Malang, Tugumalang.id – Rumah kos di kawasan Graha Agung Merjosari, Kota Malang, mulai diserbu mahasiswa baru (Maba) di masa tahun ajaran baru 2026/2027. Tingginya permintaan membuat kamar kos yang dikelola Manajemen Kos Tomoland telah terisi penuh hingga 100 persen.
Bahkan sapai menolak lantaran keterbatasan jumlah kamar. Kondisi ini menunjukkan kawasan tersebut masih menjadi salah satu pilihan favorit mahasiswa untuk mencari hunian yang dekat dengan lingkungan kampus.
Pengelola Manajemen Kos Tomoland, Agung Rizki Sanjaya mengatakan bahwa tingkat keterisian kos yang dikelolanya di Graha Agung Merjosari telah mencapai 100 persen. Kondisi tersebut terjadi di tengah masuknya sekitar 350 orang maba yang menjadi calon penghuni kos baru.
“Trennya masih sangat tinggi. Namun, proyek rukos (rumah kos) kami mayoritas belum selesai, sehingga kami banyak menolak calon penghuni karena keterbatasan kamar,” kata Agung, Jumat (14/8/2026).
Baca juga: Rumah Kos Jadi Pilihan Investasi Properti di Malang
Menurutnya, tingginya minat terhadap kos di Graha Agung Merjosari tidak lepas dari konsep kawasan yang ditawarkan. Berbeda dengan kos yang berdiri sendiri, kawasan tersebut membentuk komunitas penghuni yang cukup besar sekaligus didukung berbagai fasilitas umum.
“Kami bentuknya kawasan, sehingga komunitasnya besar dan tentunya fasilitas umumnya juga lebih banyak,” jelasnya.
Dari sisi fasilitas, kos yang dikelola Tomoland di Graha Agung Merjosari menawarkan konsep hunian yang relatif lengkap. Setiap kamar telah dilengkapi furnitur, pendingin ruangan (AC), water heater, smart TV hingga kamar mandi dalam.
Tidak hanya fasilitas di dalam kamar, penghuni juga mendapatkan akses terhadap sejumlah fasilitas bersama. Di antaranya dapur, co-working space, jogging track, communal parking area hingga masjid.
Faktor keamanan juga menjadi salah satu daya tarik. Kawasan menerapkan sistem one gate, sementara masing-masing penghuni kos mendapatkan kartu akses pribadi. Sistem tersebut membuat keluar-masuk penghuni maupun tamu dapat lebih terkontrol.
“Keamanan juga, kami one gate dan setiap anak kos mendapatkan kartu akses masing masing,” urainya.
Agung menyebut, saat ini Manajemen Kos Tomoland mengelola lebih dari 600 kamar kos di kawasan Graha Agung Merjosari.
Baca juga: Puas Kualitas Bangunan, Investor Jakarta Tambah Investasi Kos di Tomoland
Pengelolaan kamar kos lain juga dioptimalkan melalui kerja sama dengan Brawijaya Multi Usaha (BMU), seiring kolaborasi yang telah terjalin dengan Universitas Brawijaya (UB).
Melihat permintaan yang masih tinggi, Tomoland berencana mempercepat penyelesaian sejumlah proyek rumah kos yang masih dalam proses pembangunan di berbagai lokasi strategis.
Langkah tersebut diharapkan bisa menambah kapasitas kamar sekaligus menjawab tingginya kebutuhan hunian mahasiswa di Kota Malang.
“Tentu kami mengejar proses kawasan kami lainnya supaya bisa menyerap demand yang sangat tinggi dari maba di Kota Malang,” ungkapnya.
Selain Graha Agung Merjosari, Tomoland juga memiliki pengembangan kawasan kos di sejumlah titik strategis di Kota Malang, seperti di kawasan Sigura-gura dan Soekarno-Hatta (Suhat).
Keberadaan sejumlah kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola menyediakan hunian mahasiswa dengan fasilitas lengkap di tengah tingginya kebutuhan kos di Kota Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























