Prodi S1 Fisioterapi ITSK RS Dr Soepraoen Malang Terapkan KKN Daring dan Luring di Masa Pandemi Corona

  • Whatsapp
Kegiatan KKN mahasiswa Prodi S1 Fisioterapi ITSK RS Dr Soepraoen di berbagai daerah di Jawa Timur. Foto: dok

 

Tugumalang.id – Pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS Dr Soepraoen untuk berkontribusi pada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN). Khususnya untuk Program Strudi (Prodi) S-1 Fisioterapi.

 

Jika pada tahun-tahun sebelumnya mewajibkan mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, kini program KKN digelar secara daring dan luring sejak 24 Mei 2021 hingga 18 Juni 2021 mendatang.

 

Rektor ITSK RS Dr Soepraoen, Arief Effendi, menyebutkan bahwa KKN merupakan wahana penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni guna membangun kepribadian mahasiswa yang berdaya saing.

Kegiatan KKN mahasiswa Prodi S1 Fisioterapi ITSK RS Dr Soepraoen di berbagai daerah di Jawa Timur. Foto: dok

“KKN ini bisa disebut sebagai wadah yang menjembatani dunia akademik yang teoritik dengan dunia nyata. Namun mengingat kita masih berada di tengah pandemi, maka KKN Prodi S1 Fisioterapi dilaksanakan luring dan daring di daerah domisili masing-masing mahasiswa dengan sasaran dikhususkan kelompok masyarakat dan remaja,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Prodi S1 Fisioterapi ITSK RS Dr Soepraoen, Sartoyo, mengatakan bahwa secara teknis sebelum melaksanakan program KKN, mahasiswa dibagi menjadi 14 kelompok. Untuk kemudian melakukan observasi kepada kelompok masyarakat lansia dan sekolah menengah, guna menentukan sederet program yang akan dilaksanakan selama KKN.

 

“Untuk KKN secara daring, kegiatan diikuti peserta KKN yang berdomisili di luar daerah KKN dan luringnya dilaksanakan oleh kelompok yang melaksanakan tugas pada hari tersebut. Begitu juga dengan hari selanjutnya akan tetap diadakan KKN daring dan luring secara bergiliran dan tersebar di Jawa Timur,” jelasnya.

Kegiatan KKN mahasiswa Prodi S1 Fisioterapi ITSK RS Dr Soepraoen di berbagai daerah di Jawa Timur. Foto: dok

Diketahui, program KKN ini berlangsung di beberapa daerah Jawa Timur. Tak hanya di Malang, namun juga Pasuruan, Kediri, Surabaya, Mojokerto, Gresik, hingga Blitar.

Baca Juga  Rektor Unisma, Prof Maskuri Apresiasi Muktamar Pemikiran Dosen PMII di Tulungagung

 

Kendati ada yang dilaksanakan secara luring, Sartoyo mengimbau para peserta KKN untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama kegiatan. Selain agar dapat berjalan maksimal, juga tetap membawa dampak yang positif.

 

Sehingga, diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa agar mampu mengembangkan kreativitas sekaligus berkontribusi langsung pada masyarakat.

 

“Pelaksanaan KKN ini juga bertujuan untuk mendekatkan masyarakat dengan profesi Fisioterapi sekaligus mengenalkan prodi Fisioterapi ITSK sehingga diharapkan dapat membawa dampak positif bagi institusi,” tukasnya.(ads)

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *