Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Kuliner

Mengintip Produksi Keju Gouda di Wajak Malang, Setahun Bisa Jual hingga 1.000 Kilogram

Redaksi by Redaksi
November 12, 2024 5:35 pm
in Kuliner
Keju gouda berbentuk bulat dan balok saat proses penyimpanan. Foto: UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak

Keju gouda berbentuk bulat dan balok saat proses penyimpanan. Foto: UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Di Indonesia, keju gouda tak sepopuler keju cheddar dan mozzarella. Akan tetapi, permintaannya terus ada karena cita rasanya yang khas dan kuat. Keju semi-keras ini banyak diminati wisatawan asing dan sering disantap sebagai kudapan.

Siapa sangka, di lereng Gunung Semeru, tepatnya di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang terdapat tempat produksi gouda yang sudah beroperasi sejak tahun 1997. Keju gouda ini diproduksi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang.

READ ALSO

5 Jajanan di Matos Malang yang Menarik Dicoba, Ada Chikuro hingga Tianlala

5 Coffee Shop Unik di Malang yang Viral di TikTok, Ada Nuansa Horor dan Jepang

Selama ini, keju gouda dipasarkan ke kota-kota besar seperti Bali, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Sayangnya, di Malang sendiri permintaan terhadap keju gouda masih rendah karena harganya mahal.

Baca Juga: Tidak Cuma Wisata dan Kuliner, Inilah 5 Penyanyi Terkenal Asal Malang

Setiap kilogram keju gouda dijual seharga Rp180 ribu. Apabila usianya semakin tua, maka harganya pun semakin mahal. Dalam kurun waktu satu tahun, UPT bisa menjual hingga 1.000 kilogram keju.

Keju gouda disimpan di rak kayu dalam ruangan khusus. Foto: UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak
Keju gouda disimpan di rak kayu dalam ruangan khusus. Foto: UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak

Keju gouda berasal dari Kota Gouda yang ada di selatan Belanda. Biasanya keju ini berwarna kuning tua dan berbentuk bulat seperti roda. Dibandingkan keju muda seperti mozzarella, keju gouda memiliki rasa yang tajam dan ada sedikit rasa pahit yang khas. Rasa tersebut baru muncul setelah keju berusia 2,5 hingga 3 bulan.

Pengelola Unit Pengolahan Keju UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak, Fransiska Rahmadani mengatakan proses produksi keju gouda dilakukan setidaknya selama tiga bulan. Keju gouda harus disimpan lama agar rasanya keluar. Semakin tua, rasanya semakin tajam.

“Gouda itu tidak ada masa expired-nya. Semakin tua, dia akan semakin keras dan harganya juga akan semakin mahal,” kata Fransiska, saat ditemui Tugu Malang ID beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Enak dan Murah Meriah, Rekomendasi Kuliner Mie Ayam di Kota Malang yang Wajib Dicoba!

Proses pembuatan keju gouda diawali dengan pengecekan kualitas susu segar di laboratorium. Pengecekan ini cukup ketat untuk memastikan hasil kejunya berkualitas. Apabila susunya layak untuk diolah, maka susu tersebut akan diproses. Apabila tidak layak, maka akan ditolak.

Susu yang layak kemudian dipanaskan atau pasteurisasi hingga di suhu 72 derajat. Usai proses pasteurisasi, susu didinginkan lagi hingga suhu 34 derajat. Setelah susu mencapai suhu yang pas, baru ditambahkan starter atau bakteri khusus, kalsium klorida, dan enzim rennet. Bahan-bahan tersebut membantu mengubah susu menjadi curd (dadih).

“Wadah susu kemudian kami tutup untuk proses koagulasi selama 30 menit,” kata Fransiska.

Proses ini membuat susu terpecah menjadi dua bagian, yaitu curd dan whey. Curd merupakan bagian susu yang memadat seperti tahu, sementara whey berupa cairan keruh. Setelah proses koagulasi, susu yang memadat tersebut dipotong-potong perlahan selama 15 menit untuk memisahkan curd dan whey.

“Whey kami sisihkan untuk dikasihkan ke anak sapi,” kata Fransiska.

Setelah terpisah dari whey, curd ditambahkan dengan air panas dan diaduk-aduk perlahan selama satu jam hingga matang. Jika curd ini sudah matang, ia membentuk tekstur yang mirip dengan tahu susu, yaitu lembut tapi tidak lembek.

