Tugumalang.id – Jika berkunjung ke Kota Batu, Jawa Timur, tidak ada salahnya untuk mencoba pilihan itinerary wisata unik di Taman Rekreasi Selecta. Paket itinerary wisata ini bertajuk ‘Walking Tour Living Museum’. Selain melihat pesona alam di sana, anda juga bisa menyusuri lorong waktu semasa Presiden RI pertama Soekarno kerap berkunjung ke sana.
Itinerary Walking Tour Living Museum menawarkan pengalaman berjalan kaki mengajak wisatawan menembus lorong waktu sejarah sejak era kolonial hingga kemerdekaan. Paket ini hadir setelah Selecta ditetapkan sebagai salah satu Living Museum di Indonesia dari Kementerian Kebudayaan pada 2025 lalu.
Berbeda dengan museum konvensional yang kaku, paket ini menawarkan interaksi langsung dengan bangunan bersejarah yang masih berfungsi hingga hari ini. Pertama-tama, pengunjung akan menapaki gerbang masuk di Lobi Hotel Selecta, bangunan asli karya Fransiscus Reyter De Wildt tahun 1928 yang masih bertahan hingga kini.

Baca juga: Menikmati Lanskap Bukit Lumut Endemik di Selecta Kota Batu
Lalu, wisatawan akan diajak untuk melihat Titik Nol Selecta yang digagas oleh Bung Karno yang menjadi titik awal kelahiran pariwisata modern di Indonesia. Titik Nol Selecta ini ada di area bawah Villa Bima Shakti atau dulu dikenal dengan nama Villa de Brandarice.
Kemudian, wisatawan akan diajak memasuki kamar bersejarah yang kerap menjadi tempat menginap Soekarno di Villa Bima Shakti. Jejak sejarah yang panjang tersebut juga menjadikan Villa Bima Shakti ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya.
Di dalam villa ini, pengunjung bisa melihat langsung berbagai properti favorit Bung Karno saat merenung dan menggagas ide-ide kemerdekaan RI di Selecta. Anda juga bisa merasakan duduk di kursi favorit Bung Karno yang menghadap lanskap pemandangan kota yang dijuluki Swiss Kecil tersebut dari ketinggian.
Pihak Selecta juga telah mengarsipkan sejumlah koleksi foto, barang hingga dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perjuangan dan gagasan Soekarno pada 1995 silam. Tur ini kemudian ditutup dengan melihat kolam renang bersejarah di sana. Kolam ini juga masih mempertahankan papan luncur asli dari zaman Belanda masih berdiri kokoh

Pengalaman Wisata yang Hidup
Direktur Utama Selecta, Sujud Hariadi, menegaskan bahwa pilihan wisata ini sengaja didesain agar pengunjung bisa menyelami suasana masa lalu secara nyata. Pengunjung bisa merasakan aktivitas dan pengalaman wisata yang hidup.
“Selecta sejak dulu adalah ruang piknik rakyat dan kami terus berupaya memelihara itu agar juga dapat menjadi pengalaman wisaya yang hidup. Kami ingin pengunjung merasakan kembali atmosfer kejayaan masa lalu itu,” ungkap Sujud.
Baca juga: Melihat Wajah Baru Bangunan Ikonik di Selecta Kota Batu
Sujud menekankan bahwa Selecta yang masih eksis hingga saat ini juga merupakan hasil perjuangan dari 47 tokoh masyarakat setempat yang membangun kembali puing-puing kehancuran pasca masa perang pada tahun 1950.
“Konsep Living Museum ini bukan soal benda mati, melainkan merawat bangunan agar tetap hidup. Selecta adalah ruang di mana rakyat bisa kembali merasakan suasana dulu secara nyata,” ungkap Sujud.
Dengan ditetapkannya Selecta sebagai Living Museum ini diharapkan menjadi alternatif wisata edukasi yang segar bagi wisatawan yang bosan dengan objek wisata mainstream. Kini, ke Selecta bukan hanya soal memanjakan mata, tapi juga memperkaya wawasan tentang perjalanan panjang pariwisata Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























