Tugumalang.id – Profesi wartawan itu sangat mulia karena mereka memberikan nilai-nilai positif. Sebab itu, niatkan menjalani profesi ini untuk menebar kebaikan dan kebajikan kepada siapapun.
Hal tersebut disampaikan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana, saat bersilaturahim dengan jajaran manajemen media portal online TuguBandung.id di Gedung Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat di Jalan Diponegoro Kota Bandung, Selasa 7 Maret 2023.
Dr Aqua sendiri mengoptimalkan kehadirannya di “Kota Kembang” Bandung dengan bersilaturahim ke berbagai pihak. Pria dengan jejaring pertemanan sangat luas itu menyampaikan rasa syukur tak terhingga bisa memaksimalkan silaturahim yang telah menjadi hobi dan kebiasaannya meski praktis hanya tiga hari berada di Kota Bandung, sejak Senin 6 Maret 2023 hingga Rabu 8 Maret 2023.
Pada Senin petang, Dr Aqua berkesempatan memenuhi undangan unsur pimpinan dan manajemen portal berita rintisan TuguBandung.id yang dibidani oleh para wartawan senior di Kota Bandung.
Pria yang menempuh studi S1, S2, dan S3, linier di bidang Komunikasi ini mengatakan menjadi seorang jurnalis bukan hal yang mudah. Sehari-hari, wartawan sudah dituntut untuk menyajikan berita sesuai fakta dan data yang valid.
”Hal itu sudah jadi semacam prinsip. Rintangan pasti selalu ada. Saya juga pernah hampir diancam dibunuh oleh narasumber, tapi saya tetap rendah hati karena kerja ini saya niatkan untuk ibadah,” tutur Dr Aqua.

Terkait dengan upaya membangun media, menurut pria yang juga mantan wartawan di era 1980-an ini menegaskan insan pers harus memiliki filosofi yang kuat dalam membangun hubungan sosial. ”Filosofi itu adalah jadikan semua orang sebagai guru. Sedikit banyak pasti akan memberikan ilmu dan manfaat buat orang lain,” ucap Dr Aqua.
Dari pijakan filosofis itu, lanjut pria rendah hati yang hobi silaturahim tersebut, alangkah baiknya jika manfaat itu terus bertumbuh. Salah satunya adalah dengan silaturahim. Silaturahim bukan semata ikatan antarmanusia tapi juga berdampak dan bermanfaat nyata bagi profesi kewartawanan.
Manfaat itu sudah dirasakan pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara pada 23 Januari 1970 ini sejak menjadi wartawan di bangku SMA. Misalnya, Dr Aqua seringkali mendapatkan berita eksklusif karena silaturahim yang sering tidak disengaja.
“Berita eksklusif yang berbeda dari media lainnya ini lahir karena faktor kepercayaan (trust) dari narasumber kepada wartawan. Faktor trust ini didapat dari silaturahim yang tak kenal henti dan tanpa kepentingan apapun. Membangun hubungan baik itu abadi. Meski tidak dalam waktu wawancara, saya sering menyapa para narasumber, berkunjung ke rumah dan kantor mereka. Bahkan sampai saat ini saya terus menjalin silaturahmi dengan teman-teman lama dulu,” tutur Dr Aqua mengisahkan.
Dengan begitu, jejaring yang luas artinya juga bisa menjadi peluang baik dalam iklim dunia media yang kian kompetitif. Kendati begitu, silaturahim tetap harus didasari dengan rasa tanpa pamrih dan jauhi sikap transaksional. Sesuai pengalaman Dr Aqua, silaturahim harus didasari dengan komitmen, sikap peduli, rendah hati, dan utamanya saling mendoakan.
”Silaturahim ya silaturahim. Jangan dicampur dengan kepentingan. Jangan memikirkan apa yang akan kita dapat dari aktivitas mulia itu, tapi apa yang bisa kita berikan kepada orang lain,” kata penulis buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim tersebut.

