Malang, Tugumalang.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ketua Umum KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin untuk masa khidmah 2026-2031.
Di antara jajaran pengurus yang diumumkan pada akhir September 2026, terdapat sejumlah figur dari berbagai latar belakang keahlian. Salah satunya Dr. rer. Pol. H.M. Faishal Aminuddin yang dipercaya menempati posisi sebagai salah satu Ketua PBNU.
Sosok akademisi sekaligus ilmuwan politik tersebut memiliki latar belakang lintas disiplin. Ia memadukan tradisi pesantren dengan pengembangan berbasis riset dan keilmuan modern.
Baca juga: Daftar Rais Aam dan Ketua PBNU dari Masa ke Masa, Siapa Pemimpin Berikutnya?
Faishal Aminuddin memiliki rekam jejak akademik lintas disiplin. Ketertarikannya terhadap dunia literasi tumbuh sejak kecil, ketika sang kakek mengenalkannya pada ensiklopedia dan atlas.
Ketertarikan itu berlanjut hingga dewasa. Ia menyelesaikan studi Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Airlangga (Unair) pada 1999.
Semangat belajar kemudian membawanya mendalami ilmu politik hingga meraih gelar doktor berstandar internasional, Doctor Rerum Politicarum atau Dr. rer. Pol, dari institusi pendidikan tinggi di Jerman.
Kombinasi latar belakang sejarah dan ilmu politik tersebut memberinya ketajaman analitis dalam membaca peta sosial, kebudayaan, serta dinamika kekuasaan di Indonesia.
Baca juga: Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
Sebelum mengemban amanah sebagai Ketua PBNU periode 2026-2031, Faishal telah lama berkiprah di dunia pendidikan tinggi, riset, dan organisasi pengkaderan.
Ia tercatat aktif sebagai Sekretaris Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) PBNU yang mendorong penguatan karakter, life long learning, dan daya saing lulusan perguruan tinggi NU.
Di lingkungan kampus, Faishal pernah dipercaya menjabat Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) periode 2021-2025.
Sebelumnya, ia juga mendapat amanah sebagai Ketua Program Studi Ilmu Politik FISIP UB pada 2011-2012.
Faishal aktif dalam berbagai forum akademik internasional. Ia pernah menjadi Sekretaris Pusat Urusan Internasional UB periode 2019-2020. Kemudian dipercaya sebagai Ketua Portsmouth Brawijaya Centre for Global Health, Population, and Policy periode 2015-2020.
Melalui rekam jejak di bidang akademik dan organisasi keilmuan tersebut, penunjukan Faishal Aminuddin dalam jajaran pimpinan inti PBNU 2026-2031 diharapkan mampu membawa warna baru, khususnya dalam akselerasi pendidikan, riset strategis, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan NU.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko
















