MALANG, Tugumalang.id – Sebanyak 1.600 rumah di Kabupaten Malang telah direnovasi sepanjang tahun 2026. Renovasi itu bagian dari Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah yang dicanangkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Farid Habibah mengatakan, pembangunan dan renovasi ini dilakukan dengan berbagai skema pembiayaan. Mulai dari APBN, APBD, bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga dukungan asosiasi pengembang.
“Kami berharap program ini bisa diperluas hingga ke Kepanjen. Hal ini dinilai penting karena saat ini Kepanjen terus dikembangkan sebagai pusat perkotaan di Kabupaten Malang,” ujar Rini saat ditemui di salah satu rumah penerima manfaat yang berlokasi di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (1/7/2026).
Baca juga: Kementerian PKP Libatkan CSR untuk Percepat Program 3 Juta Rumah
Ia menjelaskan, Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah di Kabupaten Malang diwujudkan melalui bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk mendukung program tersebut, pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan kepada pengembang, termasuk percepatan perizinan dan fasilitas Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis untuk rumah bersubsidi tipe 36.

Sementara itu, penerima bantuan renovasi rumah telah ditetapkan berdasarkan kriteria pemerintah. Sasaran utamanya adalah masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan data sosial ekonomi nasional.
Setiap unit rumah yang direnovasi memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp25 juta. Meski demikian, Farid mengakui kenaikan harga material bangunan menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan penyesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan tanpa mengurangi kualitas hasil renovasi.
“Kami harus menyiasati pelaksanaannya karena harga material terus meningkat. Yang terpenting, kebutuhan renovasi tetap terpenuhi tanpa mengurangi mutu bangunan,” tuturnya.
Baca juga: Menteri PKP dan Satgas Perumahan Pastikan Program Bedah Rumah di Kota Batu Tepat Sasaran
Salah seorang penerima manfaat bedah rumah, Jamia mengatakan, dirinya mendapatkan bantuan renovasi atap dan lantai. Rumahnya yang dulu selalu bocor dan berlantai tanah kini lebih nyaman untuk ditinggali.
“Lima bulan yang lalu ada yang datang untuk mendata. Kemudian rumah saya direnovasi dan baru selesai satu minggu yang lalu,” ujar warga Desa Kalisongo tersebut.
Jamia yang berprofesi sebagai buruh tani dan pencari rumput tersebut masuk dalam desil tiga. Rumahnya yang seluas 40 meter persegi itu juga dihuni oleh suami dan dua anaknya.
“Semuanya diperbaiki. Bangunan dirubuhkan semua. Saya berterima kasih,” kata Jamia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko
























