Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

WHO Dorong Pemimpin Dunia Bangun Kota Sehat, Adil, dan Berkelanjutan

Redaksi by Redaksi
November 2, 2025 10:18 am
in News
Kota Sehat

Ilustrasi: Hari kota Dunia. foto/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Jenewa, Tugumalang.id – Pada momentum Hari Kota Sedunia (World Cities Day) yang jatuh pada 31 Oktober 2025, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan para pemimpin nasional dan pemerintah kota di seluruh dunia untuk mengubah wilayah perkotaan menjadi “mesin kesehatan, kesetaraan, dan keberlanjutan”.

Lebih dari 4,4 miliar orang, atau lebih dari setengah populasi dunia, kini tinggal di wilayah perkotaan. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga 70% pada tahun 2050. Di kawasan perkotaan, isu kesehatan, ketimpangan sosial, lingkungan, dan ekonomi saling berkaitan erat, menciptakan tantangan kompleks sekaligus peluang besar bagi kemajuan manusia.

READ ALSO

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Namun, dampak kesehatan terburuk sering kali dialami oleh masyarakat di permukiman kumuh dan informal, yang hidup dalam kondisi perumahan tidak layak, sanitasi buruk, kerawanan pangan, serta paparan risiko bencana seperti banjir dan gelombang panas. Saat ini, lebih dari 1,1 miliar orang hidup dalam kondisi seperti ini, dan jumlahnya diprediksi akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050.

Baca juga: Rancangan Awal RKPD Kota Malang 2026, Pj. Wali Kota Malang Fokus Penguatan Transformasi Ekonomi Inklusif

Panduan Baru WHO untuk Kesehatan Perkotaan

Pemandangan kota
Beautiful landscape of cityscape with city building around lumpini park in bangkok Thailand.foto/freepik

Untuk menjawab tantangan tersebut, WHO meluncurkan panduan baru berjudul “Mengambil Pendekatan Strategis terhadap Kesehatan Perkotaan” (Taking a Strategic Approach to Urban Health). Dokumen ini memberikan kerangka kerja komprehensif bagi para pengambil kebijakan dalam merancang kebijakan perkotaan yang menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama.

“Ini adalah momen penting bagi para pemimpin di semua tingkatan untuk bertindak bersama,” ujar Jeremy Farrar, Asisten Direktur Jenderal WHO bidang Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, dan Perawatan. “Panduan ini memberi arah bagi pemerintah, perencana kota, dan masyarakat untuk bekerja lintas sektor demi membangun masa depan yang lebih adil, sehat, dan tangguh.”

Ketimpangan Kesehatan di Kota: Ancaman yang Nyata

Riset WHO terhadap 363 kota di sembilan negara Amerika Latin menunjukkan adanya kesenjangan harapan hidup hingga 14 tahun untuk pria dan 8 tahun untuk wanita antara kota paling sehat dan kota paling rentan.

Baca juga: Menuju Ngalam Tahes, Wawali Kota Malang Dorong Generasi Muda Bangun Pola Hidup Sehat

Penduduk kota di seluruh dunia menghadapi berbagai risiko tumpang tindih — mulai dari polusi udara, transportasi tidak aman, perumahan buruk, kebisingan, hingga dampak perubahan iklim. WHO mencatat, polusi udara menewaskan sekitar 7 juta orang setiap tahun, sementara hampir seluruh penduduk kota menghirup udara yang tidak memenuhi standar kualitas udara WHO.

Kepadatan penduduk juga memperbesar risiko penyakit menular seperti COVID-19 dan demam berdarah, sementara terbatasnya akses ke ruang hijau memperparah risiko penyakit tidak menular seperti jantung dan diabetes.

Kota Sebagai Garda Depan Perubahan Global

Menurut WHO, lingkungan perkotaan kini menjadi faktor penentu utama kesehatan manusia sekaligus pendorong tantangan global seperti perubahan iklim, kelangkaan sumber daya, dan ketimpangan sosial. Karena itu, kota memiliki peran vital bukan hanya sebagai sumber masalah, tetapi juga sebagai pusat solusi transformasi global.

“Tindakan strategis dalam pembangunan kota dapat menciptakan lingkungan yang tangguh dan layak huni, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” tulis WHO dalam panduannya.

WHO juga menyoroti sejumlah contoh kota yang telah mengadopsi pendekatan kolaboratif, seperti Dandora (Kenya), Suva (Fiji), Makassar (Indonesia), dan Coimbra (Portugal), yang melibatkan langsung suara masyarakat dalam desain kota sehat.

Kesehatan Bukan Hanya Urusan Sektor Kesehatan

Kota
ilustrasi.foto/freepik

Direktur WHO untuk Penentu, Pencegahan, dan Promosi Kesehatan, Dr. Etienne Krug, menegaskan bahwa kota merupakan kunci dalam memajukan kesehatan masyarakat.

“Panduan ini memberikan peta jalan bagi pemerintah untuk bertindak secara strategis, dan mengaitkannya dengan isu global seperti perubahan iklim, transportasi, transformasi digital, dan migrasi,” ujarnya.

WHO menekankan bahwa kesehatan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Keputusan sehari-hari yang diambil oleh otoritas kota — mulai dari perencanaan udara bersih, perumahan, mobilitas aktif, hingga kebijakan digital dan pembiayaan publik — semuanya berpengaruh langsung terhadap kesehatan warganya.

Pendekatan strategis berarti menyelaraskan semua kebijakan tersebut untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.

Langkah Strategis yang Direkomendasikan WHO

Dalam panduannya, WHO menguraikan empat langkah utama bagi pemerintah dalam membangun kesehatan perkotaan, yaitu:

  1. Memahami kompleksitas sistem perkotaan dan dampaknya terhadap kesehatan dan kesetaraan.

  2. Mengidentifikasi peluang aksi lintas sektor untuk menanamkan prinsip kesehatan dalam seluruh kebijakan publik.

  3. Memperkuat tata kelola dan sarana implementasi, termasuk pembiayaan, data, inovasi, kemitraan, dan partisipasi publik.

  4. Mengembangkan strategi kesehatan perkotaan nasional dan lokal yang menyeluruh dan berbasis bukti.

Kursus Daring untuk Meningkatkan Kapasitas Global

Bersamaan dengan peluncuran panduan tersebut, WHO juga merilis tiga modul pertama Kursus E-learning Kesehatan Perkotaan melalui Akademi WHO, guna memperkuat kapasitas kerja kolaboratif di lingkungan perkotaan dan membantu para pemimpin mengimplementasikan strategi kesehatan yang lebih inklusif.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

 

Sumber: Rilis WHO

redaktur: jatmiko

Tags: Hari Kota Seduniakeberlanjutankebijakan kotakesehatan perkotaankesetaraan sosialKota Sehatperubahan iklimWHO

Related Posts

Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Wonton di Malang

Rekomendasi Wonton di Malang: Tempat Makan Terbaik untuk Kuliner Gurih dan Menggoda

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.