Sabtu, Agustus 29, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Nasional

12 Hewan Endemik Asli Nusantara Terancam Punah

Redaksi by Redaksi
Mei 22, 2023 10:05 am
in Nasional
Badak Sumatera yang terancam punah.

Badak Sumatera yang terancam punah. Foto/Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Artikel ini akan membahas 12 hewan endemik asli nusantara yang dinyatakan terancam akan punah.

PBB menetapkan 22 Mei sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia (International Day for Biological Diversity). Penetapan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terkait melestarikan keanekaragaman hayati atau biodiversitas di bumi.

READ ALSO

Menteri Agama Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri, Kemenag Sebut Itu Hoaks

Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Berdasarkan data Indeks Keanekaragaman Hayati Global 2022 atau Global Biodiversity Index 2022 oleh The Swiftfest, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tertinggi kedua di dunia setelah Brasil.

Baca Juga: Reptile Addict Malang, Wadah bagi Penggemar Hewan Melata untuk Sharing Ilmu

Diketahui, ada 729 jenis mamalia, 1.723 jenis burung, 4.813 jenis ikan, 282 jenis amfibi, 773 jenis reptil, dan 19,232 jenis tanaman vaskular. Dari sekian banyaknya spesies yang ada, Indonesia juga memiliki beragam jenis hewan endemik asli Nusantara yang tersebar di berbagai pulau.

Hewan endemik ini berarti spesies hewan yang secara alami hanya ditemukan di satu wilayah, serta tidak dapat ditemukan di wilayah lain. Lebih singkatnya, hewan-hewan inilah satwa asli Indonesia.

Hewan endemik asli Nusantara ini memiliki keunikan dan ciri khas tertentu yang membuatnya sangat memesona. Namun sayangnya, beberapa spesies di antaranya dalam ancaman kelangkaan. Berikut adalah hewan endemik asli Indonesia yang terancam punah.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Kapibara, Hewan Gemas yang Viral hingga Jadi Meme 

1. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)

Badak Sumatera merupakan satwa langka karena jumlahnya kurang dari 80 ekor dan hanya melahirkan satu anak dalam 3 atau 4 tahun sekali.

Hewan yang hidup secara soliter di hutan tropis ini merupakan satu-satunya spesies badak bercula dua yang ada di Asia. Populasi spesies badak terkecil ini tersebar di Taman Nasional Bukit Barisan, Taman Nasional Gunung Leuser, dan Taman Nasional Way Kambas.

2. Beruk Mentawai/Bokoi (Macaca pagensis)

Beruk Mentawai memiliki berbagai nama, masyarakat setempat menyebutnya bokoi, namun primata ini juga dikenal dengan nama beruk pagai (Pagai Island Macaque).

Keunikan beruk ini terletak pada bagian rambut di pipi yang berwarna lebih gelap, mahkotanya berwarna coklat, dan memiliki rambut di dahi lebih panjang.

Primata yang memiliki ciri khas membawa makanan dengan punggung dan tangannya ini, dapat ditemukan di Pulau Pagai Selatan maupun Utara, dan Pulau Sipora di Kepulauan Mentawai Sumatera.

Sayangnya, IUCN (International Union for Conservation of Nature) keberadaan satwa endemik ini masuk ke dalam kategori terancam punah dengan status konservasi kritis (Critically Endangered)

3. Burung Cendrawasih (Paradisaeidae)

Burung endemik yang berasal dari Papua ini memiliki nama yang berarti utusan dewa-dewi bulan, sehingga warga lokal menganggap Burung Cendrawasih sebagai reinkarnasi peri yang terbang.

Jenis Cendrawasih sendiri di Indonesia terdapat 30 jenis, namun 28 jenis di antaranya hanya bisa ditemukan di tanah Papua. Populasi burung dengan bulu indah dan cerah ini dilindungi keberadaannya berdasarkan UU No 5 Tahun 1990 dan PP No 7 tahun 1999.

4. Burung Maleo (Macrocephalon maleo)

Satwa asli Nusantara ini hanya dapat ditemukan di habitatnya, yaitu Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Fauna ini memiliki bulu berwarna hitam pada bagian tubuhnya, namun merah muda di bagian bawahnya.

Keunikan Burung Maleo yang membuatnya menjadi langka dan berada pada ambang kepunahan, diketahui jenis burung ini hanya bertelur sebutir pada setiap musim.

5. Elang Flores (Nisaetus floris)

Elang endemik ini menghuni wilayah Sunda kecil dengan sebaran populasi terbatas. Habitat rajawali penguasa langit Flores ini adalah Pulau Lombok, Sumbawa dan Flores serta beberapa pulau kecil lainnya termasuk Komodo dan Rinca.

Perbedaannya dengan jenis elang lainnya adalah adanya 6 garis coklat pada ekornya dan adanya bagian dalam sayap yang transparan sehingga nampak berkilauan saat terkena sinar matahari.

Saat ini populasi elang Flores di alam diperkirakan hanya 250 ekor. Namun, akibat populasinya yang sangat sedikit, IUCN (International Union for Conservation of Nature), menyatakan spesies ini pada kategori sangat terancam punah.

6. Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis)

Gajah endemik Nusantara ini memiliki ukuran tubuh lebih kecil dari spesies gajah India, lebih tepatnya seperlima lebih kecil. Hal ini membuat penampakan telinganya lebih besar dari kebanyakan gajah lainnya.

Tidak hanya badannya yang mungil, gadingnya pun relatif lebih pendek dan lurus. Perilaku gajah kerdil ini tergolong lebih lembut dan tidak agresif. Habitatnya alaminya adalah dataran rendah di Kalimantan Timur.