“Kalau diicip, rasanya ada manis khas susu,” imbuh Fransiska.

Curd yang sudah matang kemudian dicetak berbentuk bulat dan ditindih dengan beban. Proses ini dilakukan secara perlahan dan terukur agar bentuk keju tetap cantik. Pencetakan ini berlangsung selama tiga jam.

Setelah dikeluarkan dari cetakan, keju diangin-anginkan di suhu ruang selama empat jam agar bentuknya kokoh. Proses ini dilanjutkan dengan perendaman di air garam selama 20 jam.

“Tujuannya selain memberi rasa asin juga sebagai pengawet alami,” terang Fransiska.

Usai seharian direndam air garam, keju ditiriskan di rak-rak kayu selama tiga hari dan wajib dibolak-balik sebanyak dua kali sehari. Di hari keempat, keju mulai kering. Lalu di hari ketujuh, keju dilapisi dengan wax atau lilin.

Wax ini awalnya berbentuk basah dengan tekstur mirip cat. Namun saat kering, wax berbentuk seperti plastik. Menurut Fransiska, wax ini bisa dimakan dan rasanya seperti permen karet. Setelah dilapisi wax, keju disimpan di ruangan yang memiliki suhu 13 derajat dengan kelembapan 75 persen selama minimal tiga bulan.

Keju disimpan di ruangan khusus yang dindingnya sudah dilapisi styrofoam dan aluminium foil. Di dalam ruangan tersebut ada delapan AC yang tidak boleh mati supaya suhu tetap terjaga di kisara 13-17 derajat Celcius.

“Kelembaban juga harus kami jaga. Kalau terlalu kering kejunya pecah dan kalau terlalu basah kejunya berjamur,” kata Fransiska.

Produksi keju gouda dilakukan setiap hari Senin hingga Kamis. Dalam sehari mereka bisa mengolah 70-100 liter susu, bergantung pada produksi susu di hari itu. Susu ini berasal dari kandang UPT yang memiliki 38 ekor sapi perah. Ada kalanya mereka juga menerima susu dari peternak binaan. Dari 100 liter susu, mereka bisa menghasilkan tujuh kilogram keju gouda.

Meski keju gouda yang berusia tiga bulan sudah bisa dijual, namun rata-rata distributor meminta keju yang berusia di atas enam bulan. Bahkan ada yang hanya mau membeli keju di atas usia satu tahun.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Keju Goudakeju malangWajakWajak Malang

Related Posts

5 Jajanan di Matos Malang yang Menarik Dicoba, Ada Chikuro hingga Tianlala
Kuliner

5 Jajanan di Matos Malang yang Menarik Dicoba, Ada Chikuro hingga Tianlala

Selasa, 18 Agu 2026
5 Coffee Shop Unik di Malang yang Viral di TikTok, Ada Nuansa Horor dan Jepang
Kuliner

5 Coffee Shop Unik di Malang yang Viral di TikTok, Ada Nuansa Horor dan Jepang

Senin, 10 Agu 2026
84 Tahun Soto Pojok Jadi Langganan Peziarah Gunung Kawi
Kuliner

84 Tahun Soto Pojok Jadi Langganan Peziarah Gunung Kawi

Minggu, 9 Agu 2026
Creamy dan Segar! Rekomendasi Es Teler Jumbo di Malang yang Wajib Dicoba
Kuliner

Creamy dan Segar! Rekomendasi Es Teler Jumbo Malang yang Wajib Dicoba

Sabtu, 8 Agu 2026
6 Toko Frozen Food di Malang yang Cocok untuk Anak Kost, Dekat Kampus dan Pilihannya Lengkap
Kuliner

6 Toko Frozen Food di Malang yang Cocok untuk Anak Kost, Dekat Kampus dan Pilihannya Lengkap

Rabu, 5 Agu 2026
Sensasi Gurih Menggigit, 4 Kuliner Nasi Belut Malang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner
Kuliner

Sensasi Gurih Menggigit, 4 Kuliner Nasi Belut Malang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner

Minggu, 2 Agu 2026
Next Post
Simulasi penanganan bencana di Kota Batu yang telah dinyatakan status siaga darurar bencana hidrometeorologi. Foto: Prokopim KWB

Kota Batu Nyatakan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.