Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Entertainment

Seniman Kritik Kesuraman Pasar Bareng dengan Video Art

Redaksi by Redaksi
September 26, 2021 6:42 pm
in Entertainment
seniman - Seniman Kritik Kesuraman Pasar Bareng dengan Video Art

Minimnya perhatian dinas terkait dalam mengelola pasar tradisional mendapat respon para seniman. Mereka mewarnai kesuraman itu dengan seni media video art. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Minimnya perhatian dinas terkait dalam mengelola pasar tradisional mendapat respon para seniman. Seperti dijumpai di Pasar Rakyat Bareng Kota Malang pada Jumat (24/9/2021) malam. Mendadak, ada tampilan ‘lukisan cahaya’ di lorong bangunan Pasar Bareng.

Lukisan cahaya yang dimaksud adalah sebuah karya seni video art, sebuah paradigma seni media baru. Ada 5 karya yang diproyeksikan saat itu mulai video mapping, visual interaktif, motion graphic, hingga sound art. Malam itu, tembok-tembok Pasar Bareng seolah jadi studio animasi.

READ ALSO

Fe Rilis Single Perdana “Selamat Datang”, Lagu tentang Fase Hidup yang Tak Selalu Mudah

Rekomendasi 4 Film Penuh Teka-Teki yang Bikin Mikir

Suasana itu tersaji di Baraka Cafe, kedai kopi yang ada di Pasar Bareng. Pameran seni berkonsep Happening Art itu dalam rangka helatan Surprise Surprise Volume 1 hasil kolaborasi Baraka Cafe, Film Rahayu, dan BPH Seni Media Baru Dewan Kesenian Malang (DKM).

Minimnya perhatian dinas terkait dalam mengelola pasar tradisional mendapat respon para seniman. Mereka mewarnai kesuraman itu dengan seni media video art. Foto: Ulul Azmy

Koordinator pameran Surprise Surprise Vol 1, Alfian Roesman menuturkan pameran ini bersifat spontan sebagai bentuk respon pegiat seni terhadap ketidakbecusan pihak terkait mengelola pasar tradisional. Padahal, pasar tradisional adalah simbol ekonomi kerakyatan yang mampu memulihkan ekonomi Indonesia di masa pandemi COVID-19.

Seperti terjadi di Pasar Bareng. Kata Alfian, nyaris selama 2 bulan ini para pengguna bedak merasa geram atas minimnya fasilitas yang diberikan. Mulai dari fasilitas penerangan, ketersediaan air bersih, sanitasi, bahkan dugaan pencurian bola lampu.

Selama ini, para penggerak utama Pasar Bareng yang kini didominasi kalangan milenial yang membangun unit-unit usaha kreatif dan kedai kopi ini, mengeluhkan ketidakbecusan pengelola pasar.

Minimnya perhatian dinas terkait dalam mengelola pasar tradisional mendapat respon para seniman. Mereka mewarnai kesuraman itu dengan seni media video art. Foto: Ulul Azmy

”Sejak awal usaha di sini memang tidak diberi fasilitas penerangan. Jadi beli lampu sendiri, tapi lama-kelamaan, bola lampu yang dipasang sering hilang sejak 2 bulan ini. Kalau gak ada lampu ya gelap gulita,” katanya.

Tak hanya soal penerangan, fasilitas bersama seperti kamar mandi juga buruk. Belum lagi, pipa air yang tidak berfungsi optimal, bahkan tidak berfungsi sama sekali.

”Padahal, Pasar Rakyat Bareng diresmikan sebagai destinasi wisata di Kota Malang. Tapi kalau ngeliat perhatiannyakan gak ada sama sekali,” kata pria yang juga personil visual artist di Monohero ini.

Dari sejumlah permasalahan inilah, 5 pegiat seni Kota Malang secara spontan menggelar pameran dadakan ini. Ada 5 pegiat seni media baru yang unjuk cahaya “menerangi” kegelapan lorong Pasar Rakyat Bareng dengan instalasi seni cahaya.

Seperti Alfian, yang membuat karya seni Video Mapping berjudul Sinergi. Alfian menyuguhkan objek-objek mikro yang tersegregasi. Kata dia, objek-objek tersebut justru adalah penggerak utama ekonomi Pasar Bareng.

