keanekaragaman fauna melalui berbagai koleksi spesimen hewan.
Museum ini menyimpan koleksi moluska, amfibi, reptil, hingga berbagai jenis satwa lainnya yang digunakan sebagai sarana pembelajaran ilmu zoologi dan klasifikasi hewan.
Selain menampilkan koleksi yang diawetkan dengan metode ilmiah, museum ini juga berfungsi sebagai sarana dokumentasi keanekaragaman hayati. Berbagai spesimen yang dipamerkan membantu pengunjung mengenal karakteristik, pengelompokan, serta keragaman fauna yang ada di Indonesia maupun wilayah lainnya.
4. Eco Science Center
Eco Science Center yang berada di kawasan Eco Active Park, Kota Batu, menghadirkan beragam wahana dan instalasi interaktif untuk memperkenalkan konsep-konsep sains, lingkungan, dan fenomena alam kepada pengunjung.
Berada di bangunan yang terinspirasi dari bentuk Candi Prambanan, pusat edukasi ini menyajikan materi mengenai proses terbentuknya bumi, perkembangan kehidupan, keseimbangan ekosistem, hingga pentingnya konservasi lingkungan.
Pengunjung juga dapat mempelajari pengelolaan sampah dan proses daur ulang melalui zona khusus yang menampilkan berbagai contoh pemanfaatan kembali limbah menjadi produk yang bernilai guna.
5. Kebun Raya Purwodadi
Kebun Raya Purwodadi di Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu destinasi edukasi berbasis sains yang dapat dikunjungi dari wilayah Malang Raya. Selain berfungsi sebagai tempat wisata, kawasan ini juga menjadi pusat konservasi dan penelitian tumbuhan, khususnya tanaman yang tumbuh di wilayah beriklim kering.
Di dalam kawasan kebun raya terdapat sekitar 10.000 koleksi tanaman yang mencakup berbagai jenis pohon, tanaman obat, bambu, anggrek, hingga tanaman buah.
Pengunjung juga dapat menemukan sejumlah area edukasi, termasuk taman tematik dan zona konservasi yang digunakan untuk mengenalkan keragaman flora serta pentingnya upaya pelestarian tumbuhan.
Kelima destinasi tersebut menghadirkan tema pembelajaran yang beragam, mulai dari anatomi manusia, keanekaragaman satwa, zoologi, ilmu lingkungan, hingga konservasi tumbuhan. Keberagaman materi yang ditawarkan menjadikan masing-masing lokasi memiliki fokus edukasi tersendiri yang dapat dikenalkan kepada pengunjung melalui koleksi, wahana, maupun fasilitas pembelajaran yang tersedia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
redaktur: jatmiko

















