Tugumalang.id – Dalam mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno, Polres Batu bergerak cepat dengan menginisiasi pembentukan Pos Polisi Bersama Masyarakat. Posko ini terintegrasi langsung dengan Poa Komando Penanganan Karhutla Gunung Arjuno, Tahura Raden Soerjo.
Langkah proaktif ini diambil untuk memperkuat koordinasi lintas sektor menghadapi ancaman karhutla yang meluas di kawasan konservasi tersebut. Polres Batu menjadi kepolisian pertama di wilayah Karhutla yang mendirikan posko terpadu bersama masyarakat.
Baca Juga: Karhutla Gunung Arjuno Meluas hingga Wilayah Sumbergondo Kota Batu
Kapolres Batu, AKBP Panji Gedhe Prabawa menerangkan Posko Terpadu ini berfungsi sebagai pusat komando taktis penghubung jajaran pihak kepolisian, TNI, BPBD, pengelola Tahura R. Soerjo, serta para relawan.
Selain menjadi pusat kendali operasi, posko ini juga menjadi pusat distribusi bantuan logistik, perlengkapan pemadaman, hingga penanganan medis bagi tim gabungan yang turut berjibaku meluncur ke titik-titik api.
Panji menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi bersama masyarakat dalam menangani bencana ini. Menurutnya, penanganan karhutla Gunung Arjuno tidak bisa hanya mengandalkan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan peran aktif warga sekitar kawasan gunung.
”Sinergi antara petugas dan masyarakat itu kunci utama. Melalui Posko Terpadu ini, kita memastikan komunikasi berjalan lancar, suplai logistik untuk para relawan dan tim pemadam di atas gunung tercukupi, serta tindakan mitigasi dapat dilakukan secara terarah dan cepat,” ujar Panji, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: BPBD Kota Batu Raih Penghargaan Gubernur Jatim di Ekspedisi 81 Gunung Arjuno
Keberadaan posko ini diharap dapat berkontribusi dalam percepatan penanganan karhutla. Terutama dalam efektivitas termasuk menambah kuantitas personel, pasokan air bersih, bahan makanan, hingga peralatan pemadaman manual yang diperlukan.
Tak hanya fokus pada pemadaman, pengawasan dan patroli bersama masyarakat juga ditingkatkan di area rawan untuk mencegah munculnya titik api baru. Langkah cepat dan kolaboratif ini diharapkan dapat segera memadamkan kobaran api serta menjaga kelestarian ekosistem Gunung Arjuno.
Saat ini, status karhutla Gunung Arjuno belum sepenuhnya padam. Informasi dihimpun dari Dinas Kehutanan Jawa Timur masih terdapat titik hotspot api yang masih membara. Petugas terus dikerahkan untuk memadamkan manual hingga perluasan pembuatan sekat bakar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A






































