MALANG, Tugumalang.id – Pemerintah Kabupaten Malang mencatat realisasi pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 melampaui target yang telah ditetapkan. Dari target sebesar Rp4,85 triliun, pendapatan daerah berhasil terealisasi sebesar Rp4,86 triliun atau mencapai 100,24 persen.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Malang, Sanusi, dalam rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Malang, Rabu (10/6/2026), dengan agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
“Pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah,” ujar Sanusi.
Baca juga: Bapenda Kabupaten Malang Perkuat Pendapatan Daerah Lewat Rekonsiliasi DBH dan Sosialisasi Opsen PKB
Pendapatan Kabupaten Malang Naik Signifikan
Untuk PAD, Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan sebesar Rp1,21 triliun dengan realisasi mencapai Rp1,19 triliun atau 98,51 persen. Berikut rincian komponen PAD yang dihasilkan pada tahun 2025:
- Realisasi pajak daerah sebesar Rp746,8 miliar dari target Rp730,2 miliar.
- Realisasi retribusi daerah sebesar Rp243,08 miliar dari target Rp311,8 miliar.
- Realisasi lain-lain PAD yang sah sebesar Rp172 miliar dari target Rp137,95 miliar.
- Realisasi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp29,44 miliar dari target Rp30,2 miliar.
Sementara itu, pendapatan transfer yang menjadi kontributor terbesar pendapatan daerah mencatat realisasi sebesar Rp3,66 triliun atau 100,82 persen dari target Rp3,63 triliun. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar Rp11,18 miliar atau 96,90 persen dari target Rp11,53 miliar.

Pada sektor belanja daerah, Pemkab Malang mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,15 triliun dengan realisasi mencapai Rp4,75 triliun atau 92,22 persen. Menurut Sanusi, penggunaan anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor ekonomi unggulan daerah.
“Pada dasarnya, apa yang dilakukan merupakan bagian dari upaya pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dan didasarkan atas pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil,” terang Sanusi.
Ia merinci, beberapa upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang di antaranya peningkatan sarana dan prasarana pendukung perekonomian, pariwisata, dan lingkungan hidup. Selain itu, belanja juga dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
Baca juga: Bapenda Kabupaten Malang Menyapa Warga di Pendopo Catat Ratusan Transaksi dari ASN
Belanja daerah terdiri atas belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Khusus belanja operasi, dari anggaran sebesar Rp3,64 triliun terealisasi Rp3,32 triliun atau 91,14 persen.
Berdasarkan hasil perhitungan antara pendapatan dan belanja daerah, Kabupaten Malang mencatat surplus anggaran sebesar Rp113,84 miliar. Ditambah pembiayaan netto sebesar Rp298,09 miliar, pemerintah daerah memperoleh Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp411,93 miliar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko

















