Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

UM, UB, dan Unair Kolaborasi Teliti Lalapan Sebagai Terapi Penyakit Jantung Koroner

Redaksi by Redaksi
Agustus 24, 2022 1:50 pm
in Berita, Pendidikan, Tugu Sehat
tugumalangid um ub unair

Para peneliti kolaborasi; Dr. Ermin Rahmawati, Dr. Suharti, dan Prof. Dr. Djanggan Sargowo. (foto dokumen peneliti)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Penelitian kolaborasi Universitas Negeri Malang (UM), UB dan Unair, mengembangkan inovasi produk berbasis pangan lokal Indonesia untuk mengatasi penyakit kardiovaskuler. Produk lokal yang diteliti yaitu makanan rakyat sehari-hari, lalapan. Apakah lalapan bisa jadi obat pencegah penyakit jantung?

Data penelitian menempatkan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) sebagai penyakit penyebab kematian nomor 1 di dunia. Peneliti dari UB Prof Djanggan Sargowo Sp.PD., Sp.PJ (K) menyebut banyak upaya penyembuhan penyakit tersebut namun masih menimbulkan efek samping jangka panjang.

READ ALSO

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

Pihaknya melakukan penelitian kolaborasi dari bahan makanan olahan khas masyarakat yang efisien. Salah satu pengembangan bahan pangan dan makanan olahan yang telah dikenal dan banyak dijumpai masyarakat di Indonesia menurutnya adalah lalapan. Bahan-bahan yang digunakan mudah didapat, seperti kubis, kemangi, timun, sambal dan lainnya.

”Melihat potensi kandungan gizi yang telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan antioksidannya dari setiap bahan makanan tersebut, kami ingin mengembangkan makanan ini sebagai inovasi produk terapi support penyakit jantung koroner,” tutur Prof Djanggan.

Peneliti dari UM Dr Suharti juga menyatakan, lalapan sangat berpotensi menjadi terapi penyakit kardiovaskuler. Sejumlah bahan lalapan tersebut juga mudah di dapat masyarakat.

”Fermentasi kandungan bakteri baik hasil fermentasi sambal lalapan sangat berpotensi menjadi terapi penyakit kardiovaskuler,” ujarnya.

Riset kolaborasi UM, UB, dan Unair ini bertenma: Inovasi Pengembangan Produk Halal Berbasis Bahan Pangan Lokal Ekstrak Fermentasi Sambal Lalapan Sebagai Terapi Suportif dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kardiovaskuler. Penelitian ini diampu oleh koordinator utama RKI dari masing-masing universitas, diantaranya : Dr. Suharti, SpD, M.Si dan Dr. Ahmad Munjin Nasih, M.Ag (UM), berkolaborasi dengan Prof. Djanggan Sargowo (UB), dan Prof. Yudi Her Octaviano, SpJP(K) (Unair). Selain itu, tim yang terlibat diantaranya adalah Dr. dr. Ermin Rachmawati,M.Biomed., dr. Makhyan Jibril, Larasati Sekar Kinasih, M.Gz, dr.Sutanti Lara Dewi dan juga mahasiswa S1 Kedokteran, Biologi serta PPDS Kardiologi. Penelitian ini dilaksanakan di Surabaya dan Malang menggunakan beberapa laboratorium yang bertempat di UM, UB, dan Unair.

”Harapan besar kami, kedepan produk kolaborasi UM, UB, dan Unair ini mampu menjadi inovasi berbasis produk lokal Indonesia yang mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan penyakit kardiovaskuler,” jelas Prof Yudi.

Tahun 2022 ini, UM, UB, Unair lolos seleksi untuk pendanaan Riset Kolaboratif Indonesia (RKI). RKI merupakan salah satu program Kemendikbud dalam melahirkan penelitian-penelitian yang berkualitas dan mendorong ke hilirisasi produk untuk membantu mensukseskan program-program Pemerintah Indonesia.

Skema RKI diantaranya mengadakan penelitian kolaboratif yang melibatkan Kerjasama antar 16 PTNBH se Indonesia, Universitas Luar Negeri, dan BRIN. Penelitian kolaboratif multidisipliner antar institusi ini menjadi penopang utama lahirnya inovasi dan terobosan baru tepat guna untuk menjawab kebutuhan serta permasalahan masyarakat saat ini.

munjin tugumalangid
Peneliti Dr Ahmad Munjin Nasih bersama rekan-rekan peneliti. (foto dokumen peneliti)

”Tidak hanya itu, dalam pengembangan produk ini kami juga memastikan setiap prosesnya telah sesuai dengan standar kehalalan, yang nantinya dapat bermanfaat dan dipasarkan di masyarakat,” pungkas Dr Munjin. (Ads)

 

 

Editor: Fajrus Sidiq

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

Tags: lalapanpenyakit jantungubUMunair

Related Posts

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional
Pendidikan

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional

Sabtu, 18 Jul 2026
UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027
Pendidikan

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

Jumat, 17 Jul 2026
Feb Ub
Pendidikan

FEB UB Gandeng Pegiat Lingkungan Ketawanggede, Ajarkan Pengelolaan Sampah Organik Lewat Biopori

Jumat, 17 Jul 2026
Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia
Pendidikan

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia

Jumat, 17 Jul 2026
Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 
Pendidikan

Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 

Jumat, 17 Jul 2026
Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang
Pendidikan

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
sarapan

Melewatkan Sarapan Mungkin Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental Anak

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.