Undangan Pengukuhan Guru Besar
Kehadiran doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) tersebut sebetulnya untuk memenuhi undangan guru-gurunya yang pada Rabu (8/3/2023) dikukuhkan sebagai guru besar komunikasi di lingkungan Fikom Unpad Bandung.
Dr Aqua sangat menghormati para dosennya sehingga di tengah jadwalnya yang sangat padat, memprioritaskan untuk menghadiri acara tersebut.
Secara khusus Dr Aqua diundang langsung oleh Prof Dr Atwar Bajari, MSi, dan Prof Dr Ninis Agustini Damayani, M.Lib. Keduanya bersama Prof Dr Eni Maryani, MSi dikukuhkan sebagai guru besar baru Fikom Unpad di Aula Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad Dipati Ukur Kota Bandung.
“Alhamdulillah saya mendapat undangan langsung dari guru-guru saya, Prof Atwar Bajari dan Prof Ninis Agustini. Karena yang mengundang adalah para dosen saya, sehingga saya harus menyempatkan hadir. Sekaligus memanfaatkan kehadiran di Kota Bandung untuk bersilaturahim,” ungkap Dr Aqua yang selalu antusias dan bersemangat jika berbicara ihwal silaturahim.
Meski acara pengukuhan berlangsung pada Rabu 8 Maret 2023, sejak Senin pagi Dr Aqua sudah menempuh perjalanan menuju Kota Bandung. Ia kemudian bersilaturahim kepada banyak kalangan di kota berhawa sejuk ini.
Pada Senin petang, Dr Aqua berkesempatan memenuhi undangan unsur pimpinan dan manajemen portal berita rintisan TuguBandung.id yang dibidani oleh para wartawan senior di Kota Bandung.
Setelah bersilaturahim dengan jajaran manajemen TuguBandung.id, usai salat magrib Dr Aqua langsung menemui Pemimpin Jamkrindo Kanwil Bandung Muchamad Kisworo yang mengundangnya makan malam.
Malam harinya, Dr Aqua bertandang ke kediaman Guru Besar Komunikasi Fikom Universitas Padjadjaran Prof Deddy Mulyana, MA, PhD di kawasan Batununggal Kota Bandung. Ia bahkan diminta menginap di kediaman Prof Deddy Mulyana yang sudah dianggap sebagai orangtuanya sendiri.
Pria murah senyum dan rendah hati tersebut datang tepat pada jam 17.00 WIB sesuai yang disepakati. Ia disambut oleh Direktur Utama dan Penanggung Jawab TuguBandung.id Erwin Kustiman, pemilik sertifikat Wartawan Utama Dewan Pers. Turut hadir Direktur Operasional Ahmad Nada dan anggota Komisaris Andri Gurnita. Ketiganya adalah wartawan senior yang selama lebih dari dua puluh tahun berkiprah di dunia pers.
Tuan rumah pada silaturahim tersebut adalah Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Dr Ijang Faisal, MAg. Ijang Faisal yang dikenal sangat aktif berorganisasi adalah juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jabar. Sekretariat IPHI Jabar berada di lingkungan Pusdai Jabar yang berada di pusat kota dipilih sebagai tempat pertemuan agar mudah diakses dari mana saja.

Menyerap Ilmu Dr Aqua
Ijang Faisal yang bersahabat dengan Erwin Kustiman karena sama-sama menempuh studi S3 di Fikom Unpad banyak menerima informasi terkait aktivitas silaturahim Dr Aqua. Ia mengaku sangat tertarik untuk juga dapat menyerap ilmu dari sang motivator kondang Dr Aqua.
“Selain mendengar langsung secara lisan dari Kang Erwin Kustiman, terus terang saya banyak membaca ihwal kiprah silaturahim dan aktivitas sosial Dr Aqua Dwipayana. Termasuk yang fenomenal adalah gerakan umrah gratis yang digagas, diinisiasi, sekaligus didanai sebagian besar oleh beliau. Untuk itu, saya menyempatkan hadir langsung menerima kehadiran Dr Aqua,” ucap Ijang Faisal yang juga aktif di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung dan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya selain juga menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB).
Ijang Faisal mengaku sangat terkesan dengan semua kiprah dan motivasi yang disampaikan Dr Aqua. Ia mengapresiasi sepak terjang dan aktivitas Dr Aqua yang disebutnya motivator yang benar-benar motivator. “Sebab, Pak Aqua Dwipayana tidak menyampaikan apa kata orang. Beliau konsisten mengimplementasikannya dan menjadi kebiasaanya sehari-hari, sehingga memberi dampak dan impresi yang kuat,” ucap Ijang Faisal.
Menurut Ijang Faisal, kegiatan silaturahim yang dilakukan Dr Aqua murni tanpa pretensi apapun dan memang sudah diniatkan sebagai aktivitas tanpa henti pada sisa usia hidupnya. “Bahwa kemudian banyak hal positif dan mendatangkan rezeki yang kemudian juga diarahkan kembali pada berbagai kegiatan positif dan sosial keagamaan, kesemuanya hikmah dan dampak dari silaturahim itu sendiri,” ujarnya.
Usai bersilaturahim dengan Ijang Faisal dan jajaran manajemen TuguBandung.id, Dr Aqua setelah melaksanakan salat magrib berjamaah, segera menuju ke sebuah restoran di kawasan Jalan Bangka Kota Bandung. Ia sudah ditunggu oleh Pemimpin Jamkrindo Kanwil Bandung Muchamad Kisworo yang mengundangnya makan malam bersama.
Ketika tiba, Dr Aqua diterima oleh Kisworo yang didampingi Pinca Jamkrindo Bandung Robbie Julandri. Kisworo dan Dr Aqua sahabat lama. Karena kesibukan masing-masing, mereka telah enam tahun tidak saling bertemu. Dr Aqua sangat mengapresiasi dan berterima kasih sekali kepada Kisworo yang telah memuliakan dirinya.*