Saturday, July 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Jelajah Pesantren Malang Raya

Ponpes Al-Khoirot, Rumah dan Madrasah bagi Ribuan Santri Sejak 1963

Redaksi by Redaksi
November 19, 2021 3:09 pm
in Jelajah Pesantren Malang Raya
Para santri di Ponpes Al Khoirot

Upacara memperingati Hari Santri. Foto: dok Ponpes Al-Khoirot

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Berdiri sejak tahun 1963, Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoirot yang terletak di Desa Karangsuko, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, telah menjadi rumah dan madrasah bagi ribuan santri.

Pondok Pesantren ini didirikan oleh Kyai Syuhud Zayyadi di atas tanah yang dihibahkan oleh seorang dermawan. Awalnya, Kyai Syuhud Zayyadi diminta untuk memilih salah satu tanah di tiga lokasi yaitu di Desa Bulupitu, Desa Karangsuko, atau Desa Jogosalam. Ketiganya berada di Kecamatan Gondanglegi.

READ ALSO

Berkah Hari Raya Idul Adha: Ini Keutamaan dan Manfaat Berkurban sebagai Bukti Cinta Kepada Allah

6 Amalan Syawal Penuh Berkah: Lanjutkan Momentum Ramadan untuk Umat Muslim

Kyai Syuhud Zayyadi memilih lokasi Desa Karangsuko karena kondisi masyarakat di sana kala itu cukup memprihatinkan secara agama. Kyai Syuhud berharap dengan adanya pesantren, masyarakat di Karangsuko dapat dibina agar hidup sesuai ajaran Islam.

Gedung Ponpes Al-Khoirot Putri. Foto: Aisyah Nawangsari

Saat pertama berdiri, Ponpes Al-Khoirot hanya dibuka untuk santri laki-laki. Baru di tahun 1964, Ponpes Al-Khoirot dibuka untuk santri perempuan. Saat itu jumlah santri laki-laki hanya 18 orang dan santri perempuan hanya dua orang. Beberapa di antaranya merupakan kerabat dari Kyai Syuhud yang berasal dari Madura.

Seiring berjalannya waktu, Ponpes Al-Khoirot terus berkembang dan saat ini menampung sekitar 700 santri laki-laki dan 650 santri perempuan yang berasal dari berbagai kota di seluruh Indonesia.

Saat ini, Ponpes Al-Khoirot diasuh oleh putra-putri dari Kyai Syuhud. Ponpes putri diasuh oleh Nyai Lutfiyah Syuhud, putri keempat Kyai Syuhud. Sementara ponpes putra diasuh oleh Kyai Ahmad Fatih Syuhud, putra keenam Kyai Syuhud.

Pengasuh Ponpes Al-Khoirot Putra, KH Ahmad Fatih Syuhud. Foto: dok Ponpes Al-Khoirot

“Pengasuh pertamakan Kyai Syuhud, terus turun ke menantu, Kyai Zainal Ali Suyuthi. Kemudian beliau wafat, digantikan dengan adik iparnya, Kyai Ahmad Fatih Syuhud. Kalau (ponpes) putri, dari Nyai Masluhah Muzakki, terus Nyai Lutfiyah Syuhud,” jelas Ketua Pengurus Ponpes Al-Khoirot Putri, Nurul Karimah.

Selama 46 tahun, Ponpes Al-Khoirot hanya memiliki sekolah diniyah bagi para santrinya. Baru di tahun 2009, sekolah formal dibuka agar para santri bisa mempelajari ilmu pengetahuan umum layaknya murid sekolah lain.

Beberapa guru yang mengajar sekolah formal berasal dari luar lingkungan pondok. “Ada juga alumni pondok yang sudah lulus kuliah yang mengajar di sini,” ungkapnya.

Pramuka yang diikuti oleh santri perempuan. Foto: dok Ponpes Al-Khoirot

Saat ini, Ponpes Al-Khoirot juga memiliki ekstrakurikuler bagi para santrinya. Untuk santri perempuan, ada ekskul pramuka. Sementara untuk santri laki-laki ada karate, pencak silat, dan kesenian Al-Banjari. Santri yang mengikuti pencak silat bahkan sering memenangkan kejuaraan di tingkat kabupaten.

Ekskul pencak silat yang diikuti oleh santri laki-laki. Foto: dok Ponpes Al-Khoirot

Sekolah umum di Ponpes Al-Khoirot hanya terdiri dari SMP dan SMA. Memang di pondok ini, setiap santri yang masuk minimal usia 11 atau 12 tahun, yakni setara siswa kelas satu SMP. Namun, setelah lulus SMA, santri dibolehkan untuk tetap tinggal di pondok sebagai santri dewasa atau keluar dari pondok (boyong) dan lanjut berkuliah.

Kegiatan para santri Ponpes Al-Khoirot cukup padat. Pondok laki-laki dan perempuan memiliki jadwal yang sedikit berbeda. Namun keduanya memiliki program yang sama. Selain sekolah formal, mereka juga memiliki madrasah diniyah, kelas mengaji kitab, dan juga program tahfidz Al-Qur’an.

