MALANG, Tugumalang.id – Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan menggelar kegiatan Pelatihan Hospitality English dan Educational Tourism guna mengembangkan wisata hijau di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Tim PKM Polinema diketuai oleh Noverita Wahyuningsih, S.Pd, M.Pd dan beranggotakan Ririn Pratiwi Suharto, S.S, M.Pd, Drs. Zubaidi, M.Pd, Tri Astuti Handayani, S.S, M.Hum, Dra Nurdjizah, M.Pd, Putri Sekarsari, S.S, M. Li.
Baca Juga: Semarak Jalan Sehat Dies Natalis Polinema ke-42, Usung Spirit Kebersamaan
Selain itu, juga melibatkan mahasiswa dari Jurusan Administrasi Niaga, Violataradika Putri, Nailatur Rohmah, Diah Utami Cahyaningputri Endang, Veronica Septiana Hermawan, Aza Ardhelia Syafa Arum, serta Andris Wiliana.

Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan oleh Tim Dosen Polinema di Aula Kantor Desa Tulusbesar pada tanggal 26 Juni 2024 lalu.
Kegiatan PKM yang dilaksanakan dosen Polinema merupakan bagian dari wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi selain mengajar dan melakukan penelitian juga untuk menyalurkan bidang ilmu keahlian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara bagi mahasiswa Polinema yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat menjadi sarana praktik berkomunikasi dengan masyarakat.
Khususnya praktik public speaking atau berkomunikasi di depan umum dalam Bahasa Indonesia maupun dengan Bahasa Inggris.
Baca Juga: Polinema Gelar Sosialisasi Proklim dan Penyuluhan di Kelurahan Kebonsari Kota Malang
Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teori pembelajaran English for Tourism Industry (Bahasa Inggris untuk industri Pariwisata) yang dipelajari di kampus.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Program PKM Polinema. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan penggunaan Bahasa Inggris praktis dalam kegiatan industri pariwisata di Desa Tulusbesar.
Melalui hasil dari kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Polinema, masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan wisata di Desa Tulusbesar dapat mendapatkan wawasan tentang Edu Tourism atau wisata edukasi.
Harapannya adalah masyarakat dapat memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik untuk menunjang program wisata budaya yang hijau atau ramah lingkungan.
Selain itu, masyarakat dapat memberikan pelayanan yang ramah, hangat, dan berkualitas kepada para wisatawan terutama wisatawan asing.
Noverita Wahyuningsih, S.Pd, M.Pd mengatakan sasaran awal kepada para pegiata wisata di Desa Tulusbesar, baik dari sektor akomodasi, transportasi, catering, sektor publik, maupun retail berupa ekonomi kreatif.
Pada praktiknya yang menjadi peserta kegiatan pelatihan adalah 16 orang ibu-ibu kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang terlibat dalam sektor ekonomi kreatif untuk penunjang wisata budaya di Desa Tulusbesar, khususnya pegiat UMKM.
Para kader PKK Desa Tulusbesar tersebut dikoordinir oleh ketua mereka yakni Bu Anis yang terlibat aktif sebagai mitra kegiatan PKM Polinema.
“Selain itu Bahasa Inggris juga dipercaya dapat memungkinkan terwujudnya pertukaran dan pemahaman antar budaya. Serta memperkaya pengalaman berwisata bagi wisatawan maupun bagi pendudukan setempat,” ungkap Noverita Wahyuningsih, S.Pd, M.Pd.
“Industri pariwisata di Indonesia merupakan salah satu pendorong ekonomi yang signifikan yang didukung oleh keindahan alam, warisan budaya yang kaya serta adanya dukungan pemerintah,” imbuhnya.
Pelatihan tersebut diadakan untuk mengenalkan Bahasa Inggris menjadi bahasa global yang penting untuk komunikasi internasional dan industri pariwisata, termasuk di Indonesia.
Kemahiran dalam berbahasa Inggris diyakini dapat membuka banyak peluang untuk kemajuan karier, profesi atau untuk akses terhadap program pendidikan yang berkualitas.
Harapannya melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Tim PKM Polinema, pemerintah atau perangkat desa dapat mendukung praktik pelatihan Bahasa Inggris dan wisata budaya yang ramah lingkungan.
Serta mempertimbangkan kemungkinan peluang wisata edukasi yang sesuai dengan potensi desa.
Sementara bagi PKK Desa Tulusbesar akan lebih memberikan kesempatan untuk penggunaan Bahasa Inggris dalam promosi kuliner dan wisata.
Pegiat wisata lainnya tertarik untuk lebih menerapkan dan berlatih menggunakan Bahasa Inggris sebagai bentuk skill upgrading khususnya Hospitality English.
Informasi lebih lanjut seputar Polinema dapat diakses melalui laman www.polinema.ac.id.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A