Kota Batu, Tugumalang.id – Durian Fantasi (Dufan), destinasi agrowisata baru di Kota Batu, Jawa Timur, terus bersolek sejak kehadiran perdananya pada 2024. Pengelola kini menggenjot penguatan fasilitas untuk menegaskan wajah baru Dufan sebagai pusat edukasi agrowisata berbasis kebun durian yang edukatif sekaligus instagenik.
Konsep agrowisata yang diusung Dufan tidak sekadar menjadi gimmick pariwisata. Sejak memasuki kawasan, pengunjung diajak menyelami ekosistem kebun durian secara langsung. Alur kunjungan dirancang berurutan, mulai dari lorong edukasi hingga jembatan layang yang memuat beragam informasi tentang durian dan alpukat.
Pengalaman belajar itu diperkaya dengan kehadiran patung atau sculpture ikonik berbentuk durian dan alpukat berukuran besar. Saat malam hari, area ini semakin semarak dengan pemandangan city light Kota Batu serta ornamen lampu warna-warni yang memancar dari setiap sculpture.

Konsep Edukasi Agrowisata Sejak Pintu Masuk
Konseptor Dufan, Sudjono Djonet, menegaskan bahwa pengembangan Dufan sebagai pusat edukasi agrowisata akan terus berlanjut. Saat ini, fokus utama diarahkan pada penguatan sarana edukasi pertanian sekaligus pelestarian lingkungan.
Menurutnya, visi Dufan adalah menjadi ruang pembelajaran bagi wisatawan tentang ekosistem buah premium, mulai dari proses pembibitan, penanaman, perawatan, hingga pascaproduksi. Dengan konsep tersebut, kunjungan ke Dufan tidak hanya sebatas menikmati buah, tetapi juga memahami proses di baliknya.
“Kita lebih utamakan penguatan Durian Fantasi sebagai tempat wisata untuk belajar tentang agro. Pengunjung bisa mengenal proses pembibitan alpukat dan durian, bagaimana menanam pohon hingga berbuah, sampai cara mengolahnya,” ujar Djonet.
Baca juga: Durian Fantasi, Alternatif Agropariwisata Tematik Baru di Kota Batu, Makan Durian With View 360 Derajat
Misi Pelestarian Lingkungan dan Ragam Durian Premium

Salah satu aspek yang menonjol dari konsep edukasi di Dufan adalah pengenalan pengolahan limbah durian. Kulit dan biji durian dimanfaatkan kembali agar memberi dampak positif bagi tanaman dan lingkungan sekitar, sehingga tidak ada bagian yang terbuang percuma.
Dari sisi produk, Dufan menghadirkan hingga tujuh jenis durian premium, di antaranya Black Thorn atau Duri Hitam, Musang King, dan Durian Bawor. Selain mengandalkan kebun di Kota Batu, pengelola juga mengembangkan perkebunan di wilayah Malang Selatan guna menjaga ketersediaan stok.
Tak hanya buah segar, hilirisasi produk turut menjadi daya tarik dengan beragam olahan kreatif, seperti talam durian, ketan durian, es krim durian, donat durian, hingga aneka olahan lainnya.
Baca juga: Wisata Ramah Anak Terbaru Taman Rampal Malang, Berikut Informasi Harga Tiket dan Wahana Tersedia
Rencana Wahana Baru dan Informasi Tiket Masuk
Menyongsong awal 2026, Dufan Kota Batu menyiapkan terobosan baru berupa wahana permainan bertema petualangan yang tetap mengusung napas agrowisata. Salah satunya adalah Dream Castle, sebuah bangunan unik yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama Kota Batu dari lantai atas dengan sudut pandang yang instagramable.
“Kita masih akan ada beberapa pengembangan lanjutan, termasuk permainan game adventure yang tetap bertema agro. Dream Castle menjadi salah satu ikon baru yang sedang kami siapkan,” imbuh Djonet.
Sebagai informasi, Dufan berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, dekat Museum Angkut. Tiket masuk wahana dibanderol sekitar Rp20-25 ribu. Dengan harga tersebut, pengunjung dapat menikmati zona edukasi agro, studio foto, romantic garden, serta berbagai spot foto. Untuk pengalaman yang lebih lengkap, tersedia paket terusan termasuk makanan dan akses wahana di kisaran Rp75-100 ribu per orang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