Selain itu, ada juga karya visual interaktif oleh Rizky berjudul Kunang-Kunang. Karya ini menggunakan sensor kinect xbox untuk menggerakan videonya. Jika anda bergerak ke kanan, maka kunang-kunang itu juga akan bergerak ke kanan. Begitu juga sebaliknya.

Lalu, ada Nino, lewat video mapping yang berjudul Kota Kertas, memilih menyuarakan kegeramannya lewat proyeksi montase video visual berupa objek-objek berkaitan dengan administrasi pemerintahan.

”Melalui visual itu kita bisa merasakan kegeraman Nino atas regime administrasi yang melampaui substansi. Kebenaran yang disandarkan kepada ‘kebenaran administratif’,” kata pria yang akrab disapa Kebeb ini.

Ada juga Digi yang merayakan keberagaman lewat video mapping dan audio reaktifnya berjudul The Dark Side. Dan yang unik, lahir dari tangan Muzeian yang mengombinasikan sensor light dengan bunyi-bunyian.

Jadi, karya Muzeian yang berjudul Singup itu akan secara otomatis mengeluarkan suara ketika sensor yang dia pasang diterangi cahaya. Saat anda menyinari sensor itu, maka anda akan mendengar sayup lagu Cita-citaku, lagu anak-anak yang diremix bernuansa suram.

Menurut Muzeian, kata-kata ‘motivasi’ sudah usang dan menyebabkan euforia berlebihan dan justru menempatkan orang-orang yang dianggap ‘pesimis’ tak layak hidup. Dia menyebutnya dengan istilah demotivasi.

”Karena saat ini saya sedang tidak tertarik pada narasi besar tentang kemajuan, tetapi lebih pada bagaimana menikmati kesementaraan dan kesekarangan. Singup, suram, seperti Pasar Bareng ini,” jelas Ian.

Selain audio, Ian juga menampilkan pesan dalam proyektornya. Tulisannya ”Pasar Ini Singup. Layaknya Masa Depanku yang Mboh-Mbohan”. Artinya, Pasar Ini Suram, Layaknya Masa Depanku yang juga Tak Jelas.

Dari sejumlah respon artistik ini, Alfian berharap muncul perhatian dari pihak berwenang untuk ambil peran menghidupi pasar rakyat ini. Selain itu, dengan cara ini juga diharapkan muncul potensi baru para seniman di Kota Malang yang peka terhadap dunia sekitarnya.

”Bagaimana Pasar Rakyat Bareng memiliki potensi untuk menjadi pilar dari peradaban yang arif dan juga perekonomian yang berbudaya dan kreatif bagi beragam generasi di Kota Malang,” pungkasnya.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Tags: kota malangmalangseniman

Related Posts

Fe Rilis Single Perdana “Selamat Datang”, Lagu tentang Fase Hidup yang Tak Selalu Mudah
Entertainment

Fe Rilis Single Perdana “Selamat Datang”, Lagu tentang Fase Hidup yang Tak Selalu Mudah

Sabtu, 3 Okt 2026
Rekomendasi 4 Film Penuh Teka Teki Yang Bikin Mikir 1
Entertainment

Rekomendasi 4 Film Penuh Teka-Teki yang Bikin Mikir

Rabu, 16 Sep 2026
5 Film Animasi yang Punya Pesan Mendalam untuk Orang Dewasa
Entertainment

5 Film Animasi yang Punya Pesan Mendalam untuk Orang Dewasa

Minggu, 13 Sep 2026
The Changcuters hingga Bernadya Bakal Konser di Kota Malang
Entertainment

The Changcuters hingga Bernadya Bakal Konser di Kota Malang

Minggu, 13 Sep 2026
4 Film tentang Cinta yang Datang di Waktu yang Salah
Entertainment

4 Film tentang Cinta yang Datang di Waktu yang Salah

Kamis, 10 Sep 2026
4 Film Drama Keluarga yang Ceritanya Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Entertainment

4 Film Drama Keluarga yang Ceritanya Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 1 Sep 2026
Next Post
malang - Malang Flower Carnival Digelar 16-17 Oktober 2021

Malang Flower Carnival Digelar 16-17 Oktober 2021

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.