Diperkirakan jumlah populasinya hanya sekitar 30-80 ekor, IUCN menyatakan bahwa spesies gajah Kalimantan masuk dalam status terancam kritis.

7. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)

Harimau yang terkenal dengan keeksotisannya ini mempunyai ukuran tubuh terkecil serta warna kulit tergelap dari jenis harimau lainnya. Uniknya, coraknya loreng hitam yang dimiliki lebih rapat dan bila dilihat lebih teliti, coraknya menyerupai sidik jari manusia.

Hewan endemik Pulau Sumatera ini juga terancam mengalami kepunahan, diperkirakan populasinya hanya sekitar 400 ekor di alam bebas. Untuk melestarikan populasinya, terdapat pusat konservasi harimau ini, di antaranya Taman Nasional Kerinci Seblat, Kawasan Ekosistem Ulu Masen, serta Leuser di Aceh dan Sumatera Utara.

8. Kekah Natuna (Presbytis natunae)

Primata endemik ini hanya hidup di Kabupaten Natuna, Pulau Bunguran Besar. Kekah dengan keunikan bulu wajah yang seperti menggunakan kacamata ini merupakan hewan yang terancam punah.

Penyebabnya adalah status endemisitas yang terbatas pada satu pulau saja, perburuan yang tinggi untuk dipelihara dan dijual, serta belum adanya usaha untuk public awareness akan kelangkaan satwa endemik ini. Oleh karena itu, IUCN mengeluarkan Red List of Threatened Species, yakni daftar status kelangkaan suatu spesies.

9. Komodo (Varanus komodoensis)

Kadal terbesar di dunia ini hanya bisa ditemui di habitat alaminya yakni Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Salah satu hewan purba sejak 4 juta tahun yang lalu ini diperkirakan hanya tersisa 3.303 ekor yang menjadikannya menjadi satwa langka. IUCN menetapkan reptil yang dikenal agresif dan berbahaya ini sebagai spesies yang Terancam Punah (Endangered).

10. Kucing Merah/Kucing Kalimantan (Pardofelis badia)

Kucing yang berhabitat di Pulau Kalimantan ini memiliki sudut matanya yang terdapat dua garis gelap serta bagian belakang kepala memiliki tanda gelap berbentuk “M”.

Keunikan lainnya juga terletak pada ekornya yang panjang dan runcing, terdapat garis kekuningan di bagian bawahnya dan ujung ekornya berwarna putih bersih. Hewan endemik hutan tropis Borneo merupakan hewan langka yang berstatus Genting Endangered.

11. Monyet hitam Sulawesi (Macaca Nigra)

Monyet hitam yang dikenal dengan kepintarannya ini berasal dari Sulawesi Utara. Monyet yang dikenal juga dengan sebutan yaki ini memiliki bulu serba hitam, disertai dengan jambul kepala, dan bulu berwarna merah muda kemerahan di bagian bokongnya.

Populasi monyet yang berhabitat di hutan tropis dalam kawasan Cagar Alam Tangkoko ini, diperkirakan tidak lebih dari 1.000 ekor.

12. Tarsius kerdil (Tarsius pumilus)

Primata mungil yang berasal dari Pulau Sulawesi ini pernah dinyatakan punah. Akan tetapi, peneliti kembali menemukan 4 ekor tarsius kerdil di Gunung Rorekatimbu, Sulawesi Tengah pada tahun 2008 dan sejak saat itu status punah atas hewan langka ini pun dihapus.

Uniknya, mamalia nokturnal yang hanya aktif pada malam hari ini diketahui merupakan hewan setia yang hanya akan memiliki satu pasangan seumur hidup. Jika pasangannya mati, tarsius kerdil atau gunung ini tidak akan mencari tarsius lain pengganti pasangannya.

Primata asli Indonesia ini dapat juga dilihat pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Tangkoko, tepatnya di TWA Batu Putih, Bitung, Sulawesi Utara.

Negara Indonesia merupakan rumah bagi spesies hewan endemik asli Nusantara. Untuk melestarikan hewan-hewan tersebut, perlu adanya kerjasama banyak pihak. Pemerintah maupun masyarakat harus saling bahu-membahu untuk menjaga keberadaan satwa-satwa indah khas Indonesia ini.

Penulis: Nurul Amelia Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Badak SumateraCendrawasihhewanHewan Endemik Nusantarakomodo

Related Posts

78efda42 Da96 4433 Bdf2 E1ae48f24b00
Nasional

Menteri Agama Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri, Kemenag Sebut Itu Hoaks

Kamis, 27 Agu 2026
Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
Nasional

Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Kamis, 27 Agu 2026
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden
Nasional

Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden

Kamis, 20 Agu 2026
Cegah Korupsi Sekolah Rakyat, Kemensos Libatkan ICW Awasi Pengadaan
Advertorial

Cegah Korupsi Sekolah Rakyat, Kemensos Libatkan ICW Awasi Pengadaan

Jumat, 24 Jul 2026
Fakta Menarik Kiprah Nanik S Deyang Bersama BGN, Putuskan Mundur Hanya 1,5 Bulan Menjabat
Nasional

Fakta Menarik Kiprah Nanik S Deyang Bersama BGN, Putuskan Mundur Hanya 1,5 Bulan Menjabat

Rabu, 22 Jul 2026
Kemensos dan Bank Mandiri Perkuat UMKM Desa Karanganyar dengan Bantuan Usaha Sablon
Advertorial

Kemensos dan Bank Mandiri Perkuat UMKM Desa Karanganyar dengan Bantuan Usaha Sablon

Minggu, 19 Jul 2026
Next Post
Ilustrasi minuman segar. (

6 Bisnis Franchise Minuman Kekinian, Peluang Usaha yang Cepat Cuan

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.