Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Sang Pemersatu Pimpin PWNU Jatim

Redaksi by Redaksi
Januari 15, 2024 8:57 am
in Catatan
Abd. Aziz, Advokat, Legal Consultant, Lecture, Mediator Non Hakim, Founder dan CEO Firma Hukum PROGRESIF LA.

Abd. Aziz, Advokat, Legal Consultant, Lecture, Mediator Non Hakim, Founder dan CEO Firma Hukum PROGRESIF LA. Foto/dok for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Abd. Aziz*

Tugumalang.id – Suatu hari, tepatnya akhir medium 2014, penulis berdiskusi soal kebangsaan dengan Gus Sholah, panggilan akrab Kiai Salalahuddin Wahid, adik kandung Presiden keempat, Kiai Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kediamannya, Jl. Bangka Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sebelumnya, pernah berbincang di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

READ ALSO

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Seorang tokoh Pesantren, penulis, dan aktivis HAM itu, berpulang ke Rahmatullah pada Minggu, 2 Februari 2020. Empat tahun sudah, Gus Sholah meninggalkan kita semua.

Namun, rasa kepedulian pada bangsa dan negara, khidmat pada Pesantren, dan ke-bersahaja-an yang melekat padanya, akan terus dikenang oleh masyarakat. Salah satu pesannya adalah bagaimana kita terus berikhtiar untuk memberikan kemanfaatan pada umat manusia.

Baca Juga: Ini Pesan KH Marzuki Mustamar untuk Nahdliyin Jika Dicopot Sebagai Ketua PWNU Jatim

Entah mengapa, pada Rabu (10/1/2024) siang, penulis didera kerinduan pada sosok Gus Sholah dan ingin menjejakkan kaki di Tebu Ireng, yang kini dipimpin Kiai Abdul Hakim Mahfudz.

Selepas shalat Dzuhur, berkomunikasi dengan Gus Kikin, hendak sowan bersama keluarga. Walaupun cuaca tidak bersahabat, Kota Malang diguyur hujan, bergegas memecah siang, melaju menempuh jarak 127-129 km menuju Jl. Irian Jaya No. 10, Cukir, Diwek, Jombang.

Akhirnya, penulis diterima di ruang tamu utama Tebu Ireng. Beruntung, malam itu, generasi ke-4 setelah Gus Sholah, yang juga cicit pendiri Nahdlatul Ulama’ (NU) Kiai Hasyim Asy’ari ini, cukup longgar sehingga perbincangan begitu mengalir. Di kalangan masyarakat, Gus Kikin dikenal sebagai figur Kiai yang rendah hati, teduh dalam berdakwah, dan semangatnya luar biasa dalam mempersatukan umat.

Baca Juga: KH Marzuki Mustamar Bantah Dukung Salah Satu Capres 2024

Selain disegani ketokohannya, memiliki kemandirian pendapat, termasuk dalam mengelola Pesantren yang tidak bergantung pada Pemerintah, ia juga seorang pengusaha di bidang minyak dan gas berskala nasional.

Dalam pandangan penulis, karena memimpin Tebu Ireng dengan hati yang lembut, konsentrasi pada pembangunan mental dan spiritual, menjauhkan Pondok dari kepentingan politik, Gus Kikin diterima oleh banyak kalangan. Tak terkecuali, para tokoh nasional, termasuk ketiga calon Presiden RI (2024) berkunjung, silaturrahim ke Tebu Ireng.

Pertemuan penulis dengan Gus Kikin, yang diniatkan menghormati almarhum Gus Sholah dan berkhidmat pada Tebu Ireng, sungguh tergolong istimewa! Apa hal ikhwal?

Ternyata, malam itu menemukan momentum yang baik karena 4 jam pasca Gus Kikin ditunjuk memimpin PWNU Jatim melalui Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU), Nomor: 267.c/A.II.04/09/2023, untuk pertama kali, penulis berkesempatan mengucapkan selamat secara langsung pada Pejabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama’ Provinsi Jawa Timur, itu.

Sambil memandang wajah Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari lekat-lekat yang terpasang di tembok, penulis tertegun sejenak. Timbul satu harapan yang mendalam.

Dengan hadirnya Gus Kikin memimpin PWNU, mampu menyatukan sekaligus memperkuat hubungan antar pengurus, dan keluarga besar NU Jatim kembali terkonsolidasi setelah Kiai Marzuki Mustamar diputuskan tidak lagi menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah melalui Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU), Nomor: 274/ PB.01/A.II.01.44/99/12/2023.

Sebagai orang yang lahir dan besar dalam keluarga Nahdliyin, penulis melihat organisasi keagamaan terbesar di tanah air, kontribusinya pada bangsa dan negara tak diragukan, di mana Jawa Timur merupakan tempat berdirinya NU, tentu harapan di atas menemukannya relevansinya.

Terlebih, menurut sejarahnya, keorganisasian NU tidak pernah terpecah walaupun ada perbedaan pandangan atau pendapat. Setajam apa pun, itu! Semuanya akan kembali bersatu, mewujudkan visi dan misi, bersama memajukan organisasi.

Itulah kekuatan utama NU, yang berdiri sejak 31 Januari 1926, tumbuh dan berkembang serta berkemajuan selama seratus tahun, satu abad lamanya hingga saat ini.

Sesekali menghela napas panjang, sesekali menikmati hidangan yang disajikan. Bersama Gus Kikin, berdiskusi tentang banyak hal. Mulai urusan kebangsaan, Negara ke depan, sistem pengawasan Pondok Pesantren yang terencana, terukur, dan terprediksi hingga bagaimana NU dikelola dengan prinsip manajemen yang baik agar terus memberikan kemanfaatan pada umat, dan berkemajuan.

Dari saking menariknya, ungkapan-ungkapan yang mengandung ilmu dan pengalaman yang menginspirasi, itu tak jarang mengundang gelak tawa lepas bersama.

Tak lupa, Gus Kikin bercerita tentang silsilah keluarga Tebu Ireng, dan bagaimana para pendahulunya yang betul-betul memisahkan antara politik dan Pesantren, yang bagi Tebu Ireng, harus menyangga Republik karena heterogen-nya para santri, orang tua dan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri.

Tak sadar, langit Kota Santri diselimuti awan tebal, pertanda hujan segera turun. Tak terasa pula, malam pun kian larut, para santri mulai terlelap. Namun, harus penulis akui, Gus Kikin termasuk Kiai yang bersahaja, humble, dan senang berbagi pengetahuan soal sejarah Islam dan aktor terdepan dalam bahu membahu merebut kemerdekaan Republik Indonesia, yang belakangan berpotensi terjadinya pembelokan sejarah!

Perbincangan yang memakan waktu 180 menit itu, akhirnya diakhiri, dan penulis pun membalikkan badan, mohon undur diri, berjabat tangan, mengucapkan salam sambil berujar pelan. “Terima kasih atas sambutan hangat dan sharing-nya. Semoga Tebu Ireng makin maju, NU Jatim bersatu, dan progresif, Gus”.

 

*Advokat, Legal Consultant, Lecture, Mediator Non Hakim, Founder dan CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW. Kini, Sekjen DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK).

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita tugumalang.id di Google News

Tags: Gus KikinKetua PWNU JatimPWNU Jatim

Related Posts

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Next Post
Djamal Aziz (memakai rompi) berdialog dengan peserta lomba burung berkicau.

Djamal Aziz Sebut Lomba Burung Berkicau Bisa Bangkitkan Perekonomian Masyarakat

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.