Malang, Tugumalang.id – Sebanyak lima atlet asal Kota Malang memperkuat kontingen Indonesia dalam Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Mereka berasal dari cabang basket, balap sepeda, dan wushu.
Sekretaris KONI Kota Malang Joko Purwosusanto membenarkan lima atlet tersebut tampil dalam Asian Games 2026. Selain atlet, terdapat dua pelatih asal Kota Malang yang dipercaya menangani tim Indonesia.
“Iya, datanya ada lima atlet dan dua pelatih Kota Malang di Asian Games 2026,” kata Joko, Senin (14/9/2026).
Kelima atlet tersebut yakni Faizzatus Shoimah yang memperkuat tim basket 5×5. Kemudian Dika Alif Dhentaka, Dewika Mulya Sova, dan Muhammad Syelhan Nurrahmat dari cabang balap sepeda. Sementara Ahmad Ghozali Fuaiz tampil di cabang wushu.
Dua pelatih asal Kota Malang yang masuk dalam kontingen Indonesia yakni Ari Kristanto sebagai pelatih Indonesia Cycling Federation (ICF) dan Andrie Ekayana yang menangani tim basket.
Baca juga: Kota Malang Siapkan Bibit Atlet untuk Porprov Jatim 2027–2031
Joko menjelaskan, sejumlah atlet tersebut sebelumnya menjadi andalan Kota Malang dalam berbagai kejuaraan. Mereka bahkan tidak lagi dapat memperkuat Kota Malang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim karena telah memiliki rekam prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Nah waktu Porprov, mereka memang andalan kita di Kota Malang, karena dia sudah masuk PON dan pernah medali emas di PON atau sudah internasional, nah itu sudah tidak bisa lagi memperkuat Porprov,” jelasnya.
Meski demikian, para atlet tersebut tetap memiliki keterkaitan dengan Kota Malang dalam hal pembinaan dan administrasi. Kiprah mereka bersama kontingen Indonesia di Asian Games dinilai turut membawa nama Kota Malang ke panggung internasional.
Joko berharap para atlet asal Kota Malang mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang medali. Prestasi di Asian Games dinilai dapat menjadi kebanggaan bagi Indonesia sekaligus mengangkat nama daerah asal para atlet.
“Harapan kita tentu atlet Kota Malang bisa memperoleh medali. Karena bagaimanapun akan membawa nama besar Kota Malang,” ujarnya.
Baca juga: KONI Kota Malang Siapkan 1.000 Atlet untuk Porprov Jatim 2027
Selain mengejar prestasi, kehadiran atlet Kota Malang di ajang internasional diharapkan memberikan motivasi bagi atlet muda. Joko menilai keberhasilan para senior dapat menjadi contoh bahwa pembinaan dari daerah mampu mengantarkan atlet menuju kompetisi level Asia.
“Jika mereka memperoleh prestasi, itu kan akan menjadi motivasi tersendiri bagi atlet atlet yang di bawahnya,” kata dia.
Untuk memberikan apresiasi, KONI Kota Malang juga menyiapkan anggaran untuk penghargaan bagi atlet berprestasi.
“Tentu selain bonus dari pemerintah pusat, dari Kota Malang juga telah disiapkan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































