Salah! Digital Marketing

  • Whatsapp
Faizal Alfa (ilustrasi: Dicky/Tugumalang)

Faizal Alfa*

Saya mainnya cukup jauh, kalau pulau besar di Indonesia, alias main island, hampir semuanya sudah pernah dipijak. Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, pernah dikunjungi. Pulau kecil macam Belitung, Batam, Madura, juga pernah disinggahi.

Ngapain? Kerja lah! Saya bukan anak Sultan, jadi kerjanya musti agak ugal ugalan. Dalam berbagai kesempatan, Saya kerjanya dalam bidang marketing, atau dalam hal tertentu, digital marketing.

Sumpah! Ada yang salah.

Dari banyak kasus nyata dan situasi sungguhan yang Saya temui, banyak pelaku usaha mengartikan digital marketing adalah : content creation and distribution.

Bikin konten yang bagus, kemudian postang posting, upload upload, caption hashtag, iklan dan ads.

Maka, tim yang direkrut siapa?

Jelas khas, pasti tak diragukan lagi : para content creator, dan para advertiser.

Dikutip dari unggahan Instagram akun @alfafaizal

Konten bagus, views tinggi, ada interaksi, budget iklan gedeee, tapi, bisnis kok gak kemana mana ya?

Waaa, salah ini tim digital marketingnya.

Pecat, ganti, cari lagi.

Gitu aja terus sampai kucing bisa menggonggong.

Padahal masalahnya, Saya melihat, targetnya apa belum fix, tipe konsumen ideal yang dituju belum jelas, program yang akan dijalankan itu apa, belum ditentukan dengan seksama.

Yang krusial,
What is the program? The campaign, the message! What is the core message?

Apa yang mau disampaikan?

Karena urutannya, 5 Kaidah Pemasaran ala @imarks.id memandu

1.Tentukan TARGET
2.Pilih TIPE KONSUMEN IDEAL
3.Rancang PROGRAM
4.Buat KONTEN
5.Lakukan AKTIVASI

Maka, ya jelas salah jika Tim Digital Marketing diartikan hanya nomer 4 dan 5 lingkup pekerjaannya.

Pantesan nyasar, karena memang sedari awal tidak ada arahnya.

Jika ada yang nanya, sok sok an pakai konsultan pemasaran, buat apa?

Baca Juga  Dr Aqua Dwipayana Sosok Dermawan yang Umrohkan Ratusan Orang dan Biayai Kuliah hingga S3

Nah, kejawab, mbantuin mikir dan berantem sampai lebam mberesin yang nomer 1, 2, dan 3.

Karena jadi penentu langkah dan arah, apakah benar, atau nyasar.

Dalam bahasa Jawa, apakah bakalan ENTUK, atau bakalan ENTEK.

Salam Pertumbuhan!

Tulisan Dari
PT Fortuna iMARKS Trans

Perusahaan Pemasaran Yang Membanggakan Kota Malang

#nulistipistipis #faizalalfa #pemasaran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *