Minggu, Oktober 11, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Internasional

4 Fakta Perawan Indonesia Jadi Budak Seks Tentara Jepang

Redaksi by Redaksi
Oktober 8, 2021 8:09 am
in Internasional, News
Ilustrasi perempuan remaja zaman penjajahan Jepang.

Ilustrasi perempuan remaja zaman penjajahan Jepang. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Jika hari ini, cantik menjadi aset yang menguntungkan bagi yang memilikinya, namun tidak demikian halnya di masa penjajahan Jepang. Menjadi perawan remaja yang cantik pada masa penjajahan Jepang tidak mudah. Paras cantik bisa jadi petaka bagi si gadis.

Perawan seringkali menjadi objek kejahatan perang, kebengisan, nafsu binatang dan kebiadaban bala tentara Dai Nippon pada masa1943-1945. Untuk berempati dengan kisah sejarah yang memilukan bagi kaum perempuan tersebut, berikut kami ulas fakta-fakta seputar perawan di masa penjajahan Jepang. Ulasan ini disarikan dari novel Pramoedya Ananta Toer Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer

READ ALSO

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?

1. Janji Manis Bersekolah di Negeri Seberang

Janji itu muncul pertama kali pada tahun 1943. Pemerintah Pendudukan Dai Nippon membuat propoganda yang berisi bahwa di dalam usaha mempersiapkan rakyat Indonesia ke arah kemerdekaan nanti sesuai kehendak Nippon, maka generasi muda Indonesia dididik supaya bisa mengabdikan diri dalam kemerdekaan.

Janji mereka sangat manis. Tetapi janji hanyalah janji, para perawan remaja itu tidak pernah sampai pada cita-cita mulia mereka untuk belajar ke negeri seberang.

2. Dijadikan Pelacur oleh Balatentara Dai Nippon

Para prempuan remaja itu mengalami kehidupan yang pahit setelah mereka berangan-angan menjadi perempuan terdidik. Mereka diangkut menggunakan kapal ke tempat yang tidak mereka tahu. Shonanto dan Tokyo yang tadinya menjadi tempat tujuan mereka belajar tetap menjadi impian saja.

Di tempat yang asing itu, mereka malah dijadikan pemuas nafsu tentara Dai Nippon. Mereka dikumpulkan di pengepolan, barak tentara, dan menjadi korban kebiadaban penjajah. Sadisnya, baru 1,5 mil meninggalkan pelabuhan, para wanita-wanita cantik itu langsung diterkam oleh kebuasan tentara Jepang. Mereka diperkosa, dihancurkan dan dibuat trauma. Tak ada yang melindungi mereka.

3. Terbuang dan Terpisah dari Keluarga

Setelah Jepang kalah perang pada tahun 1945. Para remaja itu terbuang, tak tentu arah. Mereka ingin pulang ke kampung halaman, tetapi beban moralnya sangat besar. Salah satu di antara para perawan remaja itu adalah Sumiyati. Ia adalah putri Asisten Wedana Kecamatan Pesantren, Kediri. Sumiyati terpisah dari keluarga dan tinggal di Siam, Thailand. Di Siam, ia menjalani hidupnya jauh dari sanak saudara.

Di dalam negeri, Pulau Buru menjadi salah satu tempat pembuangan. Bukan saja pembuangan tahanan politik. Jauh sebelum itu, para perawan remaja pada masa penjajahan Jepang terbuang di sana. Sama dengan Sumiyati, beban moral dan tidak tahu jalan pulang menjadi alasan mereka tidak pulang ke pangkuan Ayah dan Bunda. Mereka menua di sana dengan kenangan masa remaja yang menyedihkan.

4. Tidak Mendapatkan Keadilan Sampai Sekarang

Keadilan untuk para remaja yang menderita pada saat itu tidak ada. Usaha pemerintah sampai saat ini juga nihil. Semua orang seakan melupakan apa yang dirasakan para remaja pada saat itu. Jumlah mereka banyak, tetapi Jepanglah yang seharusnya lebih tahu berapa jumlah mereka.

Janji itu tidak pernah tercatat dan tertulis di atas kertas. Para tentara Dai Nippon cerdas sekali dalam menghilangkan jejak kejahatan, dan orang-orang mudah sekali melupakannya.

Itulah 4 fakta yang dialami para remaja Indonesia pada masa penjajahan Jepang. Semoga kita bisa memahami dan berempati pada mereka.

Penulis : Millenia Safitri

Editor : Herlianto. A

Tags: Dai NipponKebejatan Tentara JepangPenjajahan JepangPerawan Budak Seks Jepang

Related Posts

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?
News

SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?

Jumat, 9 Okt 2026
Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kusnali,  saat berada di Lapas Kelas I Malang menjelaskan soal Mas Bechi. (Foto/M Sholeh)
News

Mas Bechi Dimasukkan ke Penjara Lagi, 6 Petugas Diperiksa

Jumat, 9 Okt 2026
Siswa SMK PGRI 3 Malang mendapat pengalaman kerja nyata lewat program servis motor gratis dalam rangka HUT Jatim ke-81. Foto: Azmy
News

Program Servis Motor Gratis Skariga Malang di Momen HUT 81 Jatim, Kuota Layanan Membeludak

Kamis, 8 Okt 2026
Karat, Unit Metal asal Kota Malang Masuk Nominasi AMI Awards 2026, Jejeri Sal Priadi
News

Karat, Unit Metal asal Kota Malang Masuk Nominasi AMI Awards 2026, Jejeri Sal Priadi

Rabu, 7 Okt 2026
Pengunjung saat mencoba sensasi wisata baru birdwatching di Gunung Arjuno yang digagas Profauna Indonesia. Foto: Dok.
News

Cara Profauna Tekan Perburuan Liar di Gunung Arjuno Lewat Ekowisata Birdwatching

Rabu, 7 Okt 2026
Next Post
Ilustrasi proses menemukan identitas diri/tugu malang

Remaja Belum Tahu Arah, Temukan Identitas Diri Anda

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.