Tugumalang.id – Berdasarkan data statistik 2024, tingkat pengangguran terbuka di Jatim mencapai 4,19 persen yang didominasi dari lulusan perguruan tinggi dan SMK. Di tengah isu tingginya angka penganguran itu, Universitas Bina Nusantara (Binus Malang) justru mencatatkan 100 persen lulusannya di tahun 2024 telah terserap di dunia kerja baik di industri maupun entrepreneur.
Direktur Binus Malang, Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M memandang ada kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: BINUS @Malang Membentuk Generasi Unggul Berkarya di Kancah Nasional dan Internasional
Hal ini menjadi PR besar bagi kampus untuk menciptakan lulusan dengan kompetensi yang sesuai atau relevan dengan standar kebutuhan industri.
“Saya melihat ada gab antara lulusan dan kebutuhan industri. Jadi yang nyata terlihat, ada ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan,” ungkapnya, Kamis (22/5/2025).
Terlebih saat ini dinamika perkembangan teknologi digital begitu pesat. Banyak industri mulai mengadopsi teknologi digital hingga AI untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan. Hal ini tentu menjadi tantangan baru bagi dunia ketenagakerjaan.
Baca Juga: Kuliah 2,5 Tahun di BINUS @Malang, Semakin Siap Berkarier

Robertus mengatakan bahwa kampus Binus Malang memiliki strategi tersendiri dalam menyiapkan mahasiswanya menjadi lulusan kompeten, kreatif, inovatif dan berdaya saing.
Salah satunya dengan design kurikulum yang menyesuaikan standar kebutuhan industri dan pendekatan pendidikan kelas dunia yang berfokus pada pengembangan digital teknopreneur.
Secara sederhana, Binus Malang menciptakan kurikulum agar selama 2,5 tahun di kampus, mahasiswa bisa benar benar mempersiapkan karirnya. Praktis, mahasiswa ke kampus benar benar untuk menyiapkan karier.
Dalam data wisudawan tahun 2024, 100 persen lulusannya telah terkonfirmasi terserap di dunia kerja. Menariknya, 44 persen lulusan tersebut telah menjadi entrepreneur atau berwirausaha.
“Kami memang berkomitmen menciptakan lulusan atau generasi muda yang mampu berkontribusi dalam membangun Indonesia lebih baik, untuk menyongsong cita cita Indonesia emas 2045,” ucapnya.
Di sisi lain, Binus Malang juga memiliki lulusan tahun 2024 yang telah menjadi founder bisnis konveksi bernama Buff Apparel & Studio. Dia adalah Misael Calvin. Di usianya yang masih menginjak 23 tahun, Calvin telah mencapai omzet lebih drai Rp 2 miliar.
Calvin sudah membangun usahanya sejak masih menjadi mahasiswa Binus Malang. Pada 2022, dia mengembangkan bisnis melalui penjualan dropship.
Lalu pada 2023, bersama 2 teman mahasiswa Binus, mereka menyatukan modal dan mendirikan konveksi sebagai rumah produksi pakaian.
Puncaknya, akhir 2023, Calvin mampu memproduksi 1.300 baju yang membuat bisnisnya terus berkembang hingga di 2024 mencapai omzet lebih dari Rp 2 miliar.
“Pesan saya bagi yang mau memulai usaha, wajar jika takut kehilangan. Kehilangan uang, waktu dan tenaga. Jadi pesan saya segera join the game,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























