Tugumalang.id – Mie instan sering menjadi pilihan praktis untuk sahur karena mudah disajikan dan rasanya lezat. Namun, apakah makanan ini cukup baik untuk memberikan energi selama puasa?
Ternyata, ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan jika terlalu sering mengkonsumsinya saat sahur.
1. Rendah Nutrisi dan Tidak Mengenyangkan
Mie instan memiliki nilai gizi yang rendah dan kurang memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Situs media kesehatan Healthline menyebutkan bahwa satu porsi mie instan hanya mengandung 4 gram protein dan 1 gram serat, yang tidak cukup untuk menjaga rasa kenyang selama puasa.
Baca Juga: 5 Fakta Temuan Zat Pemicu Kanker dalam Indomie di Taiwan, Apa Benar?
Selain itu, menurut data dari Gleneagles Hospital di Singapura, menyoroti bahwa mie instan tinggi lemak dan karbohidrat tetapi rendah serat dan protein, serta kekurangan vitamin penting seperti vitamin A, C, B12, kalsium, dan zat besi.
Karena kurangnya kandungan protein dan serat, tubuh lebih cepat merasa lapar dibandingkan jika mengonsumsi makanan yang lebih bergizi seperti nasi merah, telur, atau sayuran.
2. Tinggi Natrium, Bisa Menyebabkan Dehidrasi
Sebagian besar mie instan mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Tirto.id mencatat bahwa satu porsi mie instan goreng ukuran 85 gram bisa mengandung hingga 1.070 mg natrium.
Bahkan, menurut data Parkway East Hospital, beberapa merek mie instan mengandung 397 hingga 3.678 mg natrium per 100 gram penyajian.
Baca Juga: 5 Tips Makan Sahur agar Tidak Mudah Lemas saat Puasa
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi natrium harian tidak lebih dari 2.000 mg.
Jika seseorang mengonsumsi mie instan saat sahur, kebutuhan natrium hariannya bisa langsung terpenuhi atau bahkan terlampaui, yang berisiko menyebabkan dehidrasi, tekanan darah tinggi, dan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh.
3. Bisa Menyebabkan Rasa Lapar Lebih Cepat
Karbohidrat dalam mie instan adalah karbohidrat olahan, yang menyebabkan lonjakan kadar gula darah cepat tetapi tidak bertahan lama. Akibatnya, tubuh akan lebih cepat merasa lapar setelah beberapa jam berpuasa.
Menurut Healthline, mie instan yang rendah protein dan serat tidak memberikan efek kenyang yang lama. Untuk energi yang lebih stabil, sebaiknya memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum, yang lebih lama dicerna oleh tubuh dan mencegah lonjakan serta penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba.
4. Berisiko Mengganggu Pencernaan
Sebagai makanan olahan, mie instan mengandung MSG (monosodium glutamat), pengawet, dan pewarna yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada sebagian orang.
Healthline mencatat bahwa MSG dalam jumlah tinggi dapat memicu sakit kepala, perut kembung, atau iritasi lambung, terutama bagi mereka yang sensitif.
Selain itu, peneliti menyoroti bahwa mie instan dapat menghambat proses pencernaan, membuat tubuh kesulitan menyerap nutrisi dari makanan lain.
Hal ini bisa menjadi masalah selama puasa, di mana tubuh perlu mendapatkan nutrisi maksimal dari makanan sahur agar tetap bertenaga sepanjang hari.
Alternatif Sahur yang Lebih Sehat
Agar puasa lebih nyaman dan tubuh tetap bertenaga, berikut beberapa pilihan makanan sahur yang lebih baik:
1. Karbohidrat kompleks
Nasi merah, oatmeal, atau roti gandum untuk energi yang lebih tahan lama.
Protein tinggi: Telur, tempe, ayam, ikan, atau yogurt untuk menjaga kenyang lebih lama.
2. Lemak sehat
Alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun sebagai sumber energi tambahan.
3. Makanan kaya serat
Sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian untuk membantu pencernaan dan mengontrol gula darah.
mie instan memang praktis, tetapi bukan pilihan terbaik untuk sahur karena rendah nutrisi, tinggi natrium, dan dapat menyebabkan rasa lapar lebih cepat. Jika tetap ingin mengkonsumsinya, sebaiknya tambahkan sayuran, telur, atau protein lainnya agar lebih bernutrisi.
Namun, lebih baik memilih makanan yang lebih sehat agar tubuh tetap kuat dan bertenaga selama berpuasa.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Veri Adrianto (Magang)
Editor: Herlianto. A