Tugumalang.id – Program Pasar Murah yang menghadirkan paket sembako murah telah digencarkan WALI (Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin), Paslon Wali dan Wakil Wali Kota Malang di ratusan titik. Kini, warga Kota Malang ingin program Pasar Murah itu bisa digelar berkelanjutan.
Terpantau, program itu digencarkan di belasan titik di Kota Malang pada Minggu (29/9/2024). Pasar Murah itu menyasar langsung kawasan RT RT di Kota Malang.
Paket sembako berisi beras, gula hingga minyak goreng itu dijual hanya dengan harga seribu rupiah. Sontak saja, animo besar warga langsung menyerbu pasar murah itu.
Baca Juga: Spirit Nomor Urut 1, WALI Berkomitmen Wujudkan Kota Malang Berkelas
“Ini program yang manfaatnya langsung bisa dirasakan masyarakat. Tentu ini sangat membantu warga. Saya rasa dari pada kegiatan lain, lebih baik seperti ini (pasar murah),” kata Agus Diaji, Ketua RT1 RW4 Kelurahan Polehan.

Agus menyampaikan bahwa warga berharap program Pasar Murah itu bisa digelar berkelanjutan. Dia memproyeksikan bahwa jika program ini bisa berkelanjutan, maka akan memberikan dampak berkelanjutan pula bagi perekonomian masyarakat Kota Malang.
“Setidaknya ada sembako murah atau harga sembako yang benar benar murah di Kota Malang. Jadi warga ingin program ini berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu, Ali Muthohirin yang hadir secara langsung dalam program Pasar Murah itu mengaku senang melihat antusias warga. Ali juga menyempatkan diri untuk berbincang dan berbaur dengan warga.

“Saya senang hari ini warga sangat semangat. Saat bincang bincang dengan warga, saya melihat program kami ini diterima karena memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Ali.
Baca Juga: Diusung 13 Parpol, Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin Resmi Daftar ke KPU Kota Malang
Baginya, program Pasar Murah ini merupakan jurus andalan WALI dalam menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Terlebih, warga Kota Malang juga memang menginginkan kebutuhan pokok seperti sembako di Kota Malang ini bisa dijangkau semua kalangan.
“Jadi selain karena warga membutuhkan, warga juga berharap program seperti ini diperbanyak,” ujarnya.
Melihat animo dan keinginan warga soal keberadaan Pasar Murah itu, Ali menargetkan bisa menyasar di seribu titik dalam dua bulan kedepan. “Target kami minimal 1.000 titik Pasar Murah,” imbuhnya.
Gerakan ini menurutnya sebagai proyeksi sekaligus komitmen WALI dalam menjalankan program prioritasnya. Yakni menjadikan Kota Malang sebagai Kota Event.
“Salah satu visi misi kami kan ada 1.000 Event tiap tahun baik event olahraga, seni, budaya, UMKM, ekonomi kreatif yang itu semua melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi mengembangkan perekonomian Kota Malang,”
Dia memproyeksikan bahwa 1.000 event yang digelar di Kota Malang setiap tahun akan mampu menggeliatkan roda perekonomian seluruh lapisan masyarakat Kota Malang.
“Bahkan nanti bisa bermunculan EO baru dari anak anak muda kreatif Kota Malang. Tentu ini juga bisa mengurangi angka penggangguran,” terangnya.
Selain UMKM di Kota Malang bisa bergeliat, program 1.000 Event ini juga berpotensi mengangkat seni budaya Kota Malang di kancah nasional maupun internasional.
“Setiap event akan kami sandingkan dengan kegiatan nasional maupun internasional. Sehingga diharapkan menjadi ciri khas Kota Malang. Memang salah satu visi misi kami adalah ingin meduniakan seni budaya Kota Malang dan Kota Malang itu sendiri,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