Di pondok perempuan, semua santri diwajibkan untuk mengikuti salat tahajud. Sementara di pondok laki-laki, tidak mewajibkan santrinya untuk salat tahajud. Selepas subuh, kedua pondok mewajibkan santrinya untuk mengikuti pengajian. Santri laki-laki mengikuti pengajian secara langsung, sementara santri perempuan hanya mendengarkan dari pengeras suara.

Setelah itu, santri mengikuti salat duha pada pukul 06.55 dan dilanjutkan dengan sekolah formal pada pukul 07.30 hingga 12.00 WIB.

“Kalau untuk santri dewasa, kalau jam formal kayak gini, ada kegiatan sendiri. Ada ngaji dan pematerian seperti fiqih,” jelas Nurul Karimah.

Pukul 13.20, santri melanjutkan madrasah diniyah hingga pukul 15.20. “Setelah salat asar, (dilanjutkan dengan) kegiatan pribadi. Kemudian salat magrib. Setelah salat magrib ngaji Qur’an,” sebutnya.

Ba’da isya, para santri mengaji kitab bersama dengan pengasuh pondok dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar. Pukul 22.00, seluruh santri diwajibkan untuk beristirahat.

Aktivitas di Ponpes Al-Khoirot tak terbatas pada pendidikan untuk santri. Ponpes ini juga memiliki lembaga penerbitan bernama Pustaka Al-Khoirot. Lembaga ini menjadi sarana bagi para santri dan guru untuk menerbitkan karya tulis.

“Pengasuh pondok (putra) sudah menulis banyak buku. Ada lebih dari 30 buku,” ujar pengajar di Ponpes Al-Khoirot Putra, Lutfi.

Buku-buku yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Khoirot didistribusikan baik di kalangan internal pondok maupun di kalangan umum. Melalui buku ini, Ponpes Al-Khoirot bisa menjangkau kalangan yang lebih luas dengan cara yang lebih efisien.

Ponpes Al-Khoirot juga memiliki lembaga Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA) yang merupakan layanan konsultasi tanya jawab online tentang hukum Islam dan solusinya. Semua orang dapat mengakses layanan ini melalui website resmi Al-Khoirot. Ini merupakan upaya Ponpes Al-Khoirot untuk memberikan bimbingan, pencerahan, dan solusi agama bagi kalangan luar pesantren.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

Tags: jelajah pesantren malang rayakabupaten malangmalangpondok pesantrenPonpes Al-Khoirot

Related Posts

Sambut Hari Raya Idul Adha, ada beberapa keutamaan dan manfaat berkurban bagi umat Muslim. /Foto: Pinterest/Renee Terheggen.
Jelajah Pesantren Malang Raya

Berkah Hari Raya Idul Adha: Ini Keutamaan dan Manfaat Berkurban sebagai Bukti Cinta Kepada Allah

Friday, 22 May 2026
6 amalan di bulan Syawal yang bisa dikerjakan oleh setiap umat Muslim untuk menambah rasa keimanan dan juga mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. /Foto: Pinterest/Aulia Najwa
Jelajah Pesantren Malang Raya

6 Amalan Syawal Penuh Berkah: Lanjutkan Momentum Ramadan untuk Umat Muslim

Sunday, 22 Mar 2026
Ulang tahun Pesantren Luhur Baitul Hikmah yang ke-14. Hadir Kang Maman (kiri), Ach Dhofir Zuhry (tengah) dan Fahruddin Faiz (Kanan). Foto/Jazuli
Jelajah Pesantren Malang Raya

Pesantren Luhur Baitul Hikmah, Buku dan Filsafat

Wednesday, 17 Dec 2025
Penerjemah buku foto bersama pasca acara di Pesantren Luhur Baitul Hikmah. Foto: Muhammad Jazuli.
Jelajah Pesantren Malang Raya

Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen Bedah 2 Buku, Tanya Jawab Logika dan Tentang Ateisme 

Thursday, 11 Dec 2025
Bahtsul Masail LBM Syuriah PWNU Jawa Timur di Haul ke-9 Kiai Badruddin Anwar. Foto/dok
Jelajah Pesantren Malang Raya

Haul ke-9 Kiai Badruddin Anwar Diisi Bahtsul Masail Syuriah PWNU Jawa Timur

Wednesday, 19 Nov 2025
Ilustrasi kurikulum pesantren. Foto/dok. galeri PPSAD
Jelajah Pesantren Malang Raya

Struktur dan Jenjang Kurikulum Madrasah Diniyah di Pesantren

Wednesday, 12 Nov 2025
Next Post
Hasil Pantauan Udara: Jalur Aliran Bekas Banjir Bandang Relatif Aman

Hasil Pantauan Udara: Jalur Aliran Bekas Banjir Bandang Relatif Aman

